Night Romance

bokeh_photography_03

[Juice Couple] Night Romance

By @Aeri_Tamie

Cast : Song Aeri and Kim Jongdae (EXO Chen)

Fluff, Comedy, School Life ║ PG-13 Ficlet

Disclaimer : 20130814 © Aeri_Tamie

oke, ini ffnya pendek karena ga kepikiran buat nulis malem-malem ._.v Happy reading aja 😀

***

“Aeri.”

“Hmm?”

“Kau tidak pulang?”

Aeri menoleh ke arah Youngmi dengan pandangan datar saat kedua matanya sedang terpaku pada buku catatannya. Tangannya seketika berhenti bergerak untuk menulis dan meringkas garis besar materinya yan baru saja ia pelajari. “Karena hari ini ada tugas, aku akan pulang terlambat.”

Youngmi yang sedang membereskan semua bukunya yang tergeletak di atas meja, menatap Aeri dengan sedikit khawatir. “Apa tidak apa-apa? Di sini sudah tak ada orang. Sehun hari ini ingin mengajakku makan es krim. Kau mau ikut tidak?”

Aeri hanya menggeleng. “Aku harus merelakan ajakanmu untuk makan es krim demi tugas, Youngmi-ya.”

“Ah, kau ini! Sesekali, ikutlah denganku untuk makan es krim,” gerutu Youngmi pelan sambil memakaikan tas punggungnya. “Ya sudah. Aku pergi dulu, ya,” pamit Youngmi sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

“Bye,” balas Aeri sambil membalas lambaian tangannya. Kemudian, ia kembali memfokuskan pikirannya pada buku berisi ringkasan materi buatannya.

Sementara, Jongdae sedaritadi menunggu Aeri di depan sepedanya. Sesekali, kedua matanya melirik arlojinya yang kini menunjukkan pukul 17.45. Ke mana gadis itu? pikir Jongdae dengan heran. Tidak biasanya ia pulang terlambat. Paling tidak, Aeri akan berkata bahwa ia akan pulang terlambat padanya sebelum pulang sekolah. Bahkan, hari ini ia sangat tahu tak ada jadwal ekstrakulikuler science club yang diikuti Aeri biasanya.

“Jongdae sunbae!”

Jongdae langsung menoleh ke sumber suara, berharap yang memanggilnya adalah sosok yang ia harapkan. Namun, nyatanya tidak. Ternyata, yang memanggilnya Youngmi.

“Kau?” tanya Jongdae dengan heran. “Kenapa baru pulang?”

“Aku baru saja menyelesaikan tugasku. Dan kini, aku diajak oleh Sehun untuk makan es krim,” jawab Youngmi dengan ceria karena akan makan makanan kesukaannya.

Jongdae hanya bisa mendecakkan lidahnya. Bahkan, teman dekat gadisnya itu tak menceritakan di mana keberadaan Aeri.

“Ah!” seru Youngmi tiba-tiba. “Aeri sedang mengerjakan tugas dan belum selesai. Di kelas sudah tak ada siapa-siapa. Kalau perlu, sunbae… Sunbae!” teriak Youngmi langsung saat melihat Jongdae langsung berlari meninggalkannya sendirian.

“Hah, bahkan ia meninggalkanku lebih dulu sebelum aku menyelesaikan ucapanku,” gerutu Youngmi dengan wajah masam. Kemudian, ia melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.

Saat langkah Jongdae sampai di kelas Aeri, ia tidak melihat siapapun. Hanya seorang gadis yang kini sedang membaringkan kepalanya diatas meja. Jongdae menghampiri gadis itu perlahan dan tampak ia sedang memejamkan kedua matanya. Aeri tertidur pulas.

Segera, Jongdae menarik kursi yang berada didekatnya dan memandangi wajah polos gadis itu. Ia juga membereskan semua buku dan alat tulis Aeri yang masih bertebaran diatas meja. Setelah semuanya beres, ia kembali memandang wajah Aeri sambil tersenyum.

“Sunbae?”

Jongdae tersadar kalau Aeri sudah membuka kedua matanya. Segera, ia langsung mengalihkan arah pandangnya.

“Bukunya−“

“Sudah kubereskan semua. Sekarang, ayo pulang. Jangan siksa dirimu dengan mengerjakan tugas. Aku tahu, tugas yang kau kerjakan tadi itu akan dikumpulkan minggu depan.”

Jongdae menarik tangan Aeri sambil membawa tas gadis itu. Ia merasakan tangan Aeri yang terasa dingin. Segera, ia menggenggamnya dengan erat. Sementara, Aeri masih saja mengerjap-ngerjapkan kedua matanya berkali-kali.

“Sunbae, aku masih mengantuk,” keluh Aeri pelan.

“Kau tidur saja. aku akan membawamu ke suatu tempat,” ujar Jongdae sambil memandang arlojinya yang kini sudah menunjukkan pukul 18.30. Masih ada waktu, pikir Jongdae sambil tersenyum.

Segera, ia langsung menaiki sepedanya dan diikuti Aeri yang sambil memeluk pinggangnya dengan erat. Kepala gadis itu tepat bersandar dipunggungnya

“Sunbae, pelan-pelan ya.”

“Aku tahu,” balas Jongdae sambil mengangguk pelan. “Kau tidur saja.”

Kemudian, ia mengayuhkan sepedanya ke arah tujuan yang ia maksud.

***

“Sunbae? Kau di mana? Sunbae− Huwaaa!!”

Sebelum Aeri terjatuh dari tempat duduk, tangannya langsung ditarik oleh Jongdae. Aeri langsung memandang sekitarnya. Kini, ia bahkan baru menyadari bahwa ia telah tertidur lama hingga bersandar di bahu pria itu.

“Kau ini. Tenanglah, aku kini sedang berada di sampingmu tahu,” jawab Jongdae pelan sambil tersenyum.

Kemudian, kedua mata Jongdae memandang pemandangan malam tepat di sebuah tempat rahasianya. Tempat di mana bisa melihat lampu-lampu yang menyala mewarnai malam yang gelap. Aeri yang melihat itu hanya bisa memandang takjub.

“Bagaimana? Indah kan?”

Aeri hanya mengangguk pelan. Kemudian, ia tak sengaja menyampirkan helaikan rambutnya hingga sesuatu terjatuh. Ia langsung menoleh.

“Topi sunbae?” tanya Aeri saat mengambilnya. “Kenapa ada di kepalaku?”

“Pakai saja,” jawab Jongdae sambil memakaikan topi itu pada Aeri.

Setelah itu, kesunyian langsung menyeruak begitu saja ketika keduanya terdiam membisu. Bingung hal apa yang ingin  dijadikan bahan pembicaraan.

“Aeri-ya.”

“Ne?”

“Kau mau tidak berjanji?” tanya Jongdae sambil menoleh ke arahnya dengan penuh arti. “Aku tahu, aku bukanlah yang terbaik untukmu.”

“Kata siapa? Tidak begitu. Selama ini, sunbae yang terbaik untukku,” ucap Aeri langsung.

“Dengarkan aku dulu,” pinta Jongdae sambil menggenggam tangan Aeri dengan erat. “Kau mau kan, selamanya berada di sisiku?”

Aeri memandang Jongdae dengan mata membulat. “Sunbae, bagaimana jika aku bukan yang terbaik untukmu?”

“Aku tahu, kau yang terbaik. Kau tak perlu takut, karena aku tahu itu,” ujar Jongdae pelan. Kemudian, ia menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. “Jangan pernah pergi dari sisiku. Saranghae.”

Blush! Lagi-lagi, kata-kata yang diucapkan Jongdae berhasil membuat pipi Aeri memerah. Seketika, ia menenggelamkan wajahnya di bahu pria itu. “Nado saranghae,” ucapnya dengan susah payah.

Akhirnya, Jongdae melepas pelukannya dan memandang gadis itu sejenak. Kemudian, ia menangkupkan kedua pipi Aeri yang masih memerah. “Pipimu lucu juga jika memerah.”

“Sunbae!!” teriak Aeri.

Cup! Tepat, Jongdae mengecup kening Aeri dan itu berhasil membuat wajah Aeri semakin memerah seperti tomat rebus serta membuatnya membulatkan kedua matanya. Seketika, ia memalingkan wajahnya ke arah pemandangan malam yang dipenuhi lampu berwarna-warni.

Bahkan, Aeri tak berani melirik pria di sampingnya kini yang sedang menggenggam tangannya dengan erat. Genggaman tangannya yang hangat membuat kedua pipinya itu semakin memerah.

– FIN –

Iklan

6 thoughts on “Night Romance

  1. hwaa… aku seneng eon.. ff disini selalu menggambarkan sosok jongdae oppa yang lembut dan romantis… ^^
    aku paling nggak suka kalo Jongdae oppa memerankan sosok yang bodoh dan nge-troll…:(
    kebanyakan ff Jongdae oppa yang pernah kubaca gitu soalnya..:(
    gomawo eonni udah buat ff yangmain castnya Jongdae oppa…^^

    1. Hihihi, aku juga suka banget sama karakter jongdae begini. Apalagi kalo udah karakternya ramah dan keren. Aduuuhh /tepar/
      Aku juga sih kurang suka sama karakter jongdae yg begitu, tapi pada akhirnya kubaca juga daripada ga ada sama sekali. Kkkk

  2. So sweeeeet X-]
    Tapi Chennya kurang ajar.. masa ninggalin Youngmi gitu aja, padahal Youngmi kan belum selesai ngomong -_-.. awas kau ya de:v! wkwkwk.. tp untung ada Sehuuuun :3 (??)
    #abaikan#Ninggalinjejak#:D

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s