Miss You

because-you-know-boy-girl-happen-again-i-miss-you-ilustration-Favim.com-47135

[Juice Couple] Miss You

By @Aeri_Tamie

Cast : Song Aeri and Kim Jongdae (EXO Chen)

Fluff, Comedy, School Life ║ PG-13 ║ Oneshot

Disclaimer : 20130816 © Aeri_Tamie

Lagi-lagi dadakan dan typo bertebaran di mana-mana. happy reading aja! ._.v

***

Aeri langsung menghempaskan kepalanya di atas meja. Otaknya sudah lelah sekali. Tampak, wajahnya pucat karena sehabis mengerjakan soal ulangan umum yang sudah diadakan seminggu yang lalu. Tangannya yang lemas dihempaskannya pula ke atas meja, sehingga pensilnya yang sempat ia pegang terjatuh entah ke mana.

Aeri memejamkan kedua matanya dan sudah bisa bernapas lega mengingat ia sudah melewati ulangan umum itu.

“Huwaaa, kalau sudah seperti ini, berarti aku juga bisa menaklukan padang pasir dan gunung!!” teriak Aeri dengan lemas.

“Jangan bermimpi. Masih ada satu ulangan lagi, bodoh,” ucap Youngmi dengan sebal sambil menatap jadwal ulangan umumnya.

Doeenggg! Aeri langsung menatap Youngmi dengan horror sejenak. Setelah itu, ia kembali menghempaskan kepalanya di meja. “Siapapun tolong tampar aku jika ini nyata.”

PLAKK!! Sebuah tamparan keras berhasil membuat Aeri meringis kesakitan. Ia tahu siapa yang tadi menamparnya. “Youngmi-ya!!”

“Katanya tadi kau minta tampar, ya sudah kutampar,” ujar Youngmi dengan polos.

“Sakit tahu!” seru Aeri dengan kesal. “Jahat sekali kau.”

“Hya, kalian ini berisik sekali,” sahut Jinwoon tiba-tiba sambil menoleh ke arah Youngmi dan Aeri. Letak duduk lelaki itu tepat berada di depan Youngmi.

“Diam kau,” ujar kedua gadis itu dengan dingin membuat Jinwoon dengan terpaksa kembali ke posisinya dan tak mengganggu kedua temannya itu.

Sedangkan, Youngmi mulai menoleh ke arah Aeri. “Kalau begitu, kau mau ikut aku makan ddubokki dan es krim sepulang sekolah?”

“Apa?” tanya Aeri dengan nada hampir berteriak. “Kenapa kau selalu mengajakku secara mendadak?”

“Memangnya kenapa sih kau selalu menolak ajakanku? Jongdae sunbae?” tanya Youngmi langsung.  “Sekarang bisa dibuktikan siapa yang lebih jahat.”

“Aaaah, Youngmi-yaaa~!!” rengek Aeri pelan. “Tidak begitu kok. Baiklah, baiklah, aku akan ikut. Tenang saja.”

Youngmi langsung bertepuk tangan senang. “Gotcha! Akhirnya, kau mau ikut denganku. Kita akan bermain sepuasnya!” seru Youngmi dengan senyumnya yang merekah. “Ah, ya.”

“Apa lagi?” tanya Aeri.

“Kali ini, aku ingin meminta jatah traktiranku sebagai pajak kalau kau sudah berpacaran dengan Jongdae sunbae.”

Blush! Seketika, wajah Aeri memerah padam sambil membulatkan kedua matanya pada Youngmi. “Youngmi-ya!”

“Mwo? Aeri berpacaran dengan Jongdae sunbae?” tanya Jinwoon tiba-tiba sambil menoleh ke arah kedua gadis itu dengan pandangan terkejut.

“Diam kau atau kusumpal mulutmu!” seru Youngmi dengan kesal sambil melemparkan sebuah gumpalan kertas coretan pada Jinwoon. Kemudian, pandangannya kembali ke arah Aeri. “Sudahlah, tak ada yang perlu kau sembunyikan. Semua orang sudah tahu kok, bahkan guru-guru sudah memprediksikan hal ini.”

“Apa?”

“Kau tak tahu? Sejak kau dan Jongdae sunbae sering pulang bersama banyak yang mengira kalau kalian berpacaran. Jadi, mereka tak heran kalau kau dan Jongdae sunbae berpacaran benar adanya,” jelas Youngmi pada Aeri. “Jadi, traktir aku atas kejadian ini.”

Aeri hanya bisa mengerucutkan bibirnya. Kemudian, ia menoleh ke arah luar jendela. Ia memandang pemandangan luar sejenak. Tiba-tiba, pikirannya teringat pada kejadian minggu kemarin saat bersama Jongdae.

***

“Sunbae.”

Jongdae menoleh ke arah Aeri dengan pandangan penuh arti. Saat itu, ia dan Aeri seperti biasa duduk di sebuah bangku yang tak jauh dari kios tempat biasa Aeri membeli jus jambu. “Apa?”

“Minggu besok ada ulangan umum. Kita harus mendapat nilai bagus agar bisa sukses,” ucap Aeri pelan. “Bagaimana menurutmu?”

“Kalau begitu, kita harus fokus pada ulangan itu dan jangan saling bertemu. Setelah itu, aku akan datang menemuimu. Bagaimana?”

“Jadi, selama seminggu kita tidak akan bertemu?”

“Ingat, demi nilai.”

Aeri langsung mengangguk pasti disela-sela ia asyik menyedot jus jambunya.

***

Entah kenapa, Aeri jadi merasa menyesal atas keputusannya minggu lalu. Ia menyangga dagu dengan sikut tangannya. Sudah seminggu ini, ia tak bertemu dengan Jongdae. Bahkan, ia sengaja selama itu juga tidak meminta Jongdae untuk mengantarnya pulang seperti biasa. “Aku merindukanmu, sunbae,” gumamnya sambil menghelakan napas panjang.

Setelah menyelesaikan ulangan umum terakhir, Aeri langsung berlari keluar sambil membawa tas dengan senang. Hari kebebasannya telah datang! “Kyaaaa!!” teriak Aeri pelan.

“Berisik!” seru Youngmi sambil memberikan isyarat untuk menutup mulutnya rapat-rapat. “Ayo, kita pergi. Huwaa, bahagianya bisa bersenang-senang setelah ulangan. Ayoo!!” lanjutnya sambil merangkul bahu Aeri.

Sementara, Aeri menoleh ke arah parkir sepeda sejenak. Tempat yang biasanya ia bertemu dengan Jongdae dan tempat di mana Jongdae menunggunya. Tampak, sepeda Jongdae masih terparkir di sana. Belum pulang.

“Aeri-ya!” seru Youngmi membuyarkan lamunannya. “Kaja!!”

“Ne!!!”

Selama perjalanan mereka di Myeongdong, Youngmi memakan es krim sambil membeli aksesoris lucu-lucu dengan semangat. Sementara, Aeri hanya mengikuti langkah Youngmi sambil meminum jus jambunya dengan lemas. Semangatnya sudah menguap karena mengikuti langkah Youngmi yang cepat.

Sesekali, ia memandangi barang-barang lucu yang di jual di daerah Myeongdong. Rasa inginnya terpaksa ia tahan mengingat masih banyak barang yang lebih penting. Perutnya sudah tak muat lagi karena terlalu banyak makan ddubokki.

“Aeri-ya!!”

Aeri menoleh ke sumber suara dan mendapati Jongdae kini sedang menatapnya dengan horror. Gadis itu langsung membulatkan kedua matanya. “Sunbae!”

Seketika, Jongdae langsung turun dari sepedanya. “Apa yang kau lakukan di sini?”

“Aeri!! Kyaa, lucu sekali ikat rambutnya!!” teriak Youngmi sambil berlari menghampiri Aeri tanpa tahu siapa yang berada di hadapan gadis itu. “Menurutmu, mana yang bagus?”

“Youngmi-ya..”

Youngmi menolehkan kepalanya dan mendapati Jongdae memandangnya. “Sunbae?” kata Youngmi pelan karena terkejut.

“Boleh aku  bicara dengan Aeri?”

Youngmi seolah tahu apa yang dimaksud seniornya itu. “Ah, arraseo. Aeri-ya, lain kali kita pergi lagi ya. Aku akan pergi menemui Chanyeol oppa. Sampai jumpa!!”

Youngmi melambaikan tangannya, kemudian meninggalkan Aeri dan Jongdae sendirian. Jongdae melirik arlojinya yang kini menunjukkan pukul 17.49. Langit semakin gelap, pikirnya sambil mendongakkan kepalanya ke atas memandang langit.

“Sunbae.. kenapa baru pulang?”

Jongdae menundukkan kepalanya memandang Aeri. “Aku menunggumu. Kenapa kau tak menghubungiku?”

Aeri diam. Bingung harus menjawab apa. “Ehem.. soalnya..”

“Mau pergi ke suatu tempat?” tanya Jongdae tiba-tiba.

***

Akhirnya, kayuhan Jongdae sampai di sebuah taman yang terlihat sepi. Aeri langsung turun sambil memandangnya sejenak. Suasananya yang tenang membuatnya menyukainya. Segera, Aeri duduk di sebuah bangku kayu yang memanjang.

“Aeri-ya.”

Aeri menoleh ke arah Jongdae sambil tersenyum. “Sunbae, mianhae. Karena saat aku pulang, aku tak melihat sunbae dan sepedamu masih terparkir rapih. Awalnya, aku ingin mengatakan hal ini padamu. Youngmi yang mengajakku ke Myeongdong,” jelas Aeri panjang lebar. “Maafkan aku, maafkan aku. Seharusnya aku menghubungimu lebih dulu.”

Namun, Jongdae bukannya membalas ucapan Aeri malah menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Ia memejamkan kedua matanya meresapi aroma jambu milik Aeri. “Bogoshipo.”

Blush! Lagi-lagi, wajah Aeri kembali merona merah. Ia sangat ingin mengatakan hal itu,  namun terlalu berat untuk diucapkan. Tapi, akhirnya ia bisa bernapas lega karena pria itu telah mengatakannya lebih dulu. Ia hanya bisa menenggelamkan wajahnya di bahu lelaki itu sambil tersipu malu.

“Kukira hanya aku yang merindukan sunbae. Ternyata, tidak,” ujar Aeri pelan. “Nado bogoshipo.”

Jongdae kembali tersenyum ketika mendengar jawaban Aeri. Kemudian, ia melepas pelukannya. “Tadi bagaimana ulangannya?”

“Hmm, menurutmu bagaimana sunbae?”

“Aku kan bertanya padamu lebih dulu.”

“Aku ingin tahu jawaban sunbae lebih dulu.”

“Kau mulai mau berdebat denganku?”

“Siapa bilang? Sunbae berlebihan. Aku kan hanya ingin tahu jawaban sunbae.”

Aeri langsung memalingkan wajahnya dengan sebal. Jongdae yang melihatnya semakin gemas melihat wajah Aeri yang seperti itu.

“Kau marah, ya? Mianhae,” sesal Jongdae sambil mengintip wajah Aeri yang masih cemberut dengan jahil.

Aeri seketika menoleh ke arah Jongdae dengan wajah mengharap. “Kalau begitu, kabulkan satu permintaanku.”

“Apa?”

“Dengarkan ucapanku.”

“Memangnya apa yang ingin kau ucapkan?”

Aeri memejamkan kedua matanya sejenak. Kemudian, ia menatap kedua bola mata bening Jongdae. “Ijinkan aku menyukai sunbae lebih dari saat ini. Saranghae.”

Jongdae begitu terpana mendengar apa yang diucapkan Aeri, ini pertama kalinya ia mendengar gadis itu berkata demikian. Dan, ia telah berjanji tak akan pernah menyakiti hati gadisnya ini. Ia mengangguk pasti sambil tersenyum. Tangan Jongdae perlahan meraih tangan mungil Aeri dan menggenggamnya dengan erat.

Genggaman tangannya yang hangat berasal dari hatinya yang menghangat karena gadis itu. “Aku juga. Aku berjanji akan menjagamu dan tak akan pernah menyakitimu. Nado saranghae.”

– FIN –

Special Picture :

1098274_223933454422087_1396885618_n

Iklan

2 thoughts on “Miss You

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s