In Heaven

cover in heaven

In Heaven

Aeri_Tamie’s Storyline

Casts : Zhang Yixing (EXO-M’s Lay), Ageha Arisaka

Genre : Fluffy Angst, Sad, AU ║ Rated : General ║ Length : Oneshot

Disclaimer : 28092013 © Aeri_Tamie

***

Ageha memejamkan kedua mataku berkali-kali. Berusaha menepiskan kenangan pahit yang sudah lama terkubur dalam-dalam di otaknya. Membiarkan kenangan masa lalu yang tidak ada artinya melapuk begitu saja dan menghilang dari pikiran gadis itu.

“Akh!” desah Ageha pelan. “Kenapa sulit sekali dilakukan?”

Perlahan, airmatanya mulai mengalir tanpa permisi. Jika ia boleh berharap, bisakah ia mati saat ini dan melupakan semua ingatan dan kenangan buruk dari memori otaknya yang begitu kecil ini? Ageha langsung menerka airmatanya dengan kasar. Kemudian, Ageha memandangi pohon sakura yang sedang bermekaran.

Ia memandang miris ketika pandangannya bertemu dengan sebuah cincin yang kini masih melingkar manis di jarinya. Cincin pertunangannya dengan pria itu. Zhang Yixing.

Airmata Ageha kembali mengalir. Namun kini, airmata itu benar-benar tumpah. Tampak, ia sudah tak sanggup lagi menahannya. Kini, kenangan buruk yang dulu telah berhasil Ageha kubur dengan susah payah, sekarang kembali tergali dengan mudahnya.

Ageha kembali memandang pohon sakura yang mekar di mana tempat gadis itu bersandar. Ageha mencoba membongkar memori lama yang sudah ia tutup rapat seiring saat dirinya mencoba untuk menyentuh kulit pohon sakura yang kering itu. Seperti memori lama yang telah mengering 5 tahun lalu.

“Hei.”

“Siapa namamu? Aku Zhang Yixing.”

“Mm, maaf bahasa Koreaku agak kacau. Aku berasal dari China dan sedang belajar bahasa Korea. Kau dari Jepang, ya?”

“Mari kita belajar bersama bahasa Korea. Ayo, berjuang!”

“Saat aku sudah lancar mengucapkan bahasa Korea, aku berjanji akan belajar bahasa Jepang untukmu.”

“Kau juga harus berjanji setelah lancar mengucapkan bahasa Korea, kau akan belajar bahasa Mandarin untukku.”

“Aku mencintaimu. Maukah kau menerimaku?”

“Aku hanya ingin menjadi orang terakhir dalam hidupmu, Ageha. Aku hanya ingin hidup bersamamu, menemani hari tua bersamamu, dikelilingi oleh anak-anakku bersamamu, hingga akhir menutup mata bersamamu pula.”

“Ageha, maukah kau menikah denganku? Aku tahu ini terlalu cepat, tapi aku tak mau kau menoleh ke arah pria lain. Aku hanya ingin kau menjadi milikku saja.”

“Ageha, ada apa denganmu? Apa kau baik-baik saja?”

“Maafkan aku.”

“Kau mau tidak berjanji lagi? Jika kita telah sampai di hari pernikahan kita, maka kau dan aku harus memegang pohon sakura ini. Ini sebagai bukti bahwa kita akan selalu bersama hingga akhir tua nanti.”

Ucapan-ucapan pria itu masih terngiang di telinga Ageha. Gadis itu hanya bisa memejamkan kedua matanya, berusaha menahan sesak di dadanya. Berusaha menerima kenyataan yang ada bahwa pria yang cintai itu telah pergi meninggalkannya.

***

“Oppa.”

“Ne?”

“Hari ini nilai bahasa Mandarinku meningkat!”

Ageha megoyang-goyangkan sebuah amplop berwarna putih bersih berisikan nilai pembelajaran bahasa Mandarinnya selama sebulan ini tepat di depan wajah Yixing. Yixing mencoba mengambilnya dan mengeceknya, apakah yang dikatakan kekasihnya itu benar adanya atau tidak sama sekali.

“Woah,” takjub Yixing. “Kau hebat. Coba katakan satu kalimat untukku dalam bahasa Mandarin.”

Tampak, Ageha berpikir sejenak. “Gege, wo ia ni.”

Seketika, wajah Yixing langsung berubah menjadi kaget. Tak percaya jika Ageha benar-benar mengatakannya dengan sangat baik.

“Wo ye ai ni, Ageha.”

Sontak, wajah Ageha berubah menjadi merah padam. “Oppa!!”

“Aku serius mengatakannya,” ucap Yixing. “Maaf ya, bahasa Jepangku masih kacau. Aku belum bisa menunjukkannya padamu. Aku janji, aku akan  lebih giat belajar bahasa Jepang.”

“Sudahlah,” kata Ageha. “Oppa, hari ini aku ingin makan es krim.”

“Baiklah. Sesuai keinginanmu sebagai hadiah dariku karena telah berhasil mendapat nilai bagus bahasa Mandarin.”

“Oke!”

Ageha langsung mengacungkan jempolnya sambil berjalan mundur memandangi Yixing. Yixing hanya tersenyum. Namun, senyumnya langsung memudar ketika ia melihat sebuah truk datang dengan kecepatan tinggi. Sementara, Ageha masih berjalan mundur saat langkah kakinya sudah sampai tepi jalan raya.

BRAK!

Yixing membiarkan dirinya terpental dan jatuh tersungkur karena tertabrak truk berkecepatan tinggi itu setelah mendorong Ageha ke sebrang jalan. Ageha yang melihatnya langsung terdiam kaku. Tubuhnya tampak gemetaran. Ia tak memperdulikan luka dan darahnya yang mengalir dari dahinya. Ia hanya mempedulikan satu orang. Zhang Yixing.

“OPPAAA!!!”

***

Ageha masih menangis dengan tersendu-sendu. Tangannya masih menyentuh kulit batang pohon sakura itu dengan lemas.

“2 tahun lalu.. itu semua salahku. Kalau saja.. kalau saja.. aku tak berbuat seperti itu.. Oppa tak akan meninggalkanku seperti ini. Oppaa.. mianhae… ini semua salahku.. aku sudah belajar bahasa Mandarin untukmu. Kau.. kau tak perlu belajar bahasa Jepang untukku. Aku tak apa-apa.”

Perlahan, ia memandang cincin pemberian Yixing 2 tahun lalu sebelum kematiannya. Ia memandangnya lekat-lekat, kemudian ia menguburkannya tepat di bawah pohon sakura itu. Ia berniat menguburkan cincinnya  agar tidak selalu mengingat kenangan indah bersama Yixing yang hanya membuatnya semakin tersiksa.

Ageha mencoba menerka airmatanya. Tampak, kedua mata dan hidungnya memerah. Ia sudah berniat memulai lembaran baru. Kemudian, kedua bola mata bening Ageha memandang pohon sakura itu sejenak. Setelah puas, ia berjalan meninggalkan pohon itu.

Saat langkah kakinya sampai di tepi jalan raya, Ageha langsung menyematkan earphone di kedua telinganya. Ia ingin menghibur diri setelah tadi sebelum datang ke pohon sakura itu, ia datang ke makam Yixing. Hari ini adalah tahun kedua Yixing meninggalkan dunia ini.

Tampak, lampu hijau untuk pejalan kaki sudah menyala. Segera, Ageha melangkahkan kakinya sambil mendengarkan lagu dengan volume penuh. Tanpa disadarinya, sebuah truk berkecepatan tinggi mementalkan tubuhnya hingga jatuh tersungkur.

BRAK!

Kepala Ageha membentur sebuah tiang hingga berdarah. Cairan hangat dan bau karat dirasakan oleh Ageha. Ini seperti de javu. Ia ingat, kejadian ini pernah ia alami sebelumnya. Tampak, pandangannya mulai kabur dan berwarna putih berpendar. Ia merasa kini terasa ringan, sama sekali tidak terasa sesak di dadanya dan.. nyaman.

Bahkan, ia merasa seperti sudah tidak bernapas lagi.

***

Ageha membuka kedua matanya perlahan. Ia memandangi sekeliling yang ia lihat sebuah taman dipenuhi dengan bunga-bunga yang sedang bermekaran, pemandangan yang indah, dan sebuah bangku panjang. Ia merasa..

“Ageha.”

Ageha langsung menoleh. Tampak, ada rasa terkejut dalam dirinya. “Yixing oppa?”

Tampak, Yixing hanya tersenyum. “Lama tidak bertemu seperti ini.” Kemudian, Yixing mengajaknya duduk di sebuah bangku panjang itu sambil menggenggam tangan Ageha dengan erat. “Mulai saat ini, kita akan terus bersama.”

“Ta-tapi..”

“Cincinmu masih di sana,” ucap Yixing dengan lembut.

Ageha memandang cincin yang kini masih melingkar manis di jarinya. Ia tak menyangka bahwa ia benar-benar akan bertemu Yixing. Sementara, Yixing masih menggenggamkan tangannya sambil memejamkan kedua matanya. “Kita akan terus bersama selamanya.”

Ageha mulai mengikuti Yixing dan membalas genggaman tanagn Yixing. “Selamanya.”

Pada akhirnya, kebahagiaan di surga lebih kekal daripada kebahagiaan di dunia.

− FIN

Iklan

4 thoughts on “In Heaven

  1. Whoaaa keren li! Gue juga tdnya pengen buat ff castnya si Yixing >//<! Tapi belum ada ilham juga tentang dia huhu!
    Good job in heaven! keep writing ehehe^^d
    Coba lu baca lagi, ada typo di paragraf awal. lu perbaiki typonya biar yang baca ga bingung, soalnya gw sempet bingung tadi. hehe :3 Fighting!
    /terbangkelangitbarengChanyeol/

    1. wkwkwk, makasih~ {} gue kira ini ff gagal -.- wkwk SEMANGAT! 😀 hahah
      iya tuh, typo. gue ga sempet ngedit lagi, udah males 😐 wkwk
      makasih ya udah komen. :3 wkwk

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s