Connections

connection cover

Aeri_Tamie’s Script Writer

Casts : Byun Baekhyun (EXO-K Baekhyun); Lee Rihwa (OC-Riri)

Genre : Fluff, Romance Rated : PG-13 Length : Ficlet

Diclaimer : 20131226 © Aeri_Tamie

Note : Special fanfiction for Riri. ^^~ Okay, ini sebenernya saya mau bikin castnya beda, cuman saya kepikiran Riri yang tiap ketemu /ga tiap ketemu juga sih/ ngerengek request fanfiction castnya dia. Ga ke gue, ga ke beber, ga ke ana, dia minta request fanfition ke semua #Chingudeul -_- haha 😀 Ri, baca ga lu, terus kasih komen eaak. 😉 Bodo amat mau di mana juga, kalo bisa di blog komennya :3 uhuy~ Utang gua kelar eak, Ri~!! 😉

Happy reading! Don’t plagiarism! ^^

***

Hari ini, entah kenapa aku merasa aneh.

“Hmm, Oppa, kau di mana?” tanyaku dari sebrang sambungan telepon sana seraya menggigit bawah bibirku dengan ragu. Berharap tidak mendapatkan jawaban yang cukup mengejutkan darinya.

“Aku di Seoul, sayang.”

Seketika, aku merinding mendengar jawaban seperti itu. Satu kebiasaan burukku ketika ia memanggilku dengan sebutan ‘Sayang’. Bukan apa-apa, hanya saja aku merasa seperti sudah menjadi ‘istri’nya jika ia memanggilku begitu.

Aku hanya bisa menghelakan napas panjang. “Baekhyun Oppa, aku serius sekarang.”

Terdengar, tawa renyah miliknya mulai masuk ke telingaku. “Mianhae, ada apa memangnya kau bertanya seperti itu?”

“Mm,” kata-kataku mulai menggantung. Bingung harus menjawab apa, karena pada dasarnya aku sendiri juga tidak tahu mengapa aku bertanya seperti itu. “Gwenchanna, aku hanya bertanya saja.”

Tak ada jawaban dari sebrang sana. Aku tahu jika dia sedang berpikir.

“Kau aneh, Riri,” ungkap Baekhyun kemudian dengan nada aneh.

Aku sudah bisa bayangkan, kalau sekarang pasti ia berkata seperti itu dengan salah satu alisnya terangkat dan dahi yang berkerut. Dan sekarang, aku berubah menjadi gugup. “A-apa yang aneh dariku? Aku biasa saja kok.”

“Nah, kau mulai bohong.”

“S-siapa yang―”

“Aku tahu itu, Riri.”

“…”

Kurasakan, bulu kudukku mulai berdiri pertanda ini sudah mencapai maksimal –dalam hal berbohong. Baiklah, aku sendiri juga tak tahu mengapa aku melakukan hal ini. Ini terjadi secara refleks lantaran aku sedang bosan berada di atas pohon pinus yang kini daun mulai menghijau dan rindang berkat datangnya musim semi.

“Riri?”

Klik! Aku langsung memutuskan sambungannya secara sepihak. Jantungku tiba-tiba saja mulai berdegup dengan kencang. Pikiranku mulai kacau. Hari ini ada apa denganku? Kenapa? Entah sejak kapan, aku kini merasa seperti memiliki sesuatu yang terhubung –seperti koneksi aneh.

Dan sekarang, pikiranku mengatakan bahwa aku ingin bertemu dengannya. Aku merindukannya.

“Jadi, sejak kau menelponku kau sudah berada di sini?”

Aku mengerutkan keningku. Siapa? Dengan rasa penasaran, aku menoleh dan…

“Baekhyun Oppa?!”

Aku mendapati sesosok lelaki berwajah cute itu yang sedang duduk di sampingku dengan pandangan tak percaya. Aku mengerjapkan kedua mataku berkali-kali. Sementara, ia hanya tersenyum seraya memejamkan kedua matanya.

“Oppa! Bagaimana bisa kau berada di sini?” tanyaku heran sekaligus ingin tahu.

“Koneksi,” ujarnya singkat.

Aku masih memandangnya tak mengerti.

“Entah ada apa, aku seperti ditarik oleh magnet untuk datang ke sini. Aku pikir, aku akan menemukan sesuatu yang –entahlah, sulit untuk dijelaskan. Tapi, ternyata aku malah menemukan sesosok gadis yang sangat kukenali dengan baik.”

Kulihat, ia mengungklapkan semua itu seraya memandangku penuh arti dengan dagu yang bertumpu pada sikut tangannya dan mengerlingkan salah satu matanya dengan genit. Hal itu tentu saja mampu membuatku kehlangan oksigen. Segera, aku mengalihkan ara pandangku.

“Koneksi?” kataku dengan nada bertanya –atau semacam ambigu.

Kata-kata itu kembali terngiang di otakku. Kata-kata yang sama dengan apa yang kupikirakn beberapa menit yang lalu. Apakah ini disebut koneksi juga?

“Waeyo?” tanyanya padaku yang mampu membuyarkan lamunanku dengan pasti.

Kulihat, ia memandangku dengan lekat, seolah penasaran dan penuh antusias. Aku menggigit bawah bibirku, berusaha untuk bersikap seperti biasa. Oh, ayolah. Walaupun aku ini pacarnya, namun perasaan gugup seperti ini tak pernah bisa hilang.

“Beberapa menit yang lalu, aku juga memikirkan tentang koneksi.”

“Lalu?”

Aku terdiam, berpikir sejenak. “Apa kita diibaratkan seperti memiliki koneksi?” tanyaku. “Saat aku menelponmu, aku tidak pernah sekalipun berpikir untuk menelponmu. Makanya, saat tadi kau mengangkatnya aku sangat bingung hal apa yang ingin aku tanyakan. Dan, saat pikiranku mengatakan bahwa aku merindukanmu dan ingin bertemu denganku, kau bahkan sudah datang di hadapanku.”

Kali ini, kulihat ia tersenyum penuh arti. “Ternyata benar adanya kita memiliki koneksi,” ujarnya. “Koneksi itu seperti magnet ya.”

Kurasakan, angin musim semi mulai berhembus pelan, membelai wajahku dengan manis. Aku hanya bisa merasakannya dengan memejamkan kedua mataku. Sat aku kembali membuka kedua mataku, kini sesosok Byun Baekhyun sedang berada di hadapanku sembari menangkupkan kedua tangannya di kedua pipiku.

Aku hanya bisa menahan napasnya ketika kedua matanya menatapku tajam. Namun, bibirnya yang berwarna merah jambu itu menyunggingkan sebuah senyuman manis yang memiliki daya 1000 watt –menurutku hinga membuatku mampu bersemu merah.

“Aku senang kita memiliki koneksi. Itu artinya kau dan aku saling percaya. Dan, itu artinya kau juga mencintaku,” ucap Baekhyun padaku sambil menempelkan keningnya dengan keningku. “Saranghae, saranghae, saranghae.”

Aku tersenyum. “Nado, nado, nado.”

Cup! Sebuah ciuman dari Baekhyun tepat mendarat di salah satu pipiku yang sedang bersemu merah. Kemudian, ia memelukku dengan erat. Pelukan hangat yang sangat kurindukan. Aku hanya bisa memejamkan kedua matku seraya tersenyum dan membalas pelukannya.

Kemudian, ia melepaskan pelukannya dan mengajakku untuk bangkit dari dudukku sembari menggenggam tangaku dengan erat.

“Hari ini, ayo kita berkencan,” ajak Baekhyun padaku.

“Berkencan? Di mana?” tanyaku.

Tampak, Baekhyun berpikir sejenak. Aku juga mulai melakukan hal yang sama. Namun, wajah lucunya ia saat berpikir membuatku kadangkala tak mudah untuk berkonsentrasi. Untung saja, sebuah ide terlintas dipikiranku.

“Bagaimana kalau sungai Cheonggyecheon?”

Kami saling terdiam memandang satu sama lain setelah kami berdua mengungkapkan hal yang sama secara serempak. Beberapa detik setelah itu, kami langsung tertawa dan Baekhyun semakin mempererat genggaman tangannya.

“Benar-benar koneksi yang bagus,” ungkapnya sambil tersenyum padaku. Aku hanya membalasnya dengan anggukan kepala.

―FIN―

Iklan

4 thoughts on “Connections

  1. Hollaaa hallooo eonniii .__./ *datangtanpadiundang*
    Beb.. aku juga request ff dong castnya Chanyeol wkwk *dibuangkelaut*
    Aku iri sama Riri.. Baekhyun manggil nama aslinya T_T huwaa pengen jugaaa wkwk *abaikan*
    Great job.. can make me smile to imagine that story(?) 🙂 *ninggalinjejak*

    1. hallooooo~ /lambai2/ ‘-‘)/
      hmm, tunggu aja. lagi semedi/? mikirin ff yang lain. aeri jongdae aja belom kelar-kelar -__- muehehe~ 😀
      gue juga iri ama Riri T.T /lah?/ lagian, si riri ngerengek mintanya make nama dia. untung aja udah diubah nama koreanya jadi Rihwa. jadinya, panggilan sayang Baek buat Rihwa itu Riri. #eak
      tungguin aja bagian elu eaak 😉
      thank you buat komennya dan udah baca. hueheh 😀 jangan lupa baca sama kasih komen juga ya ff gue yang lain yang udah terbit. wkwk 😀

      1. Gw jadi pengen juga kaya Riri nih :p wkwk *loh?*
        iyee sangat ditungguuu! buat gw 2 ff yee xD ???
        Udah gw baca semuanya kok :3 , tp belum sempet baca yang Love Note ._.v huehehe..

      2. hueheheheh, ketauan kode wkwk
        harus satu -____- :p komen dong komen :3 huehehe 😀
        baca tuh love notenya, yang minta posting di blog siapa hayo? :p
        wkwk

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s