1-4-3

5_11_09_hirakawa_takeharu_79492

1-4-3

© Aeri_Tamie’s Script Writer

Casts : Silahkan bayangkan sendiri ._.

Note : cerita gajelas di buat di tengah malam dengan diselimuti udara dingin yang cukup membeku ketika musim hujan di iklim tropis -_-

***

Aku mulai mengerutkan dahiku. Mencoba berpikir buku apa yang hendak kucari. Selama 15 menit aku berkeliling rak perpustakaan sekolah seraya menenteng kartu perpustakaan milikku, berniat mencari buku dongeng yang cocok untuk dijadikan sebagai pementasan drama.

“Cari apa?”

Aku menoleh dan mendapati dia sedang berjalan ke arahku dengan pandangan bertanya. “Buku dongeng untuk pementasan drama kita. Aku benar-benar bingung.”

“Oh, begitu,” ungkapnya singkat.

“Ah iya, aku harus pergi ke tempat lain. Kau cari saja di sini dulu. Sampai nanti,” pamitku langsung seraya berbalik dan melambaikan tangannya tanpa menoleh ke arahnya sedikitpun.

Cih, gugup. Apa ini? Lagi-lagi, aku bersikap menyebalkan. Tidak percaya diri yang menimbulkan aku selalu bersikap acuh tak acuh dan sinis ketika di hadapannya. Aku sangat bersalah, padahal dia hanya bersikap biasa padaku.

Saat langkahku mulai menjauhinya, pandangan mataku terhenti pada satu buku yang teronggok di ujung rak buku.

“Ah!”

Aku kembali menoleh dan kini, dia sudah berada di belakangku seraya tersenyum. Senyum tulusnya yang mampu membuatku membeku dalam kurun waktu 10 detik. Sial, lagi-lagi!

“’Snow Maiden’. Keren juga,” ucapnya seraya menoleh ke arahku. “Bagaimana menurutmu?”

“Ya, terserah kau saja,” ujarku seadanya. Kemudian, aku berusaha menjauhinya. “Kalau begitu, lebih baik kau siapkan saja properti untuk drama kita nanti. Aku ada urusan di kelas ternyata. Dah!”

***

Aku menghelakan napas panjang ketika tanganku berhenti bergerak untuk menulis. Pekerjaanku sekarang adalah duduk di kelas untuk menulis naskah drama ‘Snow Maiden’ melalui buku dongeng yang baru saja lelaki itu temukan di rak perpustakaan sebagai buku resensi utama.

“Aaahh.”

“Hei!”

Aku tersentak kaget dan refleks menoleh ke arah lelaki itu yang datang entah darimana asalnya seraya membawa beberapa properti yang dibutuhkan untuk drama.

“Lengkap semuanya. Kau tahu, ini adalah rekor tercepat yang pernah kulakukan untuk mencari bahan-bahan properti drama kita,” ucapnya dengan nada bangga. “Hebat kan aku?”

“Iya,” kataku singkat.

“Hei, jangan bersikap sinis seperti itu! Memangnya apa salahku hah?”

Aku menoleh ke arahnya yang kini memasang wajah kesal seperti anak kecil yang tidak mendapat permen. Kini, wajah yang terpasang padaku adalah wajah terbodoh dan terpolos yang pernah kulakukan. Aku benar-benar bingung harus menghadapi lelaki ini seperti apa.

“Kau tidak melakukan kesalahan apapun kok,” kataku pelan. “Maaf kalau aku bersikap sinis padamu.”

“Aku mengerti itu kok,” ujarnya pelan. “Oh ya, periksa dulu barang-barangnya. Kalau ada yang kurang, laporkan saja padaku.”

“Ya.” Aku masih terfokus pada naskahku yang kini sudah memasuki kalimat terakhir.

Saat ia pergi meninggalkanku, aku melirik barang-barang itu sekilas. Semuanya memang lengkap, namun menurutku seperti ada yang ganjil diantaranya. Apa ya?

“Sudah kau periksa?”

Aku menoleh dan mendapatinya sudah berada di belakangku. “Sudah. Hmm, tapi..”

“Apa?”

“Aku merasa ada yang ganjil. Seperti ada satu barang yang tak diperlukan.”

“Ini maksudmu?”

img_0013

Kulihat, ia mengangkat sebuah pot bunga matahari yang sedang mekar. Aku mulai berpikir. Memangnya ada di drama ‘Snow Maiden’ properti berupa bunga matahari? Pikirku.

“Untukmu.”

“Untukku?”

Dan sekarang, aku benar-benar terkejut ketika ia menyerahkan pot bunga matahari itu padaku. Ia memberikannya seraya tersenyum. “Barang itu memang khusus untukmu,” ucapnya.

“Eh?”

“Ada pesan yang tersirat untukmu.”

Aku mulai meraba pot yang ternyata terselip sebuah kertas merah jambu yang tergores oleh tinta. Perlahan, aku mulai membacanya.

“1-4-3 I love you”

Heh? Dia menyukaiku?

― FIN ―

Iklan

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s