안녕

안녕 cover

© Aeri_Tamie’s Script Writer

Casts :

[Double Park]

Park Chanyeol (EXO-K’s Chanyeol)

Park Youngmi (OC)

Genre : Friendship, Drama, Romance ║ Rated : PG-17 ║ Length : Oneshot

Disclaimer : 20140303 © Aeri_Tamie

Note : Hello~ ^^ I’m back with the new ff. Special cast Chanyeol, because this’s request for Beber. Moga aja feelnya dapet, ini ngebut parah 😀 wkwk Happy reading, guys!

♫♫ Hyolyn – Hello Goodbye (Man From The Star OST)

***

Youngmi memandang nanar seorang pria dari kejauhan yang kini sedang berbicara dengan seorang gadis berparas cantik dengan rambut terurai dilengkapi oleh jepitan kecil berbentuk pita yang manis. Napas Youngmi semakin tercekat saat melihat pria itu kini mulai menggandeng gadis itu dengan tatapan yang tulus.

Ini salahnya. Ini semua kesalahan kecil miliknya yang kini sudah membesar.

***

“Youngmi-ya, Joohee mengajakku berpacaran.”

“Mwoya?”

Youngmi menatap pria yang kini sedang duduk berhadapan dengannya dengan pandangan tak percaya. Sementara, pria yang sedang memandangnya hanya tersenyum aneh. Perasaan gadis itu yang awalnya biasa saja, berubah seperti mendadak aneh ketika mendengar ucapan yang terlontar dari sahabatnya.

“Bagaimana ini, Youngmi-ya? Aku harus bagaimana?”

Youngmi melihat lelaki itu yang kini sangat terlihat frustasi. Kadang kala, gadis itu juga kasihan pada pria bertubuh tinggi bagaikan tiang listrik itu jika lelaki itu sudah memasang wajah frustasinya. “Terima saja, Chanyeolie. Katanya kau kan juga menyukainya.”

Chanyeol―atau Park Chanyeol, sahabat Youngmi sekaligus pria satu-satunya yang bisa mengisi hatinya langsung menatap Youngmi dengan pandangan ragu. “Benar?”

“Aih, kenapa kau jadi ragu begitu sih?” kata Youngmi balik bertanya seraya mendecakan lidahnya. Ia kalau tidak salah dengar, Chanyeol pernah bercerita kalau lelaki itu menyukai gadis bernama Choi Joohee. “Kau juga menyukainya, kan?”

“Yah. Tapi, apa tidak apa-apa?” tanya Chanyeol lagi.

“Huum,” ucap Youngmi singkat.

Namun, jawaban singkat itu bukan mewakili isi hatinya juga. Seketika, isi hatinya mendadak rumit dan sulit untuk dijelaskan.

***

“Heya, kau mau ke mana, Park Youngmi?”

Youngmi menoleh dan mendapati Chanyeol kini sedang berdiri di depan pintu kelasnya seraya membawa tas sekolahnya dan meminum segelas soft drink. Jika saja Youngmi bisa berkata jujur di depan Chanyeol, ia ingin sekali mengatakan bahwa pria itu sangat keren dengan gaya begitu.

Namun apa daya, Chanyeol kini bukanlah lelaki bebas yang bisa ia rangkul lagi, bukanlah lelaki bebas yang bisa ia ejek seperti dulu, bukanlah lelaki bebas yang bisa ia sandar setiap kali masalah datang menghampiri gadis itu. Bukan, Chanyeol bukanlah seperti itu lagi. Ia sudah menjadi milik orang lain.

“Rahasia,” ujar Youngmi dan kembali berbalik seraya terkikik jahil.

“Ck, kau sekarang mau bermain rahasia denganku. Tidak seru!” keluh Chanyeol sambil mendekati Youngmi.

“Kalau aku beritahu padamu, pasti kau akan ikut bersamaku. Lebih baik, kau pergi saja dengan pacar barumu!” gerutu Youngmi pelan.

“Kenapa kau jadi menggerutu begitu? Kan kau yang menyuruhku untuk berpacaran dengannya,” sahut Chanyeol dengan nada sebal.

Youngmi menoleh ke arah Chanyeol sembari berkata, “Habisnya…” Youngmi tiba-tiba terdiam menatap Chanyeol sebentar. Ia sadar, ia tak boleh berkata macam-macam. Kemudian, ia hanya bisa menghelakan napas panjang. “Ah, lupakan.”

Youngmi kembali berbalik dan berjalan pelan. Tidak boleh begini. Sahabatnya kini sudah memiliki seseorang yang cocok untuk dibuatnya bersandar ketika lelah bermain bola basket, dibuatnya bersandar ketika sedang membuat sebuah nada melalui petikan gitar kesayangannya, dibuatnya sebagai tempat untuk menghibur ketika sedang sedih, dibuatnya menuangkan semua kebahagiaannya yang ia rasakan, dan masih banyak lagi.

Air mata Youngmi ingin sekali mengalir, namun ia berusaha menahannya dan hendak berlari meninggalkan Chanyeol. Memang terdengar egois, tapi bisakah Chanyeol tetap berada di sisi sang gadis? Bisakah Chanyeol tidak berpaling ke arah gadis lain selain dirinya? Ingin sekali rasanya gadis itu memutar waktu untuk kembali ke masa lalu. Waktu di mana ia dan Chanyeol bisa saling merangkul, saling beradu kemahiran, saling tertawa bersama, bersedih bersama, dan tidak melakukan kesalahan kecil yang kini sudah membesar seperti ini.

Semua ini salahnya. Semua ini benar-benar kesalahannya.

Youngmi berusaha mempercepat langkah kakinya, berusaha menghindari lelaki itu demi isi hatinya yang semakin rumit. Namun, sebuah suara yang sangat ia kenal malah berhasil menghentikan langkahnya.

“Youngmi-ya, kuharap kau jangan pernah menangis sendirian.”

Dan, air mata gadis itu sudah mengalir bersamaan dengan berakhirnya ucapan Chanyeol yang menggema ke seluruh lorong kelas. Ia hanya mengangguk pelan tanpa berbalik memandang pria itu karena air matanya yang terus mengalir deras. “Ya.”

Air mata gadis itu semakin pecah saat langkah kakinya sudah sampai di sebuah balkon atap atas sekolah. Youngmi ingin menangis dan berteriak sekeras mungkin, mengeluarkan semua isi hatinya yang semakin perih. Namun, penyebab hati yang perih ini bukanlah salah siapapun. Ini kesalahannya. Ia telah salah dan kalah. Kalah dari semuanya.

Kadang kala, Youngmi selalu menyalahkan dirinya yang tak pernah bisa membaca situasi. Bagaimana bisa ia jatuh cinta pada pria yang nyatanya adalah sahabatnya sendiri? Bagaimana bisa pria itu juga sedang jatuh cinta, tapi bukan pada dirinya melainkan jatuh cinta pada orang lain? Semua ini membuatnya semakin rumit. Kenapa perasaan menggebu-gebu dan perih seperti ini bisa datang secara bersamaan? Tidak sadarkah bahwa seperti itu membuatnya lelah?

***

“Annyeonghaseyo, Ajumma.”

Seorang wanita paruh baya yang baru saja sedang merangkai bunga di kebunnya ketika pagi hari menoleh dan mendapati Youngmi sedang berdiri di salah satu sudut dekat bangunan toko bunga miliknya. “Ah, Youngmi-ya. Masuklah.”

Youngmi dengan sungkan masuk ke dalam rumah di samping toko tersebut. Toko bunga itu adalah toko bunga milik keluarga Park Chanyeol. Sejak Youngmi mengenal Chanyeol sejak kelas 3 SMP, kadang kala gadis itu mengunjungi toko bunga itu bersama Chanyeol. Maka dari itu, keluarga Chanyeol juga sudah mengenal dekat dengan Youngmi beserta keluarganya.

Tampak, Nyonya Min―Ibunya Chanyeol sedang sibuk. Terlihat sekali di mejanya penuh dengan bunga, kumpulan pita yang berwarna-warni, gunting, dan bahan-bahan lainnya sebagai menghias bunga.

“Sepertinya, Chanyeol masih tertidur pulas. Kau mau membangunkannya, kan?” tanya Nyonya Min pada Youngmi.

Youngmi tertawa kecil. “Sepertinya, kemarin adalah hari yang melelahkan hingga sampai sekarang belum bangun.”

“Kemarin anak itu memang pulang terlambat. Makanya, di hari sepagi ini ia belum bangun. Kau bisa pergi ke kamarnya kalau mau.”

“Algasseumnida, Ajumma. Saya akan membangunkannya.”

Dengan segera, Youngmi berbalik dan menaiki tangga menuju kamar Chanyeol. Saat memasuki kamar lelaki itu, kondisi kamar itu jauh dari kata rapih. Sebuah buku berantakan di mana-mana, pakaian-pakaian tergeletak di lantai, dan yang terutama si pemilik kamar malah ikut tertidur di lantai.

“Oh, Youngmi-ya?”

Youngmi berjongkok dan memandang Chanyeol yang kini baru saja setengah sadar. Tampak, kondisi lelaki itu juga sangat berantakan―yah, memang setiap bangun tidur selalu berantakan. Namun, ini benar-benar terlihat seperti pengemis yang baru saja terbangun.

“Kenapa kau tertidur di sini, Chanyeolie?” tanya Youngmi dengan nada heran. “Bangun! Sudah pagi!”

“Aah, malas,” ujar Chanyeol singkat. “Lagipula, hari ini kan libur.”

“Tapi, setidaknya bangun pagi itu bagus untukmu. Lagipula, lihatlah kamarmu sekarang. Sangat berantakan. Tahu?” balas Youngmi dongkol.

“Biarkan saja.”

“Tapi, tidak enak dilihat!” ucap Youngmi tetap bersikukuh. “Namun, bagaimana bisa kamar ini begitu berantakan? Apa yang kau lakukan semalam tadi heh?”

“Entahlah.”

Youngmi semakin kesal ketika melihat Chanyeol masih memejamkan kedua matanya dan hanya memjawab semua pertanyaan dengan seperlunya, ditambah lelaki itu tak kunjung terbangun dari tidurnya. Dengan kekuatan ekstra, gadis itu langsung mengguncangkan tubuh Chanyeol berkali-kali. “Park Chanyeol!!”

“Yaa!!”

Brukk!! Tanpa sengaja, Chanyeol bergerak ke arah tubuh Youngmi dan berakhir tubuh gadis itu terjatuh di atas tubuh Chanyeol. Namun, sepertinya juga wajah Chanyeol sama sekali tak menunjukan sisi keberatan atas kejadian ini. Malah kini Chanyeol mendekap gadis itu dengan erat. Bisa dipastikan wajah Youngmi mendadak merah padam. “Chanyeolie!”

“Ssstt, diam.”

Youngmi terdiam dan hendak melirik ke arah wajah Chanyeol yang jaraknya hanya beberapa sentimeter. Bahkan, dengan jarak sedekat itu Youngmi bisa mendengar detak jantung milik lelaki bertubuh tinggi itu. “Chanyeolie?”

“Aku merindukanmu.”

Blush! Wajah Youngmi semakin memerah. Namun, ia langsung menggeleng pelan. Oh, ayolah. Chanyeol sudah sering mengatakan hal itu, namun hanya menunjukan rasa kepedulian antar teman atau sahabat. Youngmi langsung berkata, “Kenapa kau mengatakan hal itu?”

“Karena aku sungguh merindukanmu.”

“Tapi, kau kan juga bisa mengatakan hal itu pada Joohee.”

Deg! Setelah Youngmi mengatakan hal itu, hati gadis itu mendadak mencelos. Ia sakit sekaligus berterima kasih pada perasaannya yang kini sudah menyadarkannya dan membangunkannya dari semua mimpi milik dunia fiksi otaknya.

Hening. Chanyeol juga tak berniat untuk membalas ucapan Youngmi. Ia hanya terdiam.

***

“Park Youngmi, kau tahu tidak, gadis bernama Choi Joohee itu sebenarnya sudah memiliki pacar sebelum ia mengajak Chanyeol berpacaran dengannya.”

Kalimat yang terlontar dari bibir Hyoae membuat Youngmi yang baru membaringkan kepalanya di atas meja langsung terlonjak kaget. Youngmi membulatkan kedua matanya pada Hyoae.

“Kau tahu dari mana berita itu, bodoh?” tanya Youngmi dengan nada sedikit tak percaya.

“Yaa!! Enak saja kau mengataiku bodoh!” seru Hyoae kesal.  “Tentu saja aku tahu. Aku ini memiliki banyak jaringan informasi,” ungkapnya kemudian dengan nada bangga.

“Andwae!” seru Youngmi pelan. “Mana mungkin!”

“Hmm, tapi, Youngmi-ya. Setahuku, Choi Joohee itu sudah lama berpacaran dengan kekasihnya itu sejak setahun yang lalu. Sebenarnya juga, dibalik Joohee mengajak Chanyeol berpacaran adalah hanya untuk memanfaatkan lelaki itu agar kekasih sebenarnya itu lolos kompetisi festival musik melalui instrument lagu ciptaan Chanyeol yang akan dikompetisikan minggu depan,” tutur Hyoae panjang lebar. “Sebaiknya, kau beritahu Chanyeol dahulu sebelum menghabisi Joohee.”

Namun, karena perasaan Youngmi yang mulai memuncak ketika mendengar cerita panjang dari Hyoae membuatnya hendak tak ingin mengindahkan saran teman semejanya itu. Ingin rasanya gadis itu menemui Joohee dan menghabisinya. Maka dari itu, Youngmi langsung berjalan keluar menuju tempat biasa Joohee berada, balkon atap sekolah.

“Youngmi-yaaa!! Kau mau ke mana?! Tidak bermaksud menemui Joohee, kan?!” teriak Hyoae panik.

Teriakan Hyoae yang Youngmi dengar hanya dianggap angin lalu. Ia benar-benar tak habis pikir. Mengajak berpacaran hanya untuk dimanfaatkan? Demi sebuah kompetisi festival musik? Dan, hendak memplagiat instrument lagu ciptaan Chanyeol? Cih, cara kotor. Youngmi semakin geram.

“Yaa!! Choi Joohee!”

Youngmi langsung berteriak keras saat langkah kakinya sudah sampai di tempat tujuan dan melihat sosok gadis cantik diantara para gadis-gadis yang biasa berkumpul di sana. Baiklah, sekarang ia harus membalas perbuatan gadis picik itu karena telah mengotori perasaan tulus milik sahabat sekaligus orang yang paling ia cintai, Park Chanyeol.

Sementara, Joohee menoleh dan memandang Youngmi dengan aneh. “Ada apa, Youngmi Agassi?”

Plakk!! Tanpa menjawab pertanyaaan yang terlontar dari bibir Joohee, Youngmi langsung melayangkan tangannya dan menampar pipi Joohee. Tampak, pipi gadis yang ditampar itu memerah. Joohee hanya bisa menatap Youngmi dengan pandangan tak percaya seraya memegang pipinya itu.

“Ige mwoya?!” teriak Joohee kesal. “Memangnya apa salahku―”

“Kau telah melukai sahabatku! Kau telah mengotori perasaan tulus sahabatku! Tahu tidak?!” teriak Youngmi seraya ingin menampar Joohee.

Namun, sebuah tangan menahan Youngmi sehingga gadis itu berbalik. Betapa terkejutnya Youngmi ketika tahu bahwa Chanyeol kini sudah berada di hadapannya.

Plakk!! Kini, tamparan mulai mengenai pipi Youngmi dengan tangan Chanyeol yang kokoh. Youngmi menatap Chanyeol tak percaya.

“Chanyeolie―”

“Aku tak pernah menyangka bahwa kau seperti ini. Aku padahal berusaha percaya padamu,” tukas Chanyeol dengan nada dingin. Tatapan matanya yang tajam seolah menghunus mata dan hati Youngmi.

“Chanyeolie, dengarkan―”

“Aku tak mau dengar penjelasan apapun darimu. Ini sudah menjelaskan semuanya,” ungkap Chanyeol lagi.

“Jebal, aku―”

“Aku menyesal memiliki sahabat sepertimu. Aku tak mau melihat wajahmu lagi. Aku membencimu.”

Jleb! Kini, bagaikan hati Youngmi tertusuk dan tercabik-cabik dengan sebuah pisau yang begitu tajam. Ia tak pernah menyangka bahwa kata-kata semacam itu akan terlontar dari bibir seseorang yang begitu ia cintai. Tanpa sadar, air matanya mengalir tanpa permisi dihadapan Chanyeol.

“Begitu ya?” ungkap Youngmi dengan nada pelan. “Baiklah. Terima kasih atas penyampaian perasaanmu yang cukup menyakitkan itu untukku. Padahal, aku melakukan ini juga demi dirimu.”

Dengan segera, Youngmi langsung berjalan cepat meninggalkan tempat itu dengan air mata berderai. Baiklah, ini sudah final. Sudah tak ada harapan lagi Youngmi akan mengharapkan Chanyeol.

***

Youngmi membereskan semua barang-barangnya yang akan hendak ia bawa. Sore ini, ia sudah berniat untuk pergi ke Busan untuk menemui neneknya dan hendak menginap selama beberapa hari. Saat wajah Youngmi terpantul cermin, ia memandang pipinya yang masih memerah. Pipi bekas tamparan Chanyeol.

Ia tersenyum miris saat ucapan Chanyeol kini terngiang di telinganya.

“Aku membencimu.”

Andai saja Chanyeol mau mendnegar penjelasan Youngmi, gadis itu yakin pasti Chanyeol tidak akan mengatakan hal yang menyakitkan seperti itu. Dan sekarang, ia resmi harus melupakan Chanyeol bagaimanapun caranya.

Drrtt… Tiba-tiba, getar ponsel mengagetkannya. Dengen segara, ia mengangkat ponselnya tanpa melihat nama si penelepon.

“Yeoboseyo?”

“Youngmi-ya, ini aku. Jongdae.”

Youngmi berpikir sejenak. Ah, iya. Kim Jongdae adalah temannya Chanyeol. Ada apa ia menelepon gadis itu? “Ya. Ada apa?” tanya Youngmi tanpa basa-basi.

“Kau tahu tidak, aku punya sebuah cerita.”

Hah? Ada apa sih dengan pria ini? Apa dia sama anehnya dengan Chanyeol? Youngmi mengerutkan keningnya sejenak. “Hah?”

“Kuharap, kau mau mendengarkannya. Suatu hari, ada seorang pria yang rela berteman dengan seorang gadis yang ia sukai. Ia rela menjadi sahabat gadis itu agar ia bisa mengenal gadis itu lebih dekat. Ia rela menciptakan sebuah instrument lagu untuk gadis itu dan akan ditampilakn di kompetisi festival musiknya. Bahkan, ia rela memanas-manasi gadis itu dengan mengatakan bahwa ia menyukai gadis lain. Namun, reakis gadis itu malah justru menyuruhnya berpacaran dengan gadis lain. Hingga, suatu hari lelaki itu mengacak-acak kamarnya sendiri karena saking frustasinya gadis itu menyuruhnya memacari gadis lain. Kini, ia sedang meruntuki dirinya sendiri karena menyesal telah mengatakan bahwa ia membenci gadis itu sebelum mendengar semua penjelasan darinya.”

Youngmi terdiam mendengar cerita panjang dari Jongdae. Apa ini? Apa maksud ‘gadis itu’ adalah dirinya? Jadi, selama ini?

“Kau bisa datang ke balkon atap sekolah sekarang? Lelaki itu membutuhkanmu.”

Klik! Sebelum Jongdae menyelesaikan ucapannya, Youngmi sudah menutup ponsel dan berlari keluar.

Park Chanyeol. Kau memang laki-laki bodoh, pikir Youngmi.

***

“Park Chanyeol bodoh!!”

Youngmi berteriak saat langkah kakinya telah sampai di balkon atap sekolah. Ia memandang sekeliling, berusaha mencari sesosok lelaki bertubuh tinggi itu. Namun, ia tak melihat siapapun. Apa sekarang Jongdae baru saja berbohong? Dan, apa sekarang ia telah dipermainkan? Cih.

“Youngmi-ya?”

Youngmi menoleh dan mendapati kini Chanyeol memandangnya dengan penampilan yang begitu urakan.

“Chanyeolie?”

Tanpa aba-aba, Chanyeol langsung merengkuh dan memeluk tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Hati Youngmi kini seolah disiram oleh air dingin. Tubuhnya tampak terdiam kaku. “Chan-Chanyeolie, aku―”

“Diam. Jangan katakan apapun. Aku ingin mengeluarkan semuanya,” tukas Chanyeol pelan. “Aku menyukaimu. Aku mencintaimu. Maaf, maaf, walaupun aku berusaha mengenalmu, pada akhirnya aku belum mengenalmu seutuhnya. Seharusnya, aku mendengar penjelasan darimu dulu.”

Youngmi terdiam, kemudian memandang Chanyeol dengan pandangan khawatir. “Gwenchanna?” tanya Youngmi pelan ketika Chanyeol langsung menarik napas panjang. Sepertinya, tadi ia bicara dalam satu tarikan napas.

Chanyeol mengangguk pelan, kemudian memandang Youngmi dengan intens. “Apakah hatimu sudah terbuka untukku?”

Youngmi tak bisa berkata apapun. Kedua matanya mulai berkaca-kaca. “Aku selalu menunggumu. Kenapa kau baru datang sekarang?”

Chanyeol tersenyum lega seraya kembali merengkuh gadis itu. “Maaf, aku pikir hatimu belum terbuka untukku. Maaf karena membuatmu menunggu terlalu lama. Saranghae, nan neol saranghae.”

Youngmi tersenyum dan membalas pelukan Chanyeol. “Neol saranghae. Neol saranghae.”

―FIN―

Iklan

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s