Love Note : 6th Love & Dust

love note cover kim jongdae chen

© Aeri_Tamie’s Script Writer

Casts : Song Aeri; Kim Jongdae (EXO-M’s Chen); Cho Kyuhyun (Super Junior’s Kyuhyun); Shin Yeonjoo

Other Casts : You can find it in here ^^

Genre : Romance, Drama, Friendship, Comedy Rated : PG-17 Length : Chapter

Disclaimer : 20131025 © Aeri_Tamie

Previous Chapter :

1st Unexpected 2nd (Really) Unexpected 3rd Complicated 4th Let’s Play 5th Grey Paper

Note      : The next chapter special cast Super Junior’s Kyuhyun and EXO-M’s Chen has coming! Kkk~ 😉 Ini kayanya bakalan jadi ff panjang, soalnya pas saya jabanin jadi lebih dari 10 chapter O_O Yah, gitulah. 😀 Saya sudah bingung mau menjelaskan apalagi. Semoga aja suka dengan fanfiction ini. Don’t forget, give me a review please. Because, your review like oxygen. Happy reading, guys! ^^

***

»  Story 6 : Love & Dust

“Hyung, kau di mana?”

Kyuhyun terdiam sejenak saat mendengar ucapan Jongdae yang terdengar serius melalui ponselnya. “Aku sedang bersama Aeri di sebuah coffee shop. Ada apa memangnya?”

Saat ini, Kyuhyun dan Aeri memang sedang menikmati segelas kopi hangat setelah sekian lama Kyuhyun mengajak Aeri pergi entah ke mana dengan mobil sport merahnya hingga terjadi sebuah ‘kecelakaan’ kecil. Yah, hal itu cukup membuat Aeri kesal karena Kyuhyun telah mengajaknya ikut dalam bahaya.

Kyuhyun mengernyitkan keningnya karena tak kunjung mendengar jawaban dari Jongdae. “Jongdae-ya?”

Akhirnya, terdengar suara Jongdae yang berdeham pelan. “Kuharap, kau dapat datang ke kafe dekat kampus nanti sore. Kita akan bicara lagi nanti.”

Tut! Sambungan telepon langsung terputus secara sepihak oleh Jongdae. Kyuhyun hanya bisa memandangnya dengan pandangan tak mengerti.

“Nuguya?” tanya Aeri akhirnya setelah sekiam lama terdiam karena menyaksikan deretan adegan demi adegan reaksi wajah Kyuhyun ketika menerima telepon.

“Jongdae. Sepertinya, ada suatu hal yang ingin dibicarakan denganku.”

Aeri terdiam dan berpikir sejenak. Jongdae memiliki urusan dengan Kyuhyun? Tentang apa? Pikir Aeri dengan dahi berkerut. Yah, lagipula bukan urusannya. Untuk apa ia ingin tahu? Pikir Aeri lagi seraya mengangguk pelan. “Ya, ya, ya, itu urusanmu dan aku tak mau ikut campur.”

“Lagipula, siapa yang menyuruhmu untuk ikut campur urusanku?” balas Kyuhyun dengan nada sakartis.

Skak mat. Sial, umpat Aeri dalam hati. Rupanya Kyuhyun ingin membalas dendam pada gadis itu setelah kejadian di mobil. Padahal kan, ia hanya bermaksud baik. Tapi, malah ditanggapi seperti itu dan berakhir seperti ini. Dasar Cho Kyuhyun menyebalkan! Aeri langsung menggerutu pelan seraya menyeruput caramel macchiato yang masih panas.

“Entah hanya perasaanku saja atau ada sebab lain, sepertinya sejak awal kau tidak suka pada Joo.”

Uhuk! Aeri langsung terbatuk keras karena tersedak minumannya berkat pernyataan Kyuhyun yang terlontar cukup mengejutkan. Langsung saja, gadis itu menepuk-nepuk dadanya dengan keras. Sementara, Kyuhyun yang melihat itu hanya bisa memandang aneh seraya menepuk-nepuk punggung Aeri.

“Kau ini kenapa sih? Minumlah pelan-pelan. Aku juga tidak akan merebut minumanmu kok,” ungkap Kyuhyun. “Aneh. Jadi, apa itu benar?”

“Aniyo!” seru Aeri dengan nada tak terima, walaupun dari lubuk hati terdalamnya ia sangat membenarkan ucapan Kyuhyun. “Andwae!”

“Geojitmal,” sahut Kyuhyun sakartis.

“Aniya!”

“Kalau begitu, bagaimana bisa kau terlibat dalam permainan ‘Love Note’? Tanpa ada suatu perasaan kecil dan tanpa ada unsur kesengajaan adalah hal yang tak mungkin dalam permainan ini.”

“Tapi, aku tidak membencinya!” seru Aeri lagi.

“Lalu,” Kyuhyun mengantungkan ucapannya. Kemudian, ia mendekatkan wajahnya pada Aeri. “Apa kau meyukai Jongdae?”

“Mworago?!” teriak Aeri. Ia tak habis pikir. Bagaimana bisa pertanyaan aneh itu meluncur dari bibir orang menyebalkan seperti Kyuhyun. “Jongdae itu sahabat sekaligus seniorku. Enak saja aku menyukainya!”

“Kalau begitu, siapa?” tanya Kyuhyun dengan nada mengintrogasi.

Aeri berpikir keras. Menjawab dan mengatakan bahwa ia menyukai pria berkulit putih itu sama saja dengan melakukan bunuh diri. Oh ayolah, lagipula jika ia mengakui perasaan sesungguhnya, belum tentu pria itu akan mendengarkannya. Jadi, aku harus menjawab apa? Pikir Aeri lagi.

“Untuk apa kau perlu tahu? Ini kan urusanku dan kau tak berhak untuk ikut campur,” jawab Aeri kemudian setelah menghelakan napas panjang dan menatap Kyuhyun tajam.

Dan, untuk pertama kalinya Kyuhyun tak membalas ucapannya lagi.

***

“Jongie.”

“Hmm?”

“Gwenchannayo?”

Jongdae memandang Yeonjoo sekilas, kemudian matanya kembali fokus ke arah jalan raya seraya tersenyum. “Ne.”

Kini, Jongdae sedang menyetir menuju Seoul setelah kembali dari Incheon untuk mengantar Yeonjoo ke pemakaman mendiang Choi Minwoo ―mendiang kekasih Yeonjoo. Ini pertama kalinya Jongdae menyetir mobil setelah sekian lama tak pernah ia lakukan. Karena, biasanya ia selalu mengendari sepeda menuju kampusnya. Dan, ini juga pertama kalinya ia pergi ke luar kota bersama Yeonjoo. Maka dari itu, wajahnya terlihat senang.

Tampak, wajah Yeonjoo yang muram itu hanya menundukan kepalanya. “Mianhae. Lagi-lagi, aku telah membuatmu terluka.”

“Aniyo,” elak Jongdae. “Lagipula, kau sudah cukup lama larut dalam penderitaan. Biarlah kali ini kau merasakan kebahagiaan. Aku tahu, selama 5 tahun terakhir ini kau hanya bisa menangis dalam diam.”

Perlahan, senyum Yeonjoo muncul setelah seharian ini menghilang. “Terima kasih atas semua, Jongie. Dan..” Yeonjoo menarik napas panjang sesaat. “Maafkan aku karena telah membuatmu terluka.”

Pria itu hanya membalas ucapan Yeonjoo dengan anggukan dan senyuman. “Arraseo,” ucapnya pelan. “Ah, Noona sebentar lagi kita akan sampai di Seoul. Istirahat saja.”

“Ne,” jawab gadis itu pelan.

Jongdae tersenyum dan kembali terfokus pada jalan. Sesekali, ia menghelakan napas panjang ketika pikirannya tentang Yeonjoo, perasaan dari hati kecilnya, dan juga mendiang Choi Minwoo. Kali ini, ia tak boleh egois. Ia harus rela demi gadis yang ia cintai apalagi ketika teringat mendiang Choi Minwoo yang begitu mencintai gadis itu. Luka dan penderitaan yang dimiliki oleh gadis itu jauh lebih besar ketimbang miliknya.

Yah, sekarang ia harus rela dan harus membuat Yeonjoo bahagia.

“Noona, kau mau tidak pergi ke Lotte World besok?”

***

Sekitar jam 14.00 KST, Aeri langsung berlari kecil menuju asrama dan membuka pintu apartemennya. Hari ini rasanya cukup melelahkan. Padahal, aktivitas  gadis itu hari ini tak begitu padat mengingat hari ini adalah hari Sabtu. Namun, karena ia dapat agenda tambahan mendadak yaitu menemani Kyuhyun dan disertai perdebatan membuatnya terasa lelah.

Segera, gadis itu menutup pintu asramanya dan terjun menuju sofa kecil kesayangannya. Ah, seperti sudah berapa hari tak bertemu. Lelah sekali rasanya. Ia ingin sekali memejamkan matanya sejenak mengingat saat ini sudah memasuki pertengahan musim semi. Sudah pasti, angin sepoi-sepoi akan menemaninya dan menghipnotisnya untuk tertidur.

“Ri-yaaa!!”

Brukk!! Belum lama Aeri hendak tertidur pulas, suara nyaring milik Youngmi berhasil membuat ruangannya pecah dari kesunyian. Untung saja, gadis itu tak jatuh dari sofa saking kagetnya. Aeri menoleh dan mendapati Youngmi sedang membuka pintunya.

“Mwo?” ucap Aeri dengan malas. “Jika Joohwa mencariku, katakan saja aku tidur!”

“Jongdae yang mencarimu saat ini.”

Aeri terdiam dan berpikir sejenak. Jongdae? Untuk apa ia mencarinya? Bukannya nanti ia memiliki urusan dengan Kyuhyun? Pikir Aeri. Ah, sudahlah. Temui saja orang itu. Kalau tidak ditemui, yang ada Jongdae akan menganggu hidupnya terus. “Di mana dia?”

Youngmi berpikir sejenak seraya meminum jus apelnya. “Hmm, kalau tidak salah di taman bermain anak-anak dekat sini.”

Akhirnya, Aeri datang ke taman bermain anak-anak dengan malas. Tampak, gadis itu sesekali menguap karena mengantuk ditambah dengan hembusan angin musim semi yang lembut membuatnya semakin ingin kembali ke asrama dan tertidur pulas.

“Ri-ya!”

Aeri mempertajam pandangannya dan mendapati Jongdae sedang duduk di dekat ayunan. Dengan segara, gadis itu berjalan menghampiri Jongdae dan duduk di kursi ayunan.

“Ada apa? Bukannya kau akan memiliki urusan dengan Kyuhyun Oppa?” tanya Aeri malas. “Langsung saja ke intinya karena aku ingin tidur.”

“Kau habis darimana sih memangnya?” tanya Jongdae heran saat melihat Aeri tiba-tiba meringkuk dan memeluk rantai ayunan seraya bersandar dan memejamkan matanya.

“Aku diajak Kyuhyun Oppa entah ke mana dengan mobil sport merah berkecepatan tinggi hingga terjadi sebuah kecelakaan kecil. Lalu, diajak berdebat hingga bosan dan melelahkan,” cerita Aeri panjang lebar. “Aku lelah berdebat dengan orang itu.”

Jongdae tertawa renyah ketika mendengar cerita Aeri. Namun, ia kembali diam dan terfokus pada topik yang ingin ia utarakan pada Aeri. “Ri-ya, aku sudah mendapatkan white note.”

“Mwo?!”

Jongdae melihat Aeri yang kini terlonjak dari duduknya seraya memandang pria itu dengan tatapan tak percaya. Sebenarnya, pria itu sudah menduga bahwa hal itu akan terjadi. Ya, itu semua karena topik pembicaraannya sudah penting. Kini, gadis itu resmi sadar sepenuhnya ketika mendengar pernyataan Jongdae. Dan, Aeri tahu siapa maksud ‘ia’ dalam ucapan Jongdae. Siapa lagi kalau bukan Shin Yeonjoo. “Kau.. tak mungkin meminta itu kan?” tanya Aeri.

“Aku memang sudah diberikan white note, Ri-ya,” ungkap Jongdae. “Kalaupun ia tak memberikanku white note, aku juga akan tetap memintanya sekarang.”

“Kenapa?” tanya Aeri heran seraya kembali duduk di kursi ayunannya. “Heh, perasaan yang kau pertahankan untuknya selama 4 tahun itu hanya sia-sia saja kalau begitu!”

Jongdae terdiam sejenak. “Ini juga karena Minwoo Hyung, Ri-ya.”

Aeri kembali mengerutkan keningnya. Wajahnya semakin menunjukkan ekspresi wajah bingung.  Kenapa jadi berbelit seperti ini sih? Siapa lagi itu? batin Aeri tak habis pikir. “Minwoo? Siapa lagi orang itu?”

Jongdae menghelakan napas pendek, kemudian mulai bercerita, “Minwoo Hyung adalah mantan kekasih Joo Noona. Selisih umurnya sekitar 4 tahun.”

“Jadi, sekarang umurnya sudah 27 tahun?” tanya Aeri.

Jongdae mengangguk. “Ya. Kalau ia masih hidup. Tapi, ia sudah meninggal sekitar 5 tahun yang lalu dan hal itu sempat membuat Joo Noona frustasi dan mengalami depresi.”

Aeri tertohok. Dengan segara, ia memandang Jongdae kaget. “Kira-kira, kenapa ia bisa meninggal?”

Jongdae menggeleng pelan. “Entahlah. Banyak yang bilang kalau ia kecelakaan saat ingin pergi ke bandara menuju Jepang. Atau, kecelakaan dengan mobil berkecepatan tinggi. Yang tahu kejadiannya secara spesifik hanya Joo Noona dan aku tak berani bertanya tentang hal itu.”

Aeri menggelengkan kepalanya pelan. Hebat. Gadis semacam Yeonjoo bisa dicintai semua orang di sekelilingnya. Sebenarnya apa sih rahasianya? Pikir Aeri heran. “Lalu, inti dari pembicaraan ini apa?”

Jongdae menghelakan napas sejenak, kemudian memandang Aeri. “Ayo, bahagiakan gadis itu.”

“Apa?”

“Besok aku ingin mengajaknya ke Lotte World. Dan, aku akan membahagiakannya.”

“Apa maksudmu?”

Jongdae tersenyum simpul. “Kau akan tahu nanti.”

***

Ucapan Jongdae terus terngiang di telinga Aeri hingga sore menjelang malam. Hal itu membuat Aeri tak bisa konsentrasi belajar. Kepalanya juga terasa sakit.

“Kau kenapa?” tanya Yoora saat melihat teman sebelah kamarnya sedaritadi hanya mengerutkan dahinya sembari mengerjakan tugas terakhirnya di ruang khusus berkumpul para penghuni asrama. “Jaga kesehatanmu, Ri-ya. Angin musim semi kadang tak bagus untukmu.”

“Arra,” jawab Aeri sekenanya. “Kepalaku hanya sakit.”

“Sudahlah. Hentikan dulu mengerjakan tugasnya dan tidur. Wajahmu agak pucat, tahu tidak?” sahut Hyoae ―gadis penghuni asrama sebelah Youngmi tiba-tiba seraya duduk di atas sofa.

“Apa kemarin kau begadang lagi?” tanya Youngmi.

“Aniyo.” Aeri menggeleng pelan. “Kemarin aku istirahat dengan cukup. Jadi, tak mungkin sekarang aku sakit.”

“Baiklah, terserah dengan apa yang kau katakan. Lagipula, aku tak peduli,” ungkap gadis yang duduk tak jauh dari Aeri dan pernyataan semacam itu ―tentu saja membuat gadis itu terhenyak.

“Lee Rihwa menyebalkan,” gerutu Aeri pelan. “Riri menyebalkan!”

Drrtt.. Tiba-tiba saja, ponsel Aeri bergetar. Segera, Aeri merogoh sakunya dan menatap layar ponselnya. Kedua matanya seketika membulat ketika tahu siapa yang menelepon. Cho Kyuhyun. Seraya melompat-lompat kegirangan, ia langsung berlari menuju balkon asrama.

Sementara, teman-teman gadis itu hanya menatap Aeri dengan pandangan setengah curiga dan menebak-nebak.

Hyoae langsung angkat suara, “Aku berani bertaruh kalau―”

“Kyuhyun Sunbae yang menelepon,” tukas Rihwa.

“Mwoya?!” teriak seluruh teman-temannya dengan nada suara rendah.

Di sisi lain, Aeri langsung mengangkat teleponnya. “Yeoboseyo?”

“Ri-ya, ayo kita ke Lotte World besok sebagai pemenuhan permintaanmu melalui blue note.”

“Jinjja?” tanya Aeri dengan nada tak percaya. “Besok kita ke Lotte World? Jeongmal?”

“Hmm,” balas Kyuhyun. “Besok, aku akan menjemputmu di depan asrama. Arra?”

“Ne!!” seru Aeri keras karena perasaannya mulai berbunga-bunga. “Baiklah. Sampai jumpa besok!”

Klik! Aeri langsung menutup teleponnya dan bersorak gembira. “Yeah! Besok hari kebahagiaanku!!” seru Aeri sambil melompat-lompat kegirangan sembari menuju ke ruang berkumpul para penghuni asrama.

Semua orang yang mendengar hal itu hanya bisa merespon dengan memutarkan kedua bola matanya jengah.

“Oh, ayolah Ri-ya. Masihkah kau mengharapkan pria menyebalkan itu?” tanya Youngmi dengan nada tak percaya.

“Bagaimana bisa kau menyukai orang itu sih?” Kali ini, Hyena angkat suara. “Kalau aku pilih antara Cho Kyuhyun dan Kris Wu, sudah pasti awalnya aku memilih Cho Kyuhyun lalu beralih ke arah Kris Wu. Dan, pada akhirnya aku akan memilih Appa-ku.”

“Heii!! Kris Wu kan memang kekasihmu, Hyena-ya!” timpal Hyoae dengan wajah malas. “Kalau begitu aku juga lebih baik memilih Luhan Gege!”

“Yaakk!! Kalian ini kenapa jadi membanding-bandingkan sih?” tanya Aeri mulai dongkol.

“Lalu, bagaimana nasibnya dengan Jongdae Sunbae?” celetuk Yoora seraya memandang Aeri ingin tahu.

Aeri langsung memasang wajah tak terima pada Yoora dan menggerutu, “Apa hubungannya antara aku dan… Jongdae..” Aeri langsung memelankan suaranya dan berpikir.

Entah kenapa, ia tiba-tiba teringat Jongdae. Pikirannya berputar-putar. Ia berusaha mencerna apa yang terjadi sekarang. Jongdae dan Kyuhyun. Ia tahu, mereka memang memiliki hubungan sebagai senior dan junior. Namun, ini terasa aneh. Kenapa tiba-tiba Kyuhyun mengajak Aeri ke Lotte World? Padahal, masih ada hari lain. Dan juga, Jongdae juga hendak mengajak Yeonjoo ke Lotte World besok. Ada apa ini?

Kedua mata Aeri  langsung terbelalak saat ia telah menyadari sesuatu. Kini, ia teringat ucapan Jongdae tadi siang.

“Ri-ya, aku sudah mendapatkan white note.”

“Ayo, bahagiakan gadis itu.”

“Besok aku ingin mengajaknya ke Lotte World. Dan, aku akan membahagiakannya.”

Tiba-tiba juga, ia teringat ucapan Kyuhyun tadi siang saat ia masih berada di coffee shop bersama pria itu.

“Nuguya?”

“Jongdae. Sepertinya, ada suatu hal yang ingin dibicarakan denganku.”

Tanpa aba-aba, Aeri berlari ke kamar asramanya dan menutup pintu kamarnya. Kemudian, tangannya dengan cepat mencari kontak nama Jongdae dan meneleponnya dengan perasaan campur aduk. Kini, ia sudah sadar sepenuhnya.

“Yeoboseyo, Ri-ya?”

“Apa rencanamu sebenarnya?” tanya Aeri tanpa basa-basi.

“Mworago?” tanya Jongdae dengan nada tak mengerti.

“Tak ada waktu untuk pura-pura tidak tahu, Tuan Kim,” sahut Aeri dengan nada sakartis. “Apa tujuanmu sebenarnya mengajak Yeonjoo Eonni pergi ke Lotte World besok? Lalu, apa topik pembicaraan yang telah kau sampaikan pada Kyuhyun Oppa? Apa ini semua sudah menjadi rencanamu?”

Hening sejenak. Kemudian, terdengar helaan napas panjang dari sebrang sana. “Mianhae. Karena aku pikir aku sudah tak bisa melanjutkan permainan ‘Love Note’ ini, Ri-ya. Aku harus membuat rencana ini.”

“Hanya karena itu, kau melakukan ini semua?!” seru Aeri dengan nada tak terima. “Kau mau menyia-nyiakan perasaan terpendammu selama 4 tahun itu?! Dan juga, kalau kau melancarkan rencana hal itu, kau sama saja bunuh diri. Tahu tidak?! Dan yang paling penting adalah,” Aeri menelan ludahnya sejenak. “Kita akan menjadi debu.”

“Aku pikir tak masalah selama gadis yang kucintai bahagia,” jawab Jongdae singkat yang membuat Aeri semakin tak percaya.

“Jongdae-ya! Apa sih yang―”

“Sekarang aku tanya padamu, Ri-ya!” seru Jongdae menukas ucapan Aeri. “Apa kau sungguh mencintai Kyuhyun Hyung?”

“Tentu saja a―”

“Kalau begitu, lepaskan dia dan biarkan dia bahagia bersama orang yang ia cintai.”

Hati Aeri langsung mencelos. Ia tak menyangka bahwa Jongdae akan mengatakan hal itu. Ia pikir, Jongdae akan mendukungnya dan memperjuangkan cinta mereka melalui ‘Love Note’. Nyatanya, tidak. Entah kenapa, Aeri jadi membenci situasi ini. Ia membenci semuanya yang terjadi pada dirinya.

“Ri-ya?” Jongdae membuyarkan lamunan gadis itu.

“Kau tak memikirkan perasaanku? Aku ini juga manusia yang memiliki perasaan,” ungkap Aeri dengan getir. “Aku sudah berjalan sampai ke titik ini dengan ‘Love Note’ demi Kyuhyun Oppa. Dan, kau mau membuatku menjadi debu dengan rencana konyolmu?”

“Tapi, apa untuk saat ini perasaanmu masih dipedulikan jika Joo Noona maupun Kyuhyun Hyung sudah saling mencintai? Maaf, aku bukannya menyepelekanmu. Tapi, aku sendiri sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi selain ini,” jelas Jongdae.

“Sial, aku membencimu,” desis Aeri.

“Baiklah. Kau boleh membenciku, tapi setidaknya kau tidak boleh merusak rencanaku besok. Aku tak ingin rencana yang sudah kupikirkan sejak kemarin gagal karena dirimu.”

“Kau menyebalkan! Dasar orang apatis yang menyebalkan bernama Kim Jongdae! Aku sungguh membencimu!”

Klik! Aeri langsung memutuskan teleponnya secara sepihak. Tampak, napasnya tak beraturan. Gadis itu berusaha menahan airmatanya agar tidak jatuh. Ia tahu, sekarang adalah efek samping dari permainan ‘Love Note’. Sakit hati, kesedihan, rasa ketidak adilan dan sebagainya tercampur menjadi satu perasaan besar yang sulit untuk dijelaskan.

***

Keesokan harinya, Aeri sudah berdiri di depan cermin seraya memandang penampilannya karena sejak semalaman ia tidak bisa tidur. Tampak biasa saja. Padahal, jika ia akan pergi bersama Kyuhyun biasanya ia akan mengeluarkan semua pakaiannya dan berusaha terlihat cantik. Namun, kali ini tidak. Wajahnya juga sudah terlihat muram walaupun pagi ini tampak cerah.

Karena, ia tahu. Sebentar lagi, perasaan kecilnya akan menjadi debu karena terlalu lama dipendam.

“Ri-ya, kajja!”

Aeri langsung berlari kecil menuju mobil sport Kyuhyun dan masuk ke dalam mobil tersebut dengan wajah lesu. Kyuhyun yang melihat itu hanya memandang heran. Dengan segera, tangan pria itu memegang kening sang gadis. Aeri hanya kaget sesaat, kemudian tubuhnya kembali tampak melemas.

“Kau sakit?” tanya Kyuhyun.

Aeri menggeleng pelan. “Aniyo.”

“Kalau kau sakit, kita bisa pergi lain waktu. Benar tidak apa-apa? Wajahmu terlihat pucat dan lesu,” ungkap Kyuhyun dengan nada sedikit cemas.

Aeri terdiam dan memandang Kyuhyun sejenak. Kemudian, ucapan Jongdae tadi malam kembali terngiang di telinganya.

“Baiklah. Kau boleh membenciku, tapi setidaknya kau tidak boleh merusak rencana besok. Aku tak ingin rencana yang sudah kupikirkan sejak kemarin gagal karena dirimu.”

“Nan gwenchanna. Ne, nan gwenchanna,” ucap Aeri cepat seraya mengangguk pasti. “Ayo, jalan.”

Perlahan, mobil sport merah milik Kyuhyun melaju pergi meninggalkan asrama tempat Aeri tinggal. Selama perjalanan, Aeri terus saja diam tanpa suara. Sementara, kondisi Kyuhyun malah berbanding terbalik. Pria itu terus saja bicara dan gadis itu tak menanggapi. Otak gadis itu rupanya selalu berpikir. Ia sudah waktunya, pikir Aeri. Sudah waktunya kau lepaskan Cho Kyuhyun, Ri-ya.

“Ri-ya?”

Aeri menoleh ke arah Kyuhyun. “Ne?”

“Kita sudah sampai,” jawab Kyuhyun. “Sepertinya, kau benar-benar sakit. Apa kita pulang saja?”

“Ani, ani,” sahut Aeri sembari menggeleng pelan. “Kita sudah sampai dan sangat disayangkan bila kita langsung pulang, Oppa. Lebih baik, kita masuk saja. Ayo.”

Perlahan, senyum Kyuhyun mengembang. “Baiklah, ayo!” ajak Kyuhyun sambil menggambit tangan Aeri.

Aeri hanya terdiam ketika melihat hal itu. Hanya kali ini saja tanganmu digenggam olehnya, Ri-ya, pikir Aeri lagi. Kemudian, ia tersenyum tipis. Jantungnya kini tidak berdebar-debar seperti dulu. Karena ia tahu, sebentar lagi akan ada suatu kejadian yang cukup membuatnya sakit. Namun, ia sudah mempersiapkannya.

Selama di Lotte World, Kyuhyun dan Aeri menikmati semua wahana permainan dan parade yang diadakan di sana. Mulai dari permainan roller coaster, komedi putar, rumah hantu, hingga yang terakhir adalah bianglala.

Saat bermain wahana yang berputar itu, keduanya saling terdiam dan tenggelam dalam pikirannya masing-masing.

“Oppa.”

“Ne?”

Kyuhyun memandang Aeri yang kini sedang menatapnya. Mulut gadis itu perlahan terbuka untuk bicara. “Kau.. mencintai Yeonjoo Eonni dengan tulus, kan?”

Kyuhyun berpikir sejenak dan kemudian mengangguk pelan seraya tersenyum. “Tentu saja.”

“Bahagialah kau bersamanya.”

Kyuhyun menatap Aeri tak mengerti. Ia tidak mengerti maksud perkataan Aeri yang seperti itu. “Mworagoyo?”

“Kau akan tahu nanti, Oppa.” Aeri tersenyum simpul.

Setelah selesai menaiki permainan itu, Kyuhyun dan Aeri memutuskan untuk duduk dahulu. Pria itu merapihkan rambut hitam kecokelatannya yang tertiup angin, lalu menoleh ke arah Aeri seraya tersenyum.

“Ri-ya, aku beli es krim dulu. Kau tunggu di sini. Arraseo?” perintah Kyuhyun dan dijawab dengan anggukan mantap Aeri.

Gadis itu memandang tubuh Kyuhyun yang semakin menjauh. Setelah itu, ia mengeluarkan blue note miliknya yang sudah kusut dan membacanya sejenak. Sudah waktunya, pikir Aeri seraya mencoret sebuah kalimat yang tertulis di baris kedua note tersebut menggunakan pena yang ia bawa.

  1. Oppa, mari kita menonton film romantis di bioskop

  2. Oppa, ayo kita bermain di lotte world

  3. Oppa, kumohon jadilah pacarku

Aeri menghelakan napas panjang sejenak dan menunggu Kyuhyun datang. Namun, selang 30 menit Aeri tak kunjung melihat Kyuhyun. Dengan segera, Aeri bangkit dari duduknya dan mencari keberadaan Kyuhyun sekarang ditengah keramaian tempat wisata ini.

Gadis itu mencari Kyuhyun hingga melewati berbagai macam permainan, parade yang sedang sedang diadakan, hingga kios-kios yang menjual berbagai macam makanan. Langkah Aeri segera memelan ketika kedua matanya menangkap sesosok pria yang sedang berhadapan dengan seorang gadis. Gadis yang sangat ia kenali.

Shin Yeonjoo.

***

Di sisi lain, Kyuhyun tampak kaget saat ia melihat Yeonjoo di Lotte World. “Joo?”

“Kyu?” tanya Yeonjoo dengan nada kaget. “Apa yang sedang kau lakukan di sini?”

“A-aku.. sedang bermain bersama Aeri di sini. Kau sendiri?” tanya Kyuhyun mulai dengan nada sedikit canggung.

“Aku diajak Jongdae kemari dan kini ia sedang pergi.” Yeonjoo terdiam sejenak. “Maukah kau menemaniku sebentar?”

Kyuhyun mengangguk pelan dan akhirnya duduk di sebuah bangku panjang bersama Yeonjoo. Kali ini, suasana canggung benar-benar menyeruak. Suasana yang tidak biasanya mereka rasakan kita bersama.

“Joo/Kyu.”

Yeonjoo dan Kyuhyun menoleh dan kemudian tertawa bersama. Namun, yang terdengar malah tawa canggung. Kyuhyun menarik napas panjang dan memandang Yeonjoo sejenak.

“Joo, bolehkah aku jujur?” tanya Kyuhyun.

Yeonjoo memandang Kyuhyun sekilas. “Ne. Kau kan selalu jujur di depanku. Kenapa jadi formal begini sih?”

Kyuhyun hanya membalas ucapan Yeonjoo dengan tawa renyahnya. “Aku hanya ingin bertanya,” ungkap Kyuhyun. “Sebenarnya, diantara aku dan Jongdae, siapa pria yang kau sukai?”

“Eh?” Yeonjoo tersentak kaget dengan pertanyaan Kyuhyun. Dengan segera, gadis itu menoleh ke arah pria tampan itu. “Kenapa… kau bertanya begitu?”

“Jangan buat kami terombang-ambing dengan jawabanmu, Joo. Sudah cukup kami menunggu hingga 4 tahun, dan jawabannya tetap sama. ‘Tunggu sampai waktu yang tepat.’ Sungguh, aku muak dengan jawaban itu,” jelas Kyuhyun dengan tegas. “Aku hanya bertanya, siapa yang kau sukai antara aku dan Jongdae?”

“Aku tak bisa,” timpal Yeonjoo. “Aku takut ketika mendengar jawabanku, salah satunya akan terluka.”

“Katakan, Joo. Aku butuh kejelasanmu. Dengan kau menjawab pertanyaanku, setidaknya masalah yang kita hadapi bersama sudah terselesaikan.” Kyuhyun langsung mencengkram kedua bahu Yeonjoo dan menatapnya dengan intens. “Nan saranghae.”

Yeonjoo memandang Kyuhyun sejenak. Gadis itu melihat tangan pria itu telah menggengam sebuah pink note. Kemudian, matanya mendadak liar memandang ke segala arah. Pikirannya teringat Jongdae, Aeri, dan ―terutama mendiang Choi Minwoo. Sudah cukup sebenarnya membuat orang lain terluka. Hentikan ini! Pekik Yeonjoo dalam hati.

Namun, telinga gadis itu terngiang ucapan Jongdae kala ia baru saja mengunjungi makam Minwoo kemarin.

“Jujurlah pada dirimu sendiri. Bila kau sedang menyukai seseorang, jangan takut bahwa orang masa lalumu akan terus mengikutimu. Bila kau menganggapbahwa orang yang kausukai benar-benar berarti, dengan perlahan orang masa lalumu akan menghilang.”

“Lagipula, kau sudah cukup lama larut dalam penderitaan. Biarlah kali ini kau merasakan kebahagiaan. Aku tahu, selama 5 tahun terakhir ini kau hanya bisa menangis dalam diam.”

Jongdae-ya, maafkan aku telah melukaimu. Tapi, apa yang kau katakan memang benar. Aku ingin bahagia, pikir Yeonjoo sedih. Perlahan, Yeonjoo membuka tasnya dan mengeluarkan sesuatu yang ternyata yellow note ―warna note identitas miliknya. Yellow note itu lalu diberikan pada Kyuhyun.

“Nado saranghae,” jawab Yeonjoo akhirnya dengan susah payah. Kemudian, ia menatap Kyuhyun yang kini sedang memandangnya tak percaya.

Tanpa aba-aba, Kyuhyun langsung memeluk gadis itu dengan erat. “Gumawo, gumawoyo,” kata Kyuhyun pelan. Pikirannya teringat akan kejadian kemarin sore. Kejadian di mana Jongdae dan Kyuhyun bertemu.

***

“Hyung, kau sudah datang rupanya.”

Kyuhyun mengangguk, lalu duduk di hadapan Jongdae yang kini sedang menikmati cappuchino yang sudah ia pesan. “Ada apa kau ingin bertemu denganku?”

Jongdae terdiam sejenak. Kemudian, memandang Kyuhyun sambil tersenyum simpul. “Aku menyerahkan semua perasaanku pada Joo Noona ditanganmu.”

Kyuhyun langsung membelalakan kedua mata, kaget ketika mendengar pernyataan Jongdae. “Kau menyerah?”

Jongdae menggeleng. Lagi-lagi, pria itu berkata sambil tersenyum simpul. “Aniyo. Aku sudah diberikan white note oleh Joo Noona. Aku sudah mengetahui perasaannya.”

“Kau serius?”

“Apa wajahku terlihat seperti seorang pembohong?” balas Jongdae dengan nada menantang. “Manfaatkan situasi sekarang, Hyung. Aku besok hendak mengajaknya pergi ke Lotte World. Kuharap, kau berada di sana.”

Kyuhyun terdiam sejenak. Tiba-tiba saja, ia teringat Aeri. Sepertinya, ada beberapa permintaan Aeri yang belum ia kabulkan. Yang pertama, mengajaknya menonton film romantis. Yang kedua adalah mengajaknya pergi ke Lotte World.

Kyuhyun langsung tersenyum sumringah. “Entah hanya kebetulan atau apa, ada beberapa permintaan Aeri yang belum kukabulkan sepenuhnya. Salah satunya adalah mengajakku ke Lotte World. Besok aku akan pergi bersamanya.”

“Baiklah. Semoga kau berhasil, Hyung.”

***

Sementara, Yeonjoo hanya bisa membalas pelukannya Kyuhyun. Dalam hatinya, ia beribu-ribu terima kasih pada Jongdae. Ia teringat lagi akan suatu kejadian ketika perjalanan pulang menuju Seoul.

***

“Noona, ayo berikan white note-mu. Kau kan sudah mengakui perasaanmu sesungguhnya padaku. Jadi, ayo berikan white note-mu.”

Yeonjoo memandang Jongdae yang sedang menyetir dengan ragu. “Kau baik-baik saja?”

“Sejak awal, aku sudah mengerti, Noona. Dan, aku akan baik-baik saja. Sudahlah. Berikan white note-nya. Kau memang pantas mendapat kebahagianmu. Minwoo Hyung juga ingin kau bahagia. Jangan ragukan itu.”

Perlahan, tangan Yeonjoo menyerahkan white note pada Jongdae. “Maaf, aku telah membuatmu terluka.”

“Tidak apa-apa.”

― To Be Continued ―

Iklan

2 thoughts on “Love Note : 6th Love & Dust

  1. tidaaak jongdae dan aeri menjadi debu~ ah greget sekali gimana akhir dari kisah ini eon hehe. sungguh aku gak ngerti, kenapa love note bisa mengikat 4 orang itu? dan siapa yang bikin game ini? authorkah nanti jd castnya? ahaha peace. pokoknya aku suka sama ff ini, daebak !!

    1. aaaaa, kayanya kamu setia banget nungguin ff ini. terima kasih sebelumnya >< {{}}
      wkwk, untuk semua pertanyaan kamu bisa ditampung dan dilihat jawabannya di chapter selanjutnya. kkk~
      terima kasih sudah review dan baca ff ini /bow/

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s