Darkness Night

Baekkiaeg

20141205 © AirlyAeri

Casts : Byun Baekhyun (EXO’s Baekhyun); Lee Rihwa (OC-Riri)

Genre : Fluff, Friendship, Romance, Alternative Universe ║ Rated : General ║ Length : Oneshot (1000+words)

Backsound : CN Blue’s Kang Minhyuk – Star (Heartstrings OST.)

***

Sungguh.

Aku benci gelap.

Tapi, bukan berarti alasan utamaku benci gelap karena takut pada hantu. Ketahuilah, aku ini paling berani menonton film horror, jadi tak ada alasan aku takut hantu. Aku berani melihat hantu langsung, asalkan tidak muncul secara tiba-tiba saja. Aku benci gelap karena aku tak bisa melihat apapun dengan jelas. Semuanya seolah menghilang saat gelap.

Dan, malam hari ini aku harus menerima kenyataan paling menyebalkan saat mengetahui bahwa di rumahku terjadi mati lampu karena pemadaman listrik secara massal. Itu artinya aku sangat membenci situasi seperti ini. Selain karena dengan begini aku tak bisa mengerjakan pekerjaan rumah –yang harus dikumpulan besok pagi karena lampu di rumahku mati, aku juga tak bisa bergerak ke manapun yang aku mau karena gelap. Ditambah pula, suasana di luar jauh lebih gelap dari yang kubayangkan karena matahari telah tenggelam dan berganti menjadi langit malam yang amat gelap seolah tak ada lagi seberkas cahaya yang menerangi.

Kubiarkan kedua lenganku mendekap kakiku dan duduk di kursi belajar. Semuanya yang kulihat hanyalah kegelapan. Aku masih ingat dengan jelas sebelum pemadaman listrik ini terjadi, aku menutup dan mengunci pintu kamarku agar aku bisa fokus untuk mengerjakan tugasku yang sampai saat ini menjadi kebiasaan burukku –menurut ibuku. Dan, kali ini aku terkena batunya karena tak pernah menuruti ucapan ibuku yang menyuruhku untuk tak pernah mengunci pintu kamarku apapun yang terjadi. Ditambah, hanya ada aku di rumah ini. Itu artinya juga aku tak bisa melakukan apapun.

Kupandangi lampu belajarku yang terlihat samar-samar. Beribu umpatan yang kuutarakan dalam hati kutujukan kepada para petugas perusahaan listrik di negeri ini yang berani-beraninya memadamkan listrik saat di rumahku tak ada siapapun kecuali aku. Sial.

Situasi seperti ini layaknya hatiku yang amat gelap. Tak ada cahaya.

“Pakai ini.”

Nyaris saja aku terjatuh dari kursi saat melihat seorang lelaki dengan senternya yang menyala dan dengan entengnya melemparkan sesuatu ke arahku dari arah jendela kamarku yang terbuka lebar. Kupandangi sebentar, lalu kuambil. Dan secara tiba-tiba pula, seberkas cahaya langsung keluar. Senter. Kupandangi orang itu sejenak dengan wajah dongkol. “Byun Baekhyun! Berhenti mengagetkanku dengan cara konyolmu!”

“Kenapa kau jadi marah-marah sih, Riri?” tanya Baekhyun dengan nada merengut. “Kudengar dari ibuku, keluargamu pergi dan kau ada di rumah sendiri. Makanya, aku kemari.”

“Setidaknya, muncullah di tempat yang lebih normal.”

“Kalau aku datang ke mari lewat pintu rumahmu, kau juga tak akan bisa membuka pintunya karena di dalam sudah gelap dan itu artinya kau tak bisa ke mana-mana,” balas Baekhyun. “Sudahlah, yang penting aku sudah ke mari dan sudah memberimu sebuah senter untukmu sebagai pertolonganku kepadamu yang terlalu membenci gelap.”

“Lebih menolong lagi kalau kau membantuku untuk melemparkan tiang listrik dekat rumahmu kepada para petugas perusahaan listrik di negeri ini agar mereka segera menyalakan listriknya dan aku bisa melihat seluruhnya dengan jelas tanpa harus bergelap gulita ria seperti ini,” timpalku dengan nada setengah menggerutu karena terlalu larut dalam kekesalan yang berlebih.

“Kenapa kau benci sekali dengan gelap sih?” tanya Baekhyun dengan nada tak habis pikir yang membuatku harus menoleh ke arahnya dengan malas.

“Aku tak bisa melihat apa-apa kalau keadaan gelap, Baekhyun,” jelasku pendek.

“Apa kau punya penyakit rabun senja?” tanya Baekhyun dengan nada ingin tahu.

“Tidak juga. Apa kaupikir aku punya penyakit seperti itu mentang-mentang aku benci gelap?” balasku yang mulai dongkol atas pertanyaan konyolnya. Ya Tuhan, walaupun aku tak suka gelap, tapi setidaknya jangan takdirkan aku juga untuk memiliki penyakit rabun senja.

Kupandangi seluruh ruangan kamarku yang diterangi oleh senter pemberian Baekhyun. Sesekali gerutuanku tentang pemadaman listrik secara massal memecahkan kesunyian diantara kami.

“Sebenarnya, kalau kau bisa mengesampingkan sedikit rasa bencimu pada kegelapan, kau bisa melihat sesuatu saat gelap.”

Aku melirik ke arah Baekhyun yang kini sedang duduk di tepi jendelaku dengan pandangan menerawang. Orang ini bicara apa sih? “Jadi?” ucapku.

“Kau tahu, ada yang lebih terang dari senter saat kau melihat gelap,” ucap Baekhyun sambil menoleh ke arahku.

“Apa?”

“Bintang.”

Kulihat, ia menunjuk ke arah langit cerah dengan taburan bintang yang bersinar. Terang, tentu saja. Tapi, sulit untuk diraih. “Bintang itu jauh,” ucapku sambil mengendus. “Memangnya ada bintang yang bisa menerangi dari kegelapan yang aku benci itu?”

“Ada. Dan, itu aku.” Baekhyun memandangku penuh arti yang membuatku membalas pandangannya dengan penuh tanda tanya.

“Hah?” balasku dengan nada tak mengerti. “Kau bicara apa sih?”

Dan, sedetik kemudian kulihat Baekhyun menepuk keningnya kuat-kuat secara mendadak. “Ya Tuhan, bagaimana bisa gadis ini tak mengerti perasaanku?”

Dan lagi-lagi, aku tak mengerti maksud ucapannya. Cukup menderita bagiku yang harus berpikir keras maksud dari ucapannya ditengah kegelapan menyebalkan seperti ini. “Sudahlah, langsung saja ke intinya. Aku sedang tak bisa mencerna ucapanmu dengan baik kalau kau mau tahu.”

“Aku menyukaimu.”

Kali ini, reaksiku selanjutnya adalah diam. Berusaha mereka ulang ucapan yang didengar oleh kedua telingaku. Aku tahu, untuk ucapan berkalimat seperti itu aku sudah pintar mencerna. Tapi, yang membuatku harus mereka ulang ucapan lelaki itu adalah.

Aku. Tak. Percaya.

“Jangan mengatakan hal-hal aneh disaat kegelapan seperti ini!” ucapku dengan nada tinggi karena dirasa wajahku mulai memanas. Cukup merasa bersyukur bahwa Baekhyun tak akan bisa melihat wajahku karena gelap.

“Padahal, aku serius,” ucap Baekhyun. “Sudahlah. Tapi, ingatlah satu hal. Kegelapan itu seperti rasa sunyi dan sepi. Dan, teman ibarat secercah cahaya yang akan menerangi kegelapan layaknya bintang di langit. Jadi, kalau kau merasa kesepian, panggil saja aku. Aku akan selalu ada untukmu. Aku janji.”

Sebelum terangnya lampu menyala dan menerangi seluruh rumahku –termasuk kamarku, lelaki itu sudah pergi dan meninggalkanku.

Seulas senyum terukir di wajahku. Masih ada sedikit rasa tak percaya bahwa Baekhyun benar-benar menyukaiku. Kupandangi lagi jendela yang masih terbuka lebar, namun mendadak kepala lelaki itu kembali muncul dan memandangku.

“Oh iya, jangan lagi menyuruhku untuk membantumu melemparkan tiang listrik dekat rumahku ke arah para petugas perusahaan listrik. Sepertinya mereka mendengar gerutuanmu yang begitu mengerikan hingga memutuskan untuk kembali menyalakan listriknya,” ucap Baekhyun sambil menyeringai pelan. “Ah, dan satu lagi. Kalau kau mau membalas perasaanku padamu, jangan kembalikan senter yang kuberikan tadi meskipun kau sudah tak membutuhkannya lagi karena cahaya lampu telah membantumu. Kau tahu, senter itu bagaikan bintang yang sudah kaugenggam. Dan, bintangnya itu adalah aku. Selamat malam, Riri,” lanjutnya sebelum kembali menghilang.

Aku termenung sejenak mendengar ucapannya setelah menghilangnya ia dibalik jendela kamarku.

Rasanya seperti ada secercah bintang cerah yang menemaniku dari kegelapan mulai saat ini.

-fin.

Fanfict ini dibuat ditengah lagi asik-asik dengerin lagunya Kang Minhyuk – Star sambil mikir mau bikin fanfict apa karena udah stress UAS, tiba-tiba mati lampu secara mendadak yang otomatis laptop saya redup dan saya putuskan untuk disetting menjadi sleep daripada tiba-tiba laptop gue mati dijalan karena baterainya bocor. Ugh! >_<

Kondisi kamar gelap banget karena udah sore dan kadang bikin saya rada ngeri sendirian, mengingat gue pernah tidur matiin lampu kamar dan kondisinya GELAP PARAH. =_= And, finally. I never turn off my room’s lamp. Because, I can’t wake up on tomorrow morning. T_T Terus, abis bikin fanfict ini gue bingung mau ngasih cast siapa walaupun ini sumpah nama castnya sebelumnya tuh saya sama Jongdae lagi. Kkk~

And, finally. I choose Riri with Baekhyun a.k.a Annoying Couple (Maafin gue karena bayangan gue dua orang ini tuh rada nyebelin ye -_-) as the casts of my fanfict this time. Selain karena yaah mayan cocok, gue juga kali-kali mau bayangian Baek without Miss Kim Taeyeon as his girlfriend. Mau yang katanya rumor mereka putus, itu mah urusan mereka dah. Yang penting gue bikin fanfictnya Riri-Baek. Titik. 😀

For Berly, Ana, Heli, Dinda. Maybe, I’ll write my fanfict dedicated to all of you with your bias. Haha~ But, I’m sorry if I can’t make it now. I have to focus to my future and struggle to get my dream. So, I’ll write it next time. I promise. Seriously. Hihihi 😀

Sekian dari saya yang sudah banyak omong di ending ini. Terima kasih sudah membaca fanfict ini. Semoga suka ya dengan cast si cabe imut yang unyu :3 Hihihi~

Thank you

-AirlyAeri.

Iklan

5 thoughts on “Darkness Night

  1. Beribu umpatan yang kuutarakan dalam hati kutujukan kepada para petugas perusahaan listrik di negeri ini yang berani-beraninya memadamkan listrik saat di rumahku tak ada siapapun kecuali aku. Sial. –> kata ini menurutku lucu, bgmn bisa mereka tahu kalau saat ini kita sendirian dirumah atau sedang mengadakan pesta, hihi nice! Y

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s