Questions

Hunhun2

20141219 © AirlyAeri

Casts : Oh Sehun (EXO’s Sehun); Kang Hyejin (OC)

Genre : Fluff, Friendship, Romance ║ Rated : PG-15 ║ Length : Oneshot (1100+ words)

Backsound : BTS – Miss Right

This fanfict dedicated to my royal reader, Shella Limarta.

***

“Berhenti melihatku dengan cara konyolmu, Kang Hyejin.”

Hyejin tersentak kaget kala ia baru saja meraih sebuah buku bertopik Psikologi. Di belakang rak tempat ia mengambil buku, terdapat seorang lelaki yang sedang menatapnya datar di balik buku-buku lainnya yang tertata rapih. Astaga, pikir Hyejin. Dia bahkan tampak seperti hantu yang tak terlihat.

Sambil berdeham pelan, gadis itu mulai menyahut. “Siapa yang sedang memperhatikanmu, Oh Sehun? Aku saja bahkan tak tahu kalau kau ada di sana.”

“Oh, benarkah? Tapi, kenapa tadi tubuhmu tinggi sekali ya? Apa kau baru saja melakukan operasi tulang untuk menambah beberapa sentimeter kakimu?”

Sialan, batin Hyejin. Sekarang orang itu mengejek tinggi badannya! Baiklah, ia mengakui bahwa ia memang melihat Oh Sehun daritadi berkeliaran di perpustakaan dan orang itu secara tidak sengaja sedang berada di belakang rak buku tempat Hyejin mencari buku Psikologi untuk menyelesaikan tugas mingguan dari dosennya. Ah, bahkan kalau bukan untuk memenuhi tugas dari dosen sialan—ralat menyebalkan, gadis itu juga tidak akan berada di sini. Berlelah ria dengan bersimpuh keringat hanya untuk mencari beberapa buku yang bertopik sama.

Lalu, karena setelah ia menemukan salah satu buku yang ia incar, letak bukunya berada sekitar 5 sentimeter dari tinggi badannya. Maka dari itu, untunglah Hyejin bisa mengambil sendiri bukunya dengan cara berjingkat kecil. Tapi, matanya tak sengaja melihat Sehun yang saat itu sedang memandangnya dan berucap seperti itu.

“Jangan salahkan aku karena letak bukunya tadi lebih tinggi dari tinggi badanku. Makanya, tadi aku berjingkat untuk mengambilnya dan tak sengaja melihatmu. Hanya itu kok,” ucap Hyejin membela diri dan tanpa melihat Sehun—yang entah di mana keberadaannya. Dan, demi Tuhan. Untuk apa ia sok-sok membela diri begini? Apa yang ia katakan tadi kan benar!

Sambil mengendus, Hyejin keluar dari tempat ‘persembunyian’nya sambil membawa dua buah buku tebal yang didominasi dengan kata psikis, kejiwaan, interaksi sosial, psikolog, dan ilmu pengetahuan sosial lainnya yang lebih mendalam. Kemudian, ia duduk di sebuah kursi dengan meja yang sepi pengunjung dan buku-buku. Okay, sepertinya meja yang ia pakai hari ini akan menjadi miliknya dulu untuk sementara.

Sembari bersenandung, gadis itu mulai mengeluarkan alat tulisnya dan beberapa lembar kertas yang ia butuhkan. Lalu, ia mulai menulis tugasnya dengan bersumber pada buku-buku yang berhasil ia temukan tadi. Tempat ini akan menjadi tempat idaman Hyejin selama meja yang ia pakai tidak dipakai orang lain. Biar saja dibilang egois.

Hingga saking senang dan seriusnya, gadis itu tak menyadari bahwa ada seorang lelaki yang kini datang dengan komik Naruto sambil memandanginya sedaritadi.

“Kang Hyejin.”

Satu kalimat berisi nama gadis di hadapannya diiringi suara khas milik Oh Sehun sukses dan berhasil membuat seorang Kang Hyejin tersentak kaget hingga nyaris melemparkan pensil mekanik kesayangannya. Dengan kesal, gadis itu memasang wajah gusar di hadapan lelaki itu.

“Apa?” tanya Hyejin dengan galak. “Jangan ganggu aku. Aku sedang menulis laporan.”

“Ternyata kau benar-benar memakai buku itu ya.”

Dalam hati Hyejin, ia hanya menggerutu. Tentu saja. Apa dia pikir dengan buku ini seolah aku sedang mencari kesempatan dalam kesempitan untuk menguntitnya? Konyol sekali. “Up to you.”

“Kalau begitu, jawab pertanyaanku saja ya. Kalau tidak, minimal menyahuti ucapanku,” ucap Sehun.

“Hmm,” sahut Hyejin dengan mata yang masih terfokus pada laporan panjangnya. Sepertinya, meja yang ia pakai sekarang sedang bukan miliknya karena Sehun kini memakai mejanya untuk duduk berhadapan dengannya.

“Apa yang kau pikirkan tentangku?”

Dengan gerakan refleks, Hyejin berhenti melakukan aktivitasnya dan berpikir hendak menjawab pertanyaan Sehun—seolah adu-mulut-tanpa-tatap-wajah saat diantara rak-rak buku itu tak pernah terjadi. “Orang yang apatis, menyebalkan, dan suka menuduh orang lain.”

“Lalu?”

Hyejin kembali berpikir keras untuk melanjutkan jawabannya. Hingga akhirnya ia tersadar akan sesuatu. Dengan cepat, ia menatap Sehun dengan tajam. “Aih, sudah jangan ganggu aku! Aku sedang sibuk!”

Hyejin kembali terfokus pada tugasnya. Baiklah, sepertinya ini waktu yang tepat untuk mengabaikan seorang Oh Sehun. Karena yang terpenting sekarang adalah tugasnya. Abaikan saja orang macam dia, Kang Hyejin.

Hening sejenak.

“Bagaimana kalau kita bermain ‘Tanya-jawab 2 detik’?”

Eugh, kenapa sih? Dengan dongkol, Hyejin melempar pensil mekaniknya—kali ini sungguhan dan menatap Sehun yang saat ini sedang memandangnya datar. “Kau ini kenapa sih? Apa kau tak ada kerjaan lain selain menganggu orang lain? Lalu, apa kau sudah lupa tadi kau menuduhku sebagai penguntitmu mentang-mentang kau memergokiku melihatmu hah?”

Namun, sungguh di luar dugaan Hyejin yang berpikir bahwa Sehun akan membalas pertanyaannya yang bertubi-tubi dengan jawaban yang bertubi-tubi pula.

“Aku hanya penasaran padamu.”

Hanya satu jawaban yang terdiri dari empat kalimat sukses membuat Hyejin semakin mengerutkan keningnya. Melihat tingkah lelaki itu saja sudah membuat Hyejin gemas dan heran setengah mati. Apa-apaan sih lelaki ini? batin Hyejin. Dan, entah mengapa ia begitu menyesal telah melontarkan berbagai macam pertanyaan pada Sehun.

Sambil menghelakan napas panjang, gadis itu kembali mengambil pensil mekaniknya dan memandang Sehun yang kini masih menatapnya. Kali ini, Sehun memandangnya dengan pandangan menyiratkan rasa ingin tahu. Membuat Hyejin yang melihatnya hanya bisa menahan gemasnya pada lelaki di hadapannya ini. Sangat disayangkan sekali Hyejin tak bisa membaca pikiran lelaki ini. Melihat Sehun sama saja seperti mendapat seratus soal dari dosen. Sulit ditebak.

“Apa yang membuatmu penasaran padaku?” tanya Hyejin.

“Makanya, ayo kita bermain tanya-jawab dalam kurun waktu 2 detik. Kau harus menjawab semua pertanyaanku dan membuat rasa penasaranku tak lagi ada tentang dirimu,” jelas Sehun sambil tersenyum simpul.

Jarang memang Hyejin melihat Sehun tersenyum simpul begitu hingga membuatnya sekarang menjadi mendadak gugup tanpa sebab yang jelas—menurutnya. “Baiklah. Lalu, apa peraturannya?”

“Kau hanya perlu jawab ya atau tidak. Mudah kan?”

“Ya sudah. Ayo, mulai. Aku akan mengerjakan tugasku sambil menjawab pertanyaanmu untuk menghilangkan rasa penasaranmu padaku.” Hyejin mengangguk setuju sambil kembali memulai menulis laporannya.

Sehun diam sebentar memandang Hyejin yang sudah sibuk dengan dunia laporan untuk dosennya, kemudian berdeham pelan.

“Apa aku sungguh menyebalkan?”

“Ya.”

“Apa aku benar-benar mengganggu hidupmu?”

“Ya.”

“Apa aku adalah orang yang selalu berada di dalam pikiran dan hatimu?”

“Ya.”

“Apa aku ini tipe lelaki idamanmu?”

“Ya.”

“Apa berarti kau menyukaiku?”

“Ya.”

Hening.

Selang beberapa detik kemudian, seketika Hyejin menghentikan aktivitasnya. Kemudian, memandang Sehun yang sekarang sedang memandangnya penuh arti, yang membuat Hyejin kini salah tingkah. Sial, ia terjebak dalam permainan konyol Oh Sehun.

“Kalau begitu, aku juga menyukaimu, Nona Kang Hyejin,” ungkap Sehun dengan tersenyum sambil menyodorkan sebuah lollipop warna-warni berukuran besar. “Terima kasih sudah membuatku tidak penasaran lagi padamu.”

Sehun segera bangkit dari duduknya dan meninggalkan Hyejin yang masih melongo atas apa yang terjadi. Ditatapnya berkali-kali tubuh Sehun yang mulai menjauh dan lollipop besar yang teronggok manis tepat di samping tumpukan buku Psikologi temuannya.

Bahkan sebelum Sehun benar-benar pergi meninggalkan Hyejin, gadis itu masih bisa melihat dan mendengar dengan jelas apa yang dikatakan lelaki itu padanya.

“Nanti sore aku akan menjemputmu untuk kencan pertama kita. Sampai jumpa,” ucap Sehun sambil tersenyum.

Tanpa membalas ucapan Sehun, Hyejin malah langsung menutup wajahnya dengan buku Psikologinya yang super tebal itu. Ingin rasanya melemparkan buku tebal ini ke arah kepalanya sendiri hanya ingin membuktikan bahwa ini bukan mimpi. Tapi, untunglah Hyejin masih waras.

Kalau menjawab pertanyaan seperti itu, rasanya tidak selamanya buruk jika dibandingkan dengan pertanyaan soal yang diberikan oleh dosen.

-fin.

Hai~ ‘-‘)/ /guling-guling/ saya kembali bawa fanfict denga cast si cadel, Oseh. Wkwk! Dibuat khusus buat si Shelim yang selalu setia baca fanfict gue dari awalnya si ff ‘Love Note’. Buahaha 😀 Awalnya, gue merasa menyesal telah meracuni anak polos macem Shelim. Tapi, gapapalah ya. Shelim ini. wkwk~ XD

Untuk para pembaca setia di sekolah gue macem Dian, nanti ya. Lagi semedi nyari fanfict referensi tentang dio. Gue juga mesti meresapi feelnya dio dan menghilangkan imej yaoi yang pairing suho di fanfict komedi keluarga berantakan. Gara-gara fanfict itu membuat gue jadi rada sarap kalo inget dio. Yah, syudahlah.

Sekian dari saya. Semoga suka yah dengan fanfict ini yang castnya si cadel Oseh yang belakang lagi gue taksir karena fanfict beber ‘Chocolate & Vanilla Love’. Pokoknya mesti gue tagih itu fanfict dilanjutin sama beber. Wkwk! XD Aduh, gue ngomongnya mulai ngelantur ke mana-mana -_-

Thank you

-AirlyAeri.

Iklan

4 thoughts on “Questions

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s