The Statement

9a7bcf1f414f499282df2634d28d88c720141222 © AirlyAeri

Casts : Do Kyungsoo (EXO’s D.O); Kim Daehee (OC)

Genre : Fluff, Romance ║ Rated : PG-13 ║ Length : Ficlet (890+ words)

Backsound : T-Max – Wish You’re My Love (Boys Before Flower OST.)

This fanfict dedicated to my classmate and (little) my royal reader, Dian Rachmawati.

***

Udara musim semi di malam hari yang menusuk membuat Daehee harus bersabar melewati sepanjang jalan setapak menuju rumahnya. Jarak antara halte bus jalan raya terdekat dengan rumahnya memang agak jauh. Membuat Daehee harus merapatkan kardigan rajut wol berwarna cokelat yang ia pakai selama perjalanan.

Kemudian, matanya melirik arlojinya yang kini telah menunjukkan pukul 20.10 KST. Sungguh, Daehee begitu menyesali mengapa ia suka sekali pulang selarut ini. Ia akui, jadwal kuliahnya hari ini tidak sepadat minggu sebelumnya. Tapi, sungguh persetan dengan ajakan Hyunji ke tempat karaoke tadi, mentang-mentang gadis itu melihat Daehee sudah hendak menaiki bus pada pukul 15.00 KST. Dengan alasan, kapan lagi bisa bermain ke tempat karaoke membuat Daehee mudah saja mengiyakan ajakan Hyunji. Sekarang, ia rasakan sendiri akibatnya. Kembali pulang sampai larut malam. Menyebalkan.

Ting!

Daehee segera tersadar dari lamunannya dan merogoh ponselnya. Tumben sekali ada dering notifikasi dari akun LINE miliknya. Makanya, tanpa aba-aba gadis itu segera membukanya. Kedua matanya sempat membulat, lalu tersenyum kala tahu yang mengirimi pesan adalah kekasihnya, Kyungsoo.

[Do Kyungsoo] Kau sudah selesai kuliah?

Dengan cepat, Daehee segera membalas chat dari lelaki tersebut sambil tersenyum.

[Kim Daehee] Sudah dari jam 3 sore seharusnya. Tapi, saat ini aku baru berjalan menuju ke rumah.

Ting!

Cepat sekali, batin Daehee yang membuat harus membuka ponselnya lagi.

[Do Kyungsoo] Memangnya kau tadi ke mana dulu? Pantas saja tadi omonim menanyakanmu padaku. Kata beliau, kau di mana, apa kau sedang bersamaku. Padahal, saat itu aku baru saja selesai praktikum.

[Kim Daehee] Tadi Hyunji mengajakku ke tempat karaoke mentang-mentang tadi melihatku pulang lebih awal.

[Do Kyungsoo] Tumben sekali kau mau ikut pergi dengannya. Pasti kau senang ke sana.

[Kim Daehee] Iya. Tapi, sekarang aku menyesal.

Ting!

Ting!

Ting!

Suara dering notifikasi semakin sering terdengar dan memecahkan kesunyian malam berkat Daehee dan Kyungsoo saling balas pesan chat di akun LINE mereka.

[Do Kyungsoo] Daehee-ya…

[Kim Daehee] Apa?

Kali ini, Daehee mengerutkan keningnya karena tak kunjung melihat balasan dari Kyungsoo. Jangankan melihat, mendengar dering notifikasi LINE saja tidak. Hal itu membuat Daehee menghelakan napas panjang. Sial, apa sekarang jaringan internet di Seoul mulai menurun? Pikirnya.

Ting!

Gadis itu segera tersadar kala ia kembali mendengar dering notifikasi LINE setelah selang beberapa lama hanya ada kesunyian. Tangannya yang gesit segera mengusap touch­-screen ponselnya untuk membaca balasan dari Kyungsoo.

[Do Kyungsoo] Aku mencintamu…

Rasanya kedua pipi Daehee mulai memanas ditengah udara dingin begini. Kyungsoo selalu saja membuat pernyataan yang mengejutkan secara mendadak. Kebiasaan Kyungsoo yang agak buruk, namun Daehee tetap menyukainya. Segera, gadis itu menghelakan napas panjang untuk menetralisir rasa senangnya yang sepertinya mulai berlebihan.

[Kim Daehee] Aku juga mencintaimu.

Lalu…

Ting!

Dengan perasaan berdebar-debar, Daehee kembali membuka isi notifiksi LINE dari Kyungsoo.

[Do Kyungsoo] Dan, aku merindukanmu…

Jantung Daehee semakin berdetak tak karuan. Sialan, pernyataan Kyungsoo yang sekarang hampir membuatnya gila. Gadis itu berusaha menenangkan jantungnya yang mulai berdetak tak wajar—nyaris seperti ingin terlepas dari tempatnya sambil membalas isi pesannya.

[Kim Daehee] Aku tahu itu.

“Jadi, apa kau tidak merindukanku?”

Dan, nyaris saja Daehee melemparkan ponselnya ke tong sampah di dekatnya kala mendengar suara yang amat familier di telinganya. Ia tahu dan tak perlu diberitahu. Secepat kilat, Daehee menoleh dan mendapati Kyungsoo yang kini sudah berdiri dan berjalan sejajar dengannya. Matanya yang besar kini memandangnya dengan tajam.

“Sejak kapan kau di sini?” sembur Daehee dengan nada tinggi karena terlalu kaget.

Sementara, Kyungsoo langsung memasukan ponselnya ke dalam kantung kemejanya dan hanya membiarkan pertanyaan Daehee menggantung di langit dengan mata yang masih memandang gadis itu.

Ting!

Dering notifikasi LINE yang berasal dari ponsel Daehee kembali berbunyi. Membuat gadis itu menoleh ke arah ponselnya dan melirik sekilas kekasihnya yang masih berjalan sejajar dengannya dengan pandangan curiga. Tanpa perintah, tangan Daehee segera membuka isi notifikasi tersebut.

[Do Kyungsoo] Sejak tadi kau berjalan menuju rumahmu. Aku berjalan di belakangmu.

“Kenapa tidak daritadi menyadarkanku bahwa kau ada di belakangku?” tanya Daehee lagi sambil menatap Kyungsoo.

“Aku hanya senang melihat gadisku berjalan membelakangiku dari jauh,” ungkap Kyungsoo langsung.

“Jadi, kau senang kalau aku berjalan begitu?” tanya Daehee dengan ringan. “Ya sudah. Aku pergi ya.”

Sebelum langkah Daehee benar-benar menjauh, Kyungsoo segera menggamit tangan gadis itu. “Kalau sekarang, aku lebih suka begini. Enak saja meninggalkanku sendiri.”

“Kan kau sendiri yang bilang bahwa kau lebih suka melihatku berjalan membelakangimu,” bela Daehee sambil mengendus.

“Kau juga belum menjawab pertanyaanku. Apa kau tak merindukanku?” tanya Kyungsoo sambil memandang lembut Daehee.

Sunyi sejenak karena Daehee tak kunjung menjawab pertanyaan Kyungsoo.

“Aku juga,” jawab Daehee dengan arah mata yang memandang ke tempat lain karena wajahnya mulai memanas. Ia tak berani melihat Kyungsoo dengan wajah begitu. Membuat lelaki di sampingnya hanya bisa tertawa geli melihat gadisnya tersebut.

Kembali hening.

Karena Kyungsoo dan Daehee sama-sama terdiam dan saling menengadahkan wajahnya ke langit disela-sela mereka berjalan menyusuri jalan setapak yang sepi. Langit malam musim semi hari ini terlihat sangat cerah dengan bintang-bintang yang bersinar bertebaran di mana-mana.

“Kalau ada bintang jatuh, kau mau minta apa?” tanya Daehee memecahkan kesunyian sambil memandang Kyungsoo.

Hening sejenak. Hingga akhirnya, lelaki itu berhenti mendongak dan menghelakan napas panjang.

“Setelah aku lulus sebagai Dokter Do, ayo kita menikah,” balas Kyungsoo dengan entengnya sambil memandang Daehee dengan lembut dan menggenggam tangan gadis itu dengan erat.

Astaga, pernyataan Kyungsoo yang mendadak kali ini berhasil membuat Daehee membeku dan tak dapat berkata-kata. Yeah, walaupun begitu wajahnya tampak sekali merah padam. Dan dalam hati kecilnya, gadis itu berharap agar pernyataan mengejutkan dari bibir Kyungsoo nantinya akan benar-benar terwujud.

Semoga.

-fin.

Aaah~ Akhirnya, kelar juga fanfict ini. Fanfict ini dibuat ditengah saya lagi WBS. Dan, tiba-tiba… Jeng! Jeng! Lagi asik dengerin lagu original soundtrack-nya BBF yang T-Max – Wish You’re My Love spontan ngayal dio jalan malem-malem sama gue. XD (ini apa MasyaAllah) /digamparmassa/ Jadi, yaudah deh, bikin fanfict ini. 😀

Perlu diketahui bahwa sempet stuck pas mau ending. Jadi, yang harusnya dikerjainnya cuman 2 jam jadi 4 jam karena stuck. Selama 2 jam yang terbuang itu, dipake buat twitteran (gagal) dan muterin lagu sambil guling-guling di atas kasur x_x

Special buat Dian yang udah nagih-nagih di manapun (twitter, tatap muka, bahkan sampe kartu ucapan ulang tahun gue -_-). Makanya, gue bikin sekarang biar gak nagih lagi. Enak banget emang yang pada request fanfict ke gue yang udah kepayahan begini (ALASAN). Huh, gue juga pengen kali dibuatin fanfict. Tapi, sayang. Gak ada yang peka, kaya hati gue yang gak kunjung dipekain sama seseorang /eh/ /curhat/ wkwk! XD

Sekian dari saya. Semoga suka dengan fanfict ini special cast si dio yang imej yaoinya udah ilang berkat lagu BBF tadi. /pelukdio/ 🙂 Makasih ya, udah baca fanfict ini dan jangan lupa kasih review biar saya semangat. Hihihi 😀

Thank you

-AirlyAeri.

Iklan

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s