DaeRi’s Daily : Coercion Midnight

20150104 © AirlyAeri

Casts : Kim Jongdae [EXO’s Chen]; Song Aeri [OC]

Genre : Marriage Life, Fluff, Romance ║ Rated : R! ║ Length : Ficlet (660+ words)

This is series of DaeRi’s Daily.

Previous :

Morning Sunshine

Note : Read this rated if you want to read!

***

“Aeri, kau belum tidur juga?”

Aku menatap gadis yang kini masih menatap laptopnya dengan nyalang. Wajahnya tampak lelah sekali, namun niatnya untuk tetap menyelesaikan novel terbarunya lebih besar. Sehingga, ia sudah tak peduli dengan kondisi tubuhnya yang semakin memprihatinkan.

“Kau tidur saja, Jongdae. Kau kan baru pulang dari kantor. Cepat sana tidur. Sudah mandi kan? Sudah makan sayur dan lauk yang sudah kusiapkan tadi khusus untukmu sebagai makan malam kan? Sudah minum kopi kan sebelum tidur? Sudah makan jeruk yang sudah kukupas kan?”

Kubiarkan pertanyaan bertubi-tubi darinya yang ditujukan padaku menghilang ditelan udara malam begitu saja. Dan, kedua mataku berusaha tetap terjaga di hadapannya walaupun rasanya ingin segera menghempaskan tubuhku ini ke ranjang.

“Ayo tidur, Aeri. Masih ada waktu tahu untuk menyelesaikannya. Bulan depan kan? Ayolah,” ajakku dengan nada merajuk berusaha untuk mengambil perhatiannya. “Kasihanilah tubuhmu yang semakin kurus dan ringkih hingga melihat tulangmu saja rasanya seperti bisa patah kapan saja. Aku juga lelah. Lebih baik, kau hentikan pekerjaanmu dan kita tidur bersama.”

Namun, hasilnya tetap nihil.

“Aku tidak mau. Deadline akan membunuhku. Kau duluan saja, Jongdae.”

Aeri masih saja sibuk mengetik naskahnya dan kedua pasang matanya yang sudah mulai kelelahan tetap berusaha terjaga. Aku hanya bisa menghelakan napas panjang—menyerah sejenak menghadapi betapa keras kepalanya istriku bila berhubungan dengan pekerjaan yang begitu ia cintai. Kulirik gelas-gelas yang telah kosong bersisa ampas kopi dan teronggok dengan malang. Dapat dihitung sekilar 8 gelas. Itu tandanya Aeri telah meminum 8 gelas kopi malam ini.

Ya ampun, dia bukan robot yang bisa minum kopi sebanyak itu!

“Aeri, ayolah tidur. Ini sudah tengah malam tahu! Apa kau tidak lelah? Tadi kau berada di kantor sampai jam 5 sore kan? Ayah tadi bilang padaku kalau kau tak pulang cepat. Makanya, aku tadi langsung pulang dan malah melihatmu begini.”

“…”

“Aeri, ayolah turuti ucapan suamimu ini. Hentikan pekerjaanmu. Besok pagi kau bisa melanjutkannya kembali. Okay?

“…”

“Aeri!!!”

“…”

“Kau ini sebenarnya mencintaiku tidak sih?! Turutilah permintaanku, Aeri!!”

“…”

“Besok pagi kau bisa menyelesaikannya, Aeri. Sekarang ayo kita pergi tidur!”

“…”

“Kim Aeri!!!”

“…”

Sungguh, walaupun aku sudah berbicara sampai berbusa, nyatanya Aeri tetap tak bergeming.

Baiklah, mau tak mau aku harus melakukan hal ini.

Entah tenaga besar dari mana, aku segera bangkit dari dudukku dan menutup laptopnya. Tampak, wajah Aeri shock setelah melihat apa yang kulakukan. Secepat kilat, kedua mata tajam miliknya langsung menatapku seolah ingin memangsaku.

“Kim Jongdae!!”

Segera aku duduk di hadapannya dan memandangnya dengan lembut. “Jangan menyiksa dirimu seperti ini. Kau bisa melanjutkannya besok pagi, Aeri.”

Hening sejenak.

“Baiklah. Tapi, biarkan aku menulis―”

Sebelum ia menyelesaikan ucapannya, tanganku dengan gesit segera mengambil laptop miliknya dan menaruhnya di tempat yang tak bisa ia sapai. Membuatnya kembali menatapku tajam.

“Kim Jongdae!!!” Kali ini teriakannya lebih keras. “Apa sih mau―”

Tanpa mendengarkan ucapannya, aku langsung mendekati wajahnya dan melumat bibirnya. Hingga beberapa detik setelahnya, kulepaskan ciuman itu dan memandangnya dengan napas yang terengah-engah. Wajah gadis itu mendadak memerah. Itulah yang aku suka.

Aeri mulai kehabisan kata. “K-kau..” ucapnya sambil menatapku dengan mata membulat dan menunjukku menggunakan jari telunjuknya. “K-Kim Jongdae…”

Okay, waktunya kau menuruti perintahku, Nyonya Kim Aeri. Ayo, tidur. Kau turuti ucapanku malam ini atau kita akan bertengkar lebih parah dari ini di kamar.”

Kulihat, tubuhnya terdiam kaku dan membiarkan kedua matanya menatap kosong ke arahku karena terlalu terkejut.

“Kau bohong kan?” ucapnya menyakinkan diri sendiri.

I’m serious and I never lie to you. C’mon, dear,” sahutku sambil menarik tangannya.

I don’t want, Mr. Kim. Are you kidding me?” ucapnya tak percaya.

Okay, kalau kau tak mau. Biar aku yang memaksamu sekarang.”

Dengan sigap, aku langsung menarik tubuhnya dan membiarkan tubuhnya meronta dalam dekapanku. Toh, nyatanya beberapa detik setelah itu Aeri malah mengeratkan pelukannya. Tanganku dengan siap segera membuka kenop pintu kamar dan setelah masuk kututup pintu itu dengan keadaan terkunci.

Well, penaklukan seorang Aeri telah selesai dilakukan.

-fin.

Finally!! Udahan bikin fanfict ini. Nista banget, iya nista. Harusnya gue ga bikin fanfict ini. Ada fanfict yang dibuat di akhir tahun 2014, tapi stuck. Dan, hendak lanjutin fanfict sequel dari ‘Darkness Night’. Dikiranya udah kelar, taunya malah ikutan stuck. Akhirnya, bikin ini tengah malem malah jadi pervert begini -___- gue jujur amat menyesal buat fanfict ini mentang-mentang genre marriage life. Tapi, tapi, yaudahlah. 😐

Tapi, ini adalah series terbaru! Horaaayyy!! Edisi Jongdae-Aeri yang genre marriage life. Kali-kali, bikin yang marriage life gapapa kan ya. Tapi, ini termasuk yang kebablasan -_- Yah, gapapalah. Kali-kali, bayanginnya Jongdae ganteng pake jas, si direktur kece yang kalo di rumah udah kaya anak kecil. Sama Aeri yang manis depannya, taunya kaya batu. Susah banget diatur. Wkwk! 😀

Untuk fanfict ‘It’s Called Love’ tunggu kelanjutannya aja ya. Saya mah tergantung yang mpunya cerita kapan postingnya. /lirikberly/ hahaha XD Tapi, maafin saya ya udah ingkar. Katanya cuman drabble doang. Tauknya, malah ada lagi yang chapter T.T Tergoda sih soalnya, wkwk! XD

Sekian dari saya. Terima kasih sudah baca fanfict ini. Semoga suka yah dengan cast begini lagi -_- jangan bosen dan jangan lupa kasih review biar saya semangat buat nulis! ^^ Ditunggu yahh!!

Thank you

-AirlyAeri.

Iklan

2 thoughts on “DaeRi’s Daily : Coercion Midnight

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s