Rumor and Dating

Hunhun9

20150319 © AirlyAeri

Casts : Oh Sehun (EXO’s Sehun); Kang Hyejin (OC)

Genre : Fluff, Friendship, Romance ║ Rated : PG-15 ║ Length : Ficlet (863 words)

Backsound : Apink – Bu Bi Bu

This is sequel of Question and first series of SeJin’s Journey.

***

“Kudengar Sehun sedang berpacaran dengan seseorang.”

“Benarkah?!”

“Kata siapa kau? Deduksimu tak berdasar!”

“Aku mendengarnya dari si biang gosip, Jaekyung.”

Hyejin harus memejamkan kedua matanya kala mendengar percakapan diantara para gadis yang berada tak jauh dari tempatnya. Apalagi bila mereka menyebutkan nama Sehun, sudah pasti wajahnya akan memerah sekarang mengingat kejadian tadi siang. Lagipula, bagaimana bisa kejadian tadi siang sudah menyebar luas seperti ini?

Hyejin mendesah seraya menyesap flat white yang tak lagi panas. Saat ini, coffee shop begitu ramai dengan para pengunjung. Tapi, entah hanya mata Hyejin yang salah, mayoritas pengunjungnya adalah perempuan dan rata-rata adalah mahasiswa di kampus tempat Hyejin kuliah. Maklum saja, tempat coffee shop berada tak jauh dari kampus. Seketika gadis itu menatap seluruh ruangan coffee shop yang saat ini ia datangi dengan horor. Dan juga, kenapa mesti tempat ini yang menjadi latar untuk membicarakan topik itu sih?!

Sesekali, ekor matanya melirik ke arah para gadis yang masih sibuk membicarakan topik yang seru.

Oh Sehun.

Oke, sepertinya Hyejin mulai sadar betapa tingginya tingkat kepopuleran lelaki itu. Tiba-tiba saja, ingatannya melayang ke kejadian satu jam sebelum ia kemari.

“Hei, Hyejin. Apa itu benar?”

Hyejin mengerutkan keningnya kala ia sedang membereskan buku-bukunya ke dalam tas. Segera ia mendongak dan mendapati rekan kuliahnya, Shim Chaerim sedang menatapnya dengan pandangan berbinar. Anak ini kenapa? Pikir Hyejin.

“Maksudmu?”

“Kau dengan Sehun.”

“Apa?”

Chaerim mengerang gemas. Sebal karena Hyejin tak kunjung mengerti maksudnya. “Aduh, katanya Sehun berpacaran denganmu. Jadi, apa itu benar?”

“Tahu darimana kau?” Hyejin langsung menyodorkan pertanyaan seperti itu pada Chaerim tanpa basa-basi saat tahu maksud si rekan kuliahnya.

Chaerim menghelakan napas panjang saat mendengar pertanyaan klise dari Hyejin. “Sepertinya kau lupa kalau pamor lelaki itu cukup tinggi.”

Benar kata Chaerim, pikir Hyejin sambil menelan salivanya kuat-kuat. Ia akui, ia memang telah menyukai Sehun sejak lama. Tapi, ia baru sadar kalau kepopuleran Sehun bisa-bisa membunuhnya jika rumor yang bertebaran di kalangan mahasiswa saat ini akan diakui kebenarannya. Yang pasti ia tak akan mati di tangan para gadis menyeramkan yang begitu terobsesi pada Sehun, kan?

“Aku jadi penasaran siapa gadis beruntung itu.”

“Ayo kita bertaruh. Kira-kira dari fakultas mana gadis itu yang telah berhasil mengambil hati Sehun.”

“Katanya gadis itu berasal dari fakultas Psikologi.”

“Kudengar namanya kalau tidak salah Kang Hyejin.”

Hyejin langsung menelan cairan yang mendadak pahit di lidahnya kala diantara para gadis itu berhasil menyebutkan namanya. Bagus, bagus sekali. Karena Sehun, namanya mendadak terkenal. Baiklah, tinggal menghitung jam kapan aku akan diburu dan diarak untuk dicincang, batin Hyejin.

“Kau tidak memakan lolipopnya?”

Hyejin tersentak. Seketika ia mendongak dan membulatkan matanya kala tahu siapa yang mengajaknya bicara kini.

Sehun kini dengan entengnya main duduk saja di depan Hyejin. Tangannya tampak membawa gelas kopinya sendiri. Jarak antara Sehun dan Hyejin begitu dekat dan hanya meja kecil yang menjadi jaraknya. “Dan kau sendirian saja di sini.”

“A-aku…”

Pikiran Hyejin buyar. Mendadak apa yang ingin ia katakan hilang dan kini seolah-olah ia seperti anak berusia 5 tahun yang belum bisa merangkai kata. Sesekali, ekor matanya kembali melirik ke arah para gadis yang kini matanya terfokus ke arah Sehun dan Hyejin.

“Itu kan Sehun.”

“Berarti itu pacarnya?”

“Yang dari fakultas Psikologi itu?”

“Jadi, itu yang namanya Kang Hyejin?”

Sementara, Sehun menatap Hyejin lalu beralih ke arah para gadis yang sedaritadi memperhatikannya. “Kau terganggu dengan mereka dan segala topiknya?” tanyanya menerka.

“Lebih tepatnya topik mengenai kau dan aku.”

“Maksudmu kita?”

Bagus, Sehun bahkan sekarang telah berani menggabungkan subjek ‘kau dan aku’ menjadi ‘kita’. Bagus sekali. Benar-benar tinggal menghitung jam saja untukku. Apa perlu kutulis surat wasiat juga ya? Pikir Hyejin.

“Berhenti berpikir agar kerutan di keningmu tak banyak.”

Hyejin memandang Sehun dan tampak lelaki itu sedang mengusap keningnya yang kemudian ke arah helaian rambut berwarna cokelat tua gadis itu dengan lembut. Terlebih saat Sehun melakukan hal yang kedua membuat Hyejin harus menahan napasnya. Bukan hanya kaget, ia juga harus siap diperhatikan lebih oleh orang-orang di sekitarnya.

“Bagaimana kau bisa tahu aku di sini?” desis Hyejin mengalihkan segala pikirannya pada Sehun.

“Tak sengaja melewati tempat ini dan melihatmu seperti orang yang terisolasi,” ucap Sehun asal yang mampu membuat Hyejin kesal.

Ya!”

“Aku benar kan? Kalau kau perhatikan sekitarmu, kau pasti baru sadar kalau hanya kau yang sendirian di tempat ini,” ujar lelaki itu sambil menyesap kopinya dengan santai.

Hyejin kembali mendesah. Entah sudah berapa kali ia melakukannya. Sudah terlanjur kesal, bingung, terkejut, risih, dan berbagai macam perasaan yang melingkupi hatinya membuatnya seperti ini. Maka, gadis itu kembali menyesap flat white yang kini bersisa seperempatnya dengan perasaan yang telah tercampur aduk.

“Kau tidak pernah diajarkan cara minum yang baik, ya?”

Seketika Hyejin mendongak dan menatap Sehun dengan alis yang bertaut—heran. “Kenapa me―”

Ucapan Hyejin dengan terpaksa harus terputus begitu saja kala jemari Sehun kini tanpa basa-basi langsung membersihkan sesuatu dari mulutnya. Membuat tubuh gadis itu langsung membeku seketika. Dan, dalam sepersekian detik ia dapat mendengar sayup-sayup pekikan iri. Pasti pekikan itu berasal dari orang-orang yang tengah memperhatikannya dengan iri.

“Krim kopimu tertinggal di bibirmu, chagiya,” ujar Sehun santai, namun membuat jantung Hyejin berpacu kencang. “Ah ya, lalu bagaimana kencannya?”

Kencan.

Topik yang bagus tapi kalau situasinya begini..

Kini Hyejin mulai merasa semua orang memperhatikannya dengan intens. Sesekali, terdengar suara berbisik dan pekikan kecil—yang dirasa Hyejin seperti membicarakannya. Membuat gadis itu risih dan tak betah. “Tidak tahu,” jawab Hyejin asal.

“Kenapa kau menjawabnya begitu?” dengus Sehun yang mampu mengalihkan Hyejin. Selang beberapa detik kemudian, Sehun berkata sesuatu yang menyimpulkan bahwa ia tahu apa yang dipikirkan oleh gadisnya. “Perlu penegasan langsung untuk mereka? Ayo, kita kencan sekarang.”

“Apa?”

Hyejin melongo saat Sehun bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangannya. Butuh waktu beberapa detik untuk membuat Hyejin yakin. Perlahan, tangan Hyejin membalas uluran tangan Sehun yang sukses membuat Sehun menarik bibirnya—tersenyum yang mampu membuat seluruh isi pengunjung coffee shop memekik iri.

Sebelum langkah kaki mereka sampai di luar pintu masuk, Sehun bahkan tanpa ragu mengecup singkat pipi memerah Hyejin yang mampu membuat seluruh pengunjung semakin iri.

Baiklah, sekarang Sehun akan Hyejin beri label orang gila karena dengan seenaknya membuatnya seperti ini.

-fin.

Hai, gue balik dengan ff Sehun. Karena ini, gue resmi bikin seriesnya Sehun-Hyejin dengan judul SeJin’s Journey. Huahaha XD Baekhyun-Rihwa juga pengen gue bikinin seriesnya. Jongin-Joeun ada rencana tapi buyar au ke mana 😐 Kalau Daehee-Kyungsoo ga ada bayangan. Kalo Chanyeol… gue ga bisa ngebayangin apa-apa deh =__=

Terima kasih sudah mau baca fanfict ini dengan cast yang BELAKANGAN saya taksir, tapi cuman SESAAT (biar pensnya sehun ga jelous). Semoga suka ya dengan alur yang ga jelas banget kayanya -_- Jangan lupa, tanggapan selalu dinanti. 🙂

Thank you.

-AirlyAeri.

Iklan

7 thoughts on “Rumor and Dating

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s