Takdir #GoresanTinta

Bogor 20150322 © AirlyAeri

.

Kadang sesuatu yang terjadi ada saja yang tak diharapkan. Ketika ada sesuatu yang diharapkan, namun pada akhirnya tak sesuai dengan keinginan membuatnya menjadi menyalahkan semuanya—terutama pada Tuhan. Seolah di telinga, akal, dan pikiran berkata ‘harusnya tidak seperti ini’ atau ‘takdir memang kejam’.

Jika ditelaah kembali, bukankah Tuhan telah memberikan kita ‘pilihan’ yang sesuai dengan kehendak-Nya? Bukankah kita diberi kebebasan untuk ‘memilih’ apa yang kita inginkan? Bukankah pada akhirnya kita juga harus menanggung ‘pilihan’nya sejak awal? Jadi, apakah kita masih pantas menyalahkan Tuhan yang telah memberikan berbagai ‘pilihan’ beserta jalan takdirnya yang telah diatur sedemikan rupa oleh-Nya?

Bahkan, daun jatuh dari pohonnya saja telah ditakdirkan oleh-Nya. Bukankah itu menjadi bukti nyata bahwa Dia telah menentukan jalan hidup semua mahkluk-Nya melalui ‘pilihan-pilihan’ yang sudah disiapkan beserta jalan hidupnya nanti?

Benar. Hidup adalah pilihan. Pilihan yang telah berisi kumpulan takdir dan harus dilalui—apapun resikonya. Jika sejak awal telah memilih, apakah masih pantas untuk menyesalinya setelah tahu apa yang terjadi? Apakah penyesalan akan tetap berguna jika pada akhirnya tetap tak ada yang berubah?

Mungkin saatnya merenung dimulai. Di mana saatnya berpikir antara menyesali takdir terus-menerus atau terus berjalan lurus melewati semuanya sebelum kembali bertemu dengan pilihan selanjutnya. Tentu beserta dengan takdir yang telah disiapkan oleh Tuhan.

.

Goresan tinta pertama.

Dari aku yang sempat menyesali akan pilihan dan takdir

yang pada akhirnya tak akan pernah bisa berubah.

-AirlyAeri.

Iklan

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s