One Day

Screenshot_2014-10-05-07-46-32

20150505 © AirlyAeri

Casts : Huang Zitao [EXO’s Tao] & Song Aeri [OC]

Genre : Fluff, Friendship, Romance ║ Rated : PG-15 ║ Length : Vignette (1004 words)

***

Mungkin setelah ini ia berjanji. Bahwa ia akan menyayangi Aeri layaknya adik kesayangan.

Tuk!

Aeri agak terperanjat saat ia merasa bahunya agak berat ditengah kedua matanya sibuk memandang jalan besar yang terpampang jelas di depan kaca besar bus. Pemandangan yang terlihat di sana hanyalah jalan besar yang dipenuhi lampu-lampu penerang jalan karena langit sudah gelap. Toko-toko yang berderetan di pinggir jalan juga tampak masih buka dan suasananya amat ramai. Membuat gadis itu merasa tak kesepian sebentar.

Ia putuskan untuk melirik sedikit dan mendapati seorang lelaki yang duduk di sampingnya kini sedang menyandarkan kepalanya dengan kedua mata yang terpejam.

Terdengar sekali hembusan napas yang keluar dari hidung lelaki itu, namun rasanya gadis itu amat tak terganggu.

“Bi…”

“Hmm?”

Don’t go anywhere.”

I’m always in here, Ge.”

Lelaki itu membuka sedikit kedua matanya, kemudian mengubah posisi kepalanya menjadi memandang Aeri. “So, be my girl.”

Tampak gadis itu tertawa kecil. “I will,” ucapnya tanpa ragu. “But just for one day, Tao Ge.”

Lelaki itu diam sejenak, kemudian seulas senyum kini jelas terukir di bibirnya. Perasaan sedih yang awalnya melingkupi hatinya dan membuatnya bimbang setengah mati, kini rasa senang bercampur bahagia seketika menguasainya. Walaupun bukan bahagia yang ia inginkan. “Meski hanya sehari, tak apa. Apa kau sudah izin pada Jongdae Hyung?”

Aeri mendelik sejenak ke arah lelaki bernama Tao itu. “Memangnya perlu? Lagipula, Jongdae Oppa sepertinya tak masalah dengan hal ini.”

“Benarkah? Aneh sekali,” gumam Tao sambil mengangkat kepalanya memandang ke arah jalan raya yang ramai melalui jendela di sampingnya.

“Apanya yang aneh? Jongdae Oppa pasti akan mengira kalau itu sebagai bentuk sayang seorang kakak pada adiknya,” sahut Aeri sambil tersenyum. “Atau, apa Gege tak mau?”

“Tidak, bukan begitu maksudku,” sanggah Tao dengan cepat seraya menolehkan kepalanya pada Aeri. “Kau tahu, hubungan kalian itu cukup aneh bila dikatakan sepasang kekasih. Mana bisa kau sebagai kekasih orang lain mengizinkan aku untuk berkencan denganmu walau hanya sehari saja.”

Aeri memutar bola matanya jengah saat mendengar celotehan Tao yang bisa ia katakan begitu cerewet dan berisik. “Jadi, apa yang ingin kau utarakan, Ge?”

“Apa alasanmu sebenarnya melakukan hal ini? Padahal kau amat tahu bahwa aku mencintaimu dan aku amat tahu bahwa kau tak bermaksud untuk menyakitiku.”

Hening sejenak.

Karena Aeri menoleh ke arah Tao dengan seulas senyum. Iris bening cokelat tua milik gadis itu memandang lurus iris bening hitam milik Tao, membuat pandangan mereka saling beradu. Membuat mereka sama-sama mendelik dan menebak apa yang mereka pikirkan sebenarnya melalui iris-iris tersebut. Seolah semuanya sedang terkunci dalam satu pandang mereka.

“Apa setelah aku menjawab ini kau akan berhenti bertanya dan melakukan apa yang kau inginkan, Ge?”

“Kalau itu maumu, aku akan melakukannya.”

Lagi. Seulas senyum manis terukir di bibir Aeri. Membuat sebuah lesung pipinya terlihat jelas diantara sedikit semu merah di pipinya. Dan hembusan napasnya yang halus namun pasti terdengar jelas oleh Tao. Lelaki itu masih saja tak lepas memandang Aeri.

“Aku menyayangimu sebagai seorang kakak laki-laki yang amat baik, meski dari luar kau tampak menyeramkan dengan berbagai tindikanmu di telinga. Aku menyayangimu sebagai seorang kakak laki-laki yang bersedia memelukku dan meredam tangisku, meski tampaknya kau seperti seorang preman jalanan. Aku menyayangimu sebagai seorang kakak laki-laki yang amat menyayangiku dan bahkan rela melindungiku, meski secara hukum kau bukanlah siapa-siapa. Aku menyayangimu sebagai kakak laki-laki yang layaknya seperti kakak laki-laki sungguhan. Kau pasti ingat kan bahwa aku hanya punya dua kakak perempuan. Kalau kau mau tahu, kau seperti pelengkap dalam hidupku selain Kim Jongdae dan Cho Kyuhyun.”

Hati Tao terasa mencelos saat mendengar hal itu. Dua perasaan yang bertentangan mulai muncul secara bersamaan, antara rasa sedih dan bahagia yang kini mulai menyatu dalam hatinya dan membuat suatu perasaan besar. Haru.

Lelaki itu tak pernah merasakan hal setulus ini. Meski ia tahu rasa cinta sebagai seorang pria dan seorang kakak amat berbeda. Namun kala mendengar pengakuan singkat gadis di hadapannya ini entah mengapa membuatnya amat merasa bahagia meski sedih melanda. Dalam hati kecilnya berkata kalau bisa, ia ingin sekali menjadi seorang kakak yang baik, menyayanginya, dan bahkan melindunginya. Seperti yang diucapkan Aeri padanya tadi.

“Aku menyayangimu, Tao Gege. Aku juga mencintaimu. Tapi rasa sayangku padamu sebagai seorang adik pada kakaknya amatlah besar. Maaf. Jika bisa, aku juga ingin melakukan apa yang sudah kau lakukan untukku. Atau mengabulkan apa yang kau inginkan.”

Tao melirik ke sekitar lingkungan bus yang kali ini amatlah sepi, hanya ada dirinya dan Aeri saat ini. Ia juga melirik arlojinya sekilas yang kini telah menunjukkan pukul 11 malam. Suasana di sepanjang jalan yang bus itu lewati masih sangat ramai, menandakan bahwa kondisi lalu-lalang kota Seoul belum berhenti sepenuhnya.

“Bagaimana jika aku berubah menjadi seorang lelaki brengsek dalam sekejap jika kau bersedia mengabulkan keinginanku?” tanya Tao dengan nada datar.

Senyum Aeri masih belum luntur juga saat mendengar pertanyaan begitu. Rupanya gadis itu tahu arah pembicaraan lelaki di hadapannya. “Aku tahu Gege tidak akan begitu.”

Baru saja Tao hendak membuka mulut lagi untuk bertanya, tahu-tahu ia merasakan kehangatan yang amat familiar menjalar ke seluruh tubuhnya. Lelaki itu menunduk dan melihat bahwa Aeri kini sedang memeluknya dengan erat. Lagi. Ia kini merasa seperti orang bodoh sejenak.

“Kumohon, izinkan aku untuk tetap menyayangimu sebagai kakakku..”

Akhirnya Tao menyerah dan menghelakan napas panjang. Ia tahu perasaannya mengatakan bahwa ia amat mencintai Aeri sebagai seorang gadis. Namun, saat mendengar pernyataan Aeri tadi entah mengapa membuatnya merasa bahwa ia amat berhak merasakan kasih sayang yang Aeri berikan untuknya sebagai seorang kakak.

Mungkin setelah ini ia berjanji. Bahwa ia akan menyayangi Aeri layaknya adik kesayangan mengingat ia sama sekali tak punya saudara.

Perlahan tangan kokoh milik Tao terulur dan membalas pelukan Aeri seraya berkata, “Aku juga akan menyayangimu, Bi. Aku janji.”

“Benarkah?” Aeri buru-buru melepaskan pelukannya dan menatap Tao dengan kedua mata yang berbinar. “Aku benar-benar menyayangimu, Ge!”

Tubuh Tao tiba-tiba saja membatu saat ia merasakan kecupan singkat pemberian Aeri di pipinya. Membuatnya terkekeh pelan dan membalas mengecup pipi Aeri yang mulai memerah.

Gege!” pekik Aeri dengan nada tertahan. “Kau―”

“―hanya malam ini sebagai kekasihku. Mulai besok, kau boleh datang padaku dan mengeluhkan apapun―bahkan Jongdae Hyung sekalipun jika dia berbuat jahat padamu,” tukas Tao. “Untuk ciuman di pipi tadi, anggap saja aku kakak laki-lakimu. Arraseo?”

Dan gelak tawa diantara mereka kini tak dapat dihindarkan.

-fin.

Bikin fict begini karena saya sedang dilanda stress pengumuman SNMPTN sama menjelang SBMPTN. Doakan saya ya semoga lulus >_< wkwk. Belom lagi laptop saya lagi-lagi sedang ngambek (red:gabisanyalaT.T) membuat saya makin stress. Jadi, untuk saat ini hanya ini yang bisa saya tulis. Huahahahah 😥 #maafkandaku.

Harap meninggalkan review ya setelah membaca ini, biar saya ga ngenes amat soalnya nulis ini dari malem sampe pagi. Wkwk XD Terima kasih udah baca ff ini dengan cast Zitao yang emang udah saya taksir setelah dulu saya bully -__- /maakanakusayang//ditabokcantik/ Semoga dapet yah feelnyaaaa~ 😀

Thank you.

-AirlyAeri.

Iklan

4 thoughts on “One Day

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s