DaeRi’s Daily : Flu #2

lpdaDJ0

20150611 © AirlyAeri

Casts : Kim Jongdae [EXO’s Chen]; Song Aeri [OC]

Genre : Marriage Life, Fluff, Romance ║ Rated : PG-17 ║ Length : Ficlet (800+ words)

***

Aku terkejut mendengar telepon dari Sekretaris ayah mertuaku yang mengatakan bahwa Aeri hari ini datang ke kantor untuk bekerja. Padahal aku masih ingat dengan jelas selama seminggu terakhir ini kondisinya belum sepenuhnya pulih. Jangankan untuk pergi ke kantor, untuk meluangkan waktu malamnya demi menyelesaikan tugas menyunting naskah minggu ini dan menyelesaikan naskahnya sendiri saja tidak sanggup hingga aku sempat memutuskan untuk mengambil cuti beberapa hari demi dirinya.

“Nyonya muda Kim tadi bersikeras tidak mau mengambil izin siang meski wajahnya pucat sekali, bahkan Tuan Presdir Song sampai turun tangan. Namun, Nyonya muda Kim tetap berpegang teguh pada tindakannya, Tuan muda Kim,” jelas Sekretaris Min—si Sekretaris yang bekerja di bawah pimpinan ayah mertuaku.

“Kapan Aeri akan pulang?”

“Kemungkinan sebentar lagi, Tuan muda.”

“Tolong katakan padanya bahwa aku akan menjemputnya.”

“Akan saya sampaikan, Tuan.”

“Terima kasih.”

Maka dari itu, saat ini Aeri telah menatapku dengan horor setelah berhasil menyeretnya pulang dan masuk ke dalam mobil Rover Range putihku. Langit senja menjelang gelap menyapa sepasang manik mataku saat sibuk menyetir dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.

“Aku kan tidak memintamu untuk menjemputku, Dae,” desis Aeri sebal sembari mendengus. Membuatnya berhasil memecahkan kesunyian diantara kami sejemang.

“Aku juga kan tidak memintamu untuk pergi bekerja, Ae,” balasku tak mau kalah. “Kau belum sepenuhnya pulih.”

“Tapi, aku sudah membaik kok,” bela Aeri akhirnya sambil menoleh ke arahku yang sibuk mengemudi. “Wajahku. Tidak terlihat pucat, kan?”

Aku menoleh ke arah gadis itu dan memandangnya kala lampu merah lalu lintas menyala. Kemudian kembali fokus ke jalan raya yang penuh dengan lalu lalang orang-orang. “Tidak. Tapi, tadi pagi aku masih sempat dengar kalau kau bersin, Ae.”

“Tapi, itu hanya sekali bersin, Dae.” Aeri kembali membela diri lalu menjelaskan segala apa yang terjadi padanya seharian ini. Mulai dari ia tidak bersin-bersin lagi dalam jangka waktu lama di pagi hari karena udara sejuk musim semi, wajahnya tak lagi pucat, suhu tubuhnya telah menurun cepat tanpa ampun ketika ia bekerja, hidungnya yang tak lagi memerah, dan sebagainya—demi untuk membuktikan bahwa ia telah sembuh dari sakitnya. Namun, tetap saja aku berpegang teguh pada deduksiku dan menggeleng tak percaya.

“Aku tidak yakin dengan segala hipotesismu, Ae. Pokoknya kau harus segera istirahat.”

“Oh, ayolah Dae. Kalau aku istirahat lagi, tugasku tak akan cepat selesai.”

Bahkan ketika mobilku telah diparkirkan di garasi dan langkah kaki kami sudah berada di ambang pintu masuk rumah, Aeri masih saja berceloteh dengan segala alasannya agar aku mengizinkannya kembali bekerja seperti biasa. Membuatku berhenti sejenak untuk menekan kombinasi angka agar pintu rumah minimalis kami terbuka dengan semestinya.

“…..Bahkan tadi Tuan Kepala Editor Hwang memintaku untuk segera menyelesaikan suntingan naskah yang kukerjakan, Dae. Dan, Nona Editor Shin juga memintaku untuk segera―”

“―Kim Aeri.”

“Ya?”

Aku menoleh dan mendapati Aeri yang kini masih tetap berdiri di sampingku sambil memandangku penuh tanya setelah ia tak berhenti bicara tadi. Wajahnya yang amat memancarkan kelelahan—terlihat sekali di sekitar matanya terdapat kantung mata hitam yang tak terlalu parah seperti sebelumnya—dan hidungnya yang mulai memerah karena udara dingin di waktu langit yang sudah gelap. Membuatku mengangguk setuju bila ia benar-benar butuh istirahat selama beberapa hari.

“Ayo pergi.”

“Apa?”

Sudut bibirku tak dapat ditahan untun tertarik ke atas—membentuk seulas senyum kala aku menekan kombinasi kunci pintu masuk rumah, Aeri tak lagi berkicau dan malah menatapku bingung.

“Maksudmu apa?”

“Nanti kita bicarakan lagi.”

“Dae!”

“Aku mau mandi dan segera tidur. Tubuhku lelah sekali, sayang.”

“Katakan dulu maksudmu apa, Dae!”

Setelah sejenak membuatnya diam, kini ia malah kembali cerewet dengan rasa penasarannya. Jangan harap ketika langkah kaki kami telah memasuki kamar gadis itu sudah diam. Gadis itu bahkan semakin menjadi sampai-sampai ia menungguku keluar dari kamar mandi demi meminta penjelasan dariku atas pernyataannya tadi.

“Jongdae~”

“Apa?”

Aku menoleh pada akhirnya setelah tak tahan mendengar rengekan lucunya karena terlalu penasaran. Ditambah pula aku baru saja mengambil termometer, sehingga saat aku hendak menyahuti panggilannya kulihat Aeri sedang duduk bersila di ranjangku dengan wajah cemberut.

“Kau tidak makan?”

“Tidak nafsu. Aku hanya ingin penjelasanmu atas tadi. Maksudmu apa?”

“Iya.”

“Hanya―”

“―Besok. Ayo, kita kencan.”

Aeri melongo mendengar ucapanku dan itu kujadikan kesempatan untuk mengecek suhu tubuhya saat ini dengan memasangkan termometer tepat di mulutnya. “Kencan?” gumamnya pelan yang membuatku terkekeh pelan.

“Iya. Jadi,” Aku mulai menarik selimut untuknya setelah berbaring di sampingku. “Besok jangan pergi ke mana-mana dan jangan mengerjakan apapun agar kau segera pulih. Setelah kau sembuh, kita akan berkencan. Janji?”

“Aku tak bisa janji,” ujar Aeri serius sambil melepaskan termometernya dari mulutnya, kemudian mengerutkan keningnya sejenak untuk melihat hasilnya. “Sudah tidak panas karena suhu tubuhku sudah turun. Ayo, izinkan aku―”

“―Tidak ada alasan mengerjakan pekerjaanmu, Ae. Ayo, tidur.”

“Kim Jongdae!”

Aku langsung memeluk Aeri dengan erat dan malah ikut berbaring agar semakin menenggelamkan tubuh Aeri ke dalam selimut. Berpura-pura seolah tak terjadi apapun. “Ah, posisi begini lebih enak kan? Jangan ke mana-mana ya.”

“Dae!”

“Pokoknya kau harus segera sembuh agar kita besok bisa berkencan,” ucapku yang membuatnya yang awalnya meronta, kini diam memandangku. Kubalas dengan seulas senyum sebelum mengecup keningnya. “Selamat tidur, Ae,” kataku sebelum memejamkan kedua mataku dengan keadaan tetap memeluk tubuh Aeri yang perlahan ikut membalas pelukanku.

-fin.

Aaa!! Akhirnya, bisa bikin lanjutan DaeRi’s Daily : Flu #1 setelah SBMPTN. Sumpah, saya ga fokus mau lanjutin fanfict ini karena ini marriage life sekali. Kkk~ Sebenernya saya bikin ini ada yang nentang dan ada pula yang dukung. Bahkan ada juga yang minta bikinin genre beginian dengan cast biasnya, udah gitu minta diseries pula. Huwaa, airly lelah temans~ /kemudiantenggelemkedalambakmandi/

Terima kasih sudah membaca dan bahkan ada nungguin pula. Terima kasih juga sudah membaca fanfict ini dengan cast yang yah bias saya /lirikjongdae/ wkwk. Semoga suka yah, maafkan daku bila ini fanfict jadi menjurus ke yang aneh-aneh. Ini efek si Riri yang suka bilang kalo genre marriage life lebih kerasa feelingnya dalam hal fluffy cheesy romance gitu. Wakakakak XD /laluriridatengsambillemparbatu/ #maafkandaku

Ah yang paling utama, tanggapan selalu dinanti sebagai wujud hasil kerja keras saya menulis. Hihihi ^^

Thank you

-AirlyAeri.

Iklan

12 thoughts on “DaeRi’s Daily : Flu #2

    1. Hai, iya sama-sama ya. Aku juga terima kasih karena udah menyempatkan baca ff ini dan memberikan review. ^^
      Makasih juga lho udah sering nyempetin datang kemari. Kuterharu kyaa :”” hehehe

  1. Aaaa aku flying help mehhh overall good-too good malah, Jongdae why u so aargh *maklumi saya lagi fangirling*
    Ka airlyaeri emang keren di fluff hehe , seperti biasa ini manis tapi berkesan

    1. Waaahhh, jangan terbang. Ayo turunnnn >< kkkkk~
      Gapapa, saya juga suka fangirling tentang jongdae wahahah /edisicurhat/
      Terima kasih sudah membaca dan memberikan review ^^ Aduh, secara basic saya memang hanya bisa fluff u,u /efeknontondrama/ kkkk. Sekali lagi, terima kasih yaaa 🙂 🙂

      1. Kkkk’ jongdae lovers XD setuju setuju, entah kenapa rasanya jadi pengen bikin blog isinya ff jongdae semua kalo ketemu sama orang yang satu bias XD XD wkwk
        Terima kasih atas perhatiannya! ^^ /dikiranungguinapa-_-/ wkwk

    1. Hai juga sheliiiimmm
      Thanks udah baca yah. Wkwk. Iya, sengaja ga ada kisseu takutnya kalian jadi aneh-aneh lagi -_- wkwk
      Makasih buat pujiannya. Aduh, jadi malu >< kkk~ /iniboong/
      Makasih juga udah review, love youuu :*

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s