YiHwa’s Cut : Note

yihwa-note

20151209 © AirlyAeri

Casts : Zhang Yixing [EXO’s Lay]; Lee Rihwa [OC-Riri]

Genre : AU, Romance, Fluff ║ Rated : PG-17 ║ Length : Ficlet [900+ words]

Backsound : Yoon Shiyoon – I Wanna Be Couple [Flower Boy Next Door OST.]

***

Yixing Ge, maafkan aku.

Aku mengernyit. Ini sudah minggu keempat Rihwa mengirimi pesan di wallchat padaku sejak kepergiannya ke Kyoto, Jepang dua bulan lalu. Tidak, ia tidak pergi jauh. Hanya saja, pekerjaannya sebagai wartawan menuntutnya untuk melakukan dinas jauh sampai ke Jepang.

Awalnya sih aku sempat merajuk, tetapi ketika melihat wajah Rihwa yang bingung membuatku akhirnya luluh juga.

“Berapa lama kau ada di Jepang, Ri?”

“Hmm, dua bulan kurang lebih.”

“Dan kau akan meninggalkanku sendirian di sini? Tidak lucu, Ri.”

“Kalau begitu, apa perlu aku minta pada atasanku agar diperpendek dinasnya?”

Helaan napas akhirnya keluar dari mulutku ketika mengingat kejadian beberapa minggu lalu. Kulirik langit sore kota Seoul yang sudah menjelang akhir musim gugur. Ini sudah memasuki bulan kedua sejak Rihwa pergi untuk pekerjaannya.

Entah mengapa, pesan yang kubaca darinya setiap hari itu agak membuatku gelisah. Tetapi, setiap aku bertanya kenapa alasannya pada Rihwa kala menelepon, ia hanya mengelak dan berkata bukan apa-apa.

“Tuan Zhang.”

Aku mendongak kala sibuk berkutat pada laptopku. Kudapati Sekretaris Yoo masuk ke ruanganku sembari membawa sesuatu.

“Ada kiriman untuk anda dari Jepang,” ungkapnya ketika sampai di depan mejaku seraya menyerahkan kiriman. Bentuknya yang agak tipis membuatku mulai menerka-nerka apa isinya.

Kuterima dengan cepat sambil membaca alamat pengirim. Benar dari Jepang. “Terima kasih.”

Sekretaris Yoo tersenyum dan membungkuk salam hendak pamit. Kemudian, ia pergi meninggalkan ruanganku. Membuatku dengan segera memfokuskan mata ke sebuah benda asing hasil kiriman dari Jepang.

Siapa orang yang tiba-tiba repot mengirimkan barang ini?

Akhirnya, kubuka kiriman itu perlahan dan dapat kuketahui bahwa sebuah bingkisan. Di luarnya tertulis sesuatu yang amat kukenali bentuknya.

Yixing Ge ^^

Sudah jelas yang menulis ini bukan orang asing, dan orang yang kutebak adalah Rihwa pengirimnya. Yang mau tak mau harus kubuka bingkisan ini demi menghilangkan rasa penasaranku.

Ketika dibuka, terdapat sebuah album foto yang di bagian cover tertulis ‘Dear Composer Zhang Yixing’. Membuatku mau tak mau ikut tersenyum.

Setelah itu, di halaman pertama terdapat foto sosok diriku yang menggunakan kacamata sedang menatap komputer. Di sana ada sebuah catatan kecil.

Kau yang sedang keras kepala untuk beristirahat sejenak. Ya ampun Ge, kau bukan anak kecil lagi tahu.’

Aku tersenyum membacanya, kemudian kulihat halam kedua fotoku yang baru saja bangun tidur dan asyik menyesap kopi. Lagi-lagi tertulis catatan kecil buatannya.

‘Ish, jorok. Begitu bangun tidur bukannya mandi malah langsung minum kopi pagi-pagi. Jangan minum kopi terus!’

Begitu terus selanjutnya bersamaan dengan catatan-catatan kecil buatan Rihwa. Ada fotoku ketika sedang asyik memakan cupcake buatan Rihwa, fotoku ketika baru saja keluar dari kamar mandi, fotoku ketika sedang asyik menyantap tteopokki, bahkan sampai fotoku yang berjalan memunggungi kamera. Dapat kuketahui bahwa foto tersebut diambil kala kami berangkat bekerja bersama-sama.

Kebiasaan Gege, belum sepenuhnya dihiasi topping tapi sudah dimakan.’

‘Kalau mandi lama sekali. Aku jadi heran, di dalam Gege melakukan apa sih sebenarnya?’

Tteopokki, kesukaan Gege sekali. Apalagi jika sedang berkencan di daerah Myeongdong dan menikmati jajanan kaki lima waktu malam.’

‘Lihat. Punggung tubuhmu memang lebih enak untuk dipeluk kan? Kekeke~’

Hingga sampailah di foto terakhir yang menampilkan foto pernikahan kami dan foto kami yang sedang berpose lucu di kereta gantung menuju Namsan Tower.

Meski memiliki kebiasaan yang aneh dan kadang sedikit menyebalkan—ugh, jangan lupakan sifat pelupanya, tapi bagaimanapun juga orang ini kan suamiku. Hahaha! Selamat ulang tahun, sayang. Semoga kau selalu menjadi pribadi yang baik dan selalu mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan. Dan semoga apa yang kauinginkan dalam doamu, aku akan mengamininya. Amin.

Maaf ya karena terlambat memberikannya, aku berniat ingin menyampaikan ini langsung. Tapi pekerjaanku menghalanginya.

Ah iya, sengaja kulakukan ini sebagai kado ulang tahunmu, karena aku amat mencintaimu, Ge. Hihihi. Maaf ya, aku tak pandai mengungkapkan langsung. Aku malu sungguh.

Ehm, mungkin ketika aku sudah sampai di Seoul aku akan mengatakannya. Tolong ingatkan aku ya, jangan sampai lupa. Nanti kau yang rugi. Hehehe.

Aku akan menyayangimu selalu, Ge.

Salam manis,

Zhang Rihwa.’

Aku kembali tersenyum sumringah. Lama-lama aku sungguh merindukannya. Perlahan tanganku terulur untuk menyentuh wajah Rihwa yang ada dalam foto kami.

“Halo, Ge.”

Aku tersentak kaget dan segera melirik ke arah pintu. Tampak Rihwa yang sedang tersenyum sambil melambaikan tangannya. Membuatku segera bangkit dari duduk.

“Riri…. Kapan kau kembali?” tanyaku bingung.

“Baru saja, setelah mendarat aku langsung berlari ke sini karena atasanku bilang aku mendapat libur sepuluh hari. Kenapa? Gege tak senang?” ucap Rihwa panjang lebar.

Aku hanya menggeleng sambil tersenyum bahagia.

Akhirnya, kami berdua duduk di sofa sembari menikmati sup rumput laut yang baru saja dibuat oleh Rihwa. Sesekali kulirik Rihwa yang senang menyesap kuah supnya. Bahkan ia juga kerap kali menelan rumput lautnya dengan lahap yang kadang membuatku terkekeh. Astaga terlihat sekali kalau ia lapar setelah menempuh perjalanan panjang.

Gege tidak makan supnya? Tidak enak ya?”

Kupandangi Rihwa yang kini memandangku dengan pandangan tak enak seraya menelan kuah sup untuk kesekian kalinya.

“Tidak,” ungkapku seraya menggeleng pelan, kemudian tanganku menyendok rumput laut pada supnya. “Sepertinya kau yang sangat lapar ya. Ayo, buka mulutmu.”

Rihwa akhirnya menuruti ucapanku seraya berkata, “Kelihatan ya? Ya ampun, entah mengapa hari ini aku lapar sekali setelah perjalanan dari Jepang.”

“Kalau begitu, kenapa kau tadi tidak memasak yang lebih mengeyangkan saja?”

“Aku kan tidak membuat sup rumput laut di hari ulang tahunmu, Ge.”

Aku terdiam, sebelum menatap Rihwa yang kini masih asyik dengan supnya.

“Kalau begitu, sekarang katakan langsung,” sahutku ketika teringat catatan yang ada pada album foto hadiahnya.

Rihwa mendongak dan memandangku bingung, sebelum membulatkan mulutnya sebagai isyarat mengerti. Kemudian, ia berdeham sebentar. “Oke, selamat ulang tahun, Gege. Aku mencintaimu. Sangat. Hihihi.”

Rihwa menyengir sebentar, kemudian memelukku dengan erat yang akhirnya kubalas pelukannya yang hangat. “Aku merindukanmu Ge,” gumamnya yang dapat terdengar oleh telingaku.

Hal itu membuatku semakin merengkuhnya semakin erat, menyalurkan kehangatan milikku untuknya. “Aku juga amat merindukanmu dan aku juga sangat mencintaimu, Ri.”

-fin.

Akhirnyaa!! Setelah empat bulan ga nulis, akhirnya kembali dengan diawali fanfict Yixing-Rihwa. Huhuhu Alhamdulillah ya. Seneng banget, udah lama ga nulis lagi. Mau nulis fict yang ringan susah banget selama ini. Sebenernya juga pengen nulis dari bulan kemaren, tapi bulan kemaren UTS. Hehehe.

Akhirnya juga terbayar sudah fanfict khusus Yixing ultah yah setelah fict kemaren Rihwa ultah /telat hey dua bulan lo ke mana -__-/. Jangan tanya fict birthday khusus Jongdae-Aeri ada atau engga. Udah lewat parah, tahun depan aja yah. Wkwkwk.

Semoga suka dan feelnya kerasa ya, tapi agak sangsi sepertinya hambar. Huft.

Thank you.

-Airly.

Iklan

5 thoughts on “YiHwa’s Cut : Note

  1. halo airly, akhirnya aku balik haha. dari yihwa dulu tapi. sebenernya ini manis cuman birthday surprise entah kenapa idenya udah cukup sering dipake sehingga agak mengurangi daya tariknya… tapi feelnya dapet kok, aku suka gimana rihwa ngumpulin semua fotonya buat dikadoin ke yixing manis banget ><
    keep writing ya!

    1. Hai kak liana, akhirnya kakak review juga. Hihihi
      Ugh oh maafkan kak bila ide birthday surprisenya pasaran, karena otak aku lagi gamau mikir keras ditambah WB menyerang tanpa ampun /banyak alasan huh/
      Terima kasih kak sudah baca dan memberikan review. Sangat membantu untukku. Hiehehehe 😀

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s