DaeRi’s Daily : Pillow Talk

tumblr_mwrek6oepo1qh1cveo1_r1_500

20160201 © AirlyAeri

Casts : Kim Jongdae [EXO’s Chen] & Song Aeri [OC]

Genre : Marriage Life, Comedy, Fluff | Rated : R | Length : Ficlet (780 words)

Backsound : EXO – My Lady

***

Kupandangi Aeri yang sibuk menyunting beberapa naskah bentuk print out di atas ranjang dengan teliti dan matanya nyaris tak berkedip—demi mengamati sederet kata yang dirasa tak cocok. Sedari tadi tubuhnya benar-benar tak berpindah tempat dari ranjang sejak aku pulang dari kantor. Jangankan berpindah tempat, berpindah pose duduknya saja tidak.

Dan hal itu juga berefek pada jawaban singkat yang ia berikan padaku sejak tadi.

“Kau sudah pulang, Dae?”

“Hari ini aku pulang cepat.”

“Air hangatnya sudah kusiapkan. Mandilah.”

“Makan malamnya juga sudah siap. Makan dulu.”

Lalu sekarang, ketika aku merangkak naik ke atas ranjang setelah selesai mengguyur seluruh tubuhku dan berganti pakaian, tubuh Aeri masih nyaris tak bergerak. Hanya kepala dan bola matanya yang bergerak-gerak.

Udara di luar juga amat dingin karena hujan salju malam ini tak kunjung reda, dan membuatku akhirnya terpaksa menaikkan suhu penghangat ruangan agar tetap hangat.

“Heh, Ae.”

“Hm?”

“Ayo tidur. Jangan bekerja terus.”

“Masih banyak kerjaanku.”

Kutatap Aeri yang tak bergeming, membuatku merangkak mendekatinya dan mengamati sederet huruf yang tercetak di dalam print out-nya. Dan karena setetes air yang berasal dari rambut basahku sukses membuyarkan semuanya.

“Jongdae!!”

Kupandangi wajah Aeri dengan polos. “Apa?”

“Rambut basahmu mengenai naskahnya! Keringkan dulu rambutmu sana!”

“Tidak mau.”

“Yang benar saja, Dae. Astaga.”

Tampak Aeri mendengus kesal melihat sikapku, membuatku dengan berani mengambil print out naskahnya. Suatu hal yang sukses membuat gadis itu kembali berteriak.

“Apa yang―”

“―lepas semua kerjaanmu malam ini, Ae. Ya Tuhan, kau benar-benar ya.”

Ketika aku selesai menyingkirkan semuanya, kulihat kini Aeri menatapku sebal sambil melipat kedua tangannya.

“Jadi, apa yang kita lakukan sekarang?”

“Kau mau apa lagi selain tidur, hah? Kalau kau mau kita buat anak, aku bisa―”

“―kau habis menonton film dewasa ya, Dae?”

Aku terkekeh mendengar ucapannya dan ketika aku memandangnya, tampak Aeri sudah memandangku dengan tatapan laser. Membuatku semakin terbahak.

“Jongdae!! Berhenti tertawa!” teriakan kesalnya kini yang membuatku sulit untuk menghentikan tawa.

“Tapi, Ae, bukankah wajar aku berkata begitu? Kita kan sudah menikah,” ungkapku disela tawa. “Lagipula, apa kau tidak iri melihat anak bayi lucu yang kita temui di kafe jalanan Garossugil itu?”

Aeri langsung memasang wajah cemberut saat sadar ke mana arah pembicaraanku. Membuatku semakin terbahak tak terkendali.

Masih teringat jelas di ingatanku kala teringat kejadian minggu lalu. Saat hujan salju turun tak terlalu deras mengguyur jalanan, membuat kami terpaksa harus berteduh sebentar dan menikmati segelas kopi hangat. Di saat itulah mata kami bertemu dengan sepasang suami istri yang sibuk menimang bayi laki-lakinya yang lucu. Bahkan aku juga masih ingat ketika kami diizinkan untuk menimang bayinya, wajah Aeri tampak berseri-seri sekali.

“Iya sih, tapi tetap saja,” gumam Aeri pelan.

“Kenapa? Apa kau pikir aku akan mempraktikkan tiap adegan itu padamu, Ae?” tanyaku dengan nada menggoda.

Setelah berkata begitu, tepat satu bantal melayang ke arahku dengan keras diiringi dengan teriakan Aeri yang menggema ke seluruh ruangan.

“Adegan apa?! Yang ada di film dewasa tontonanmu itu?! Dasar mesum!” pekiknya. Kemudian dengan cepat ia melayangkan pukulan bantal ke arahku berkali-kali.

Meski begitu, aku juga tak berusaha menghindar dan masih saja tertawa. “Meski aku mesum, pada akhirnya kau akan tetap memilihku. Ya kan, Ae?”

“Kalau situasinya aku belum menikah denganmu, mungkin aku akan berpikir ulang karena hal ini tahu! Rasakan ini! Dasar lelaki!” teriak Aeri lagi dengan rasa sebal sambil menggertakkan giginya. Tangannya enggan sekali menghentikan pukulan bantalnya.

Aish, Ae! Hentikan! Sakit! Iya, iya. Kau boleh berandai begitu, tapi situasi tidak seperti itu lagi tahu!”

“Aku tidak peduli! Pokoknya aku sebal padamu! Nah, rasakan ini!”

Ketika dia kembali melayangkan pukulan bantalnya, dengan cepat kutangkis dan kehilangan keseimbangan. Membuat tubuhku tanpa sadar bergerak turun dan nyaris menimpa tubuh Aeri yang kini berada di bawah karena ikut jatuh—jika saja tanganku tidak cepat memberikan tumpuan.

Dan dapat kulihat wajah Aeri yang dekat itu sedang menahan napas.

“Heh, apa yang kau lakukan sekarang, Dae? Menyingkir sana!” ucapnya dengan nada tertahan. Membuatku tak bisa menahan tawa.

“Kau lucu juga dari dekat ya,” komentarku sambil tersenyum yang membuatnya semakin menahan napas dan kali ini tampak kedua matanya membesar hebat.

“Oke, aku ingin tidur, Dae. Jadi, tolong menyingkir,” pinta Aeri dengan nada halus. Dapat kulihat kali ini iris cokelat pekatnya mulai bergerak berpaling dari pandanganku. Wajahnya juga mulai menjalarkan semu merah.

“Eh Ae, di bibirmu ada apa?”

“Mana?”

“Tunggu sebentar.”

Di saat itulah, dengan segara dapat kukecap rasa bibirnya. Sepertinya Aeri habis memakai buah jeruk, karena di sudut bibir masih tersisa sari buahnya. “Manis ya.”

“Dae.”

Kutatap Aeri yang kini mulai menatapku sebal lagi. Membuatku terkekeh pelan dan kembali memandangi wajahnya.

Aduh, bagaimana ini? Kenapa Aeri jadi semakin cantik?

“Ae.”

“Apa?”

Saat manik mata kami kembali bertemu, hening sejenak diantara kami.

“Kumohon ya, malam ini saja,” ucapku dengan nada memohon.

“Mau apa lagi kau?”

Tanpa sadar, tanganku bergerak menuju saklar lampu tidur dan menekan tombol off. “Ayo kita lakukan.”

“Kim Jongdae!!”

-fin.

Oke, jangan tanya abis itu mereka ngapain. Aku gatau dan gamau tau. Aku masih ingin polos plis. XD Ini hambar sepertinya mengingat fict ini digarap dengan terpotong-potong. Maksudnya, fict ini ga aku kerjain dalam satu waktu (karena biasanya kalo ngerjain fict length drabble-ficlet langsung selesai hari itu juga)(sombong)(ff kacang goreng aja deh).

Selain itu, aku juga ngerjain ini disela waktu pra ujian-ujian (oke aku nakal) dan aku juga ngerjain ini ga fokus karena bercabang ngerjain fict lain. Inti kata, kayanya aku banyak alasan. Wkwk :v Terus juga, aku ngerjain ini setelah nonton video EXO – My Lady yang ada di konser TEL Jepang. Hampura duh Gusti, aku merasa mereka sudah keterlaluan seksinya sampe langsung klik close di tengah view perform. Wkwk XD

Ya sudah, selamat baca dan semoga suka. Review dinanti dan bilang aja ya kalo ini beneran hambar. Wkwk XD

Sekian.

-Airly.

Iklan

11 thoughts on “DaeRi’s Daily : Pillow Talk

  1. IH INI KURANG R TAUK PG-13 AJA NGGAK
    *ngarep adegan lebih sejujurnya tapi krn kamu ga mau ya gapapa dah, tetaplah polos anakku
    *knp playlist randomku keputer ke lagu ‘Breath’ Chinese Ver -.-
    anyway, aeri ga peka bangeeeeeet haish. dia tuh ya nolakan dan sebelan kalo jongdae mulai ngerayu aku kan jadi gemes yg ‘ih makanya kalian ga punya2 anak kasian atuh ae suaminya’
    ditunggu selanjutnya pokoknya. berharap ae lebih manis di depan biar ga mas jongdae mulu yg bikin gereget
    keep writing!
    PS ADA APA DI TEL JEPANG WOI WOI

    1. Kak Liana! XD
      Tolonglah diriku yang masih ingin polos kak wkwkwkw
      Sengaja kak sikap aeri begitu, biar makin greget aja wakakakak /dilempar/
      Terima kasih kak udah baca dan memberikan review. Wkwkw
      Btw maksudku bukan TEL tapi TLP yang ada perform my lady chinese version kak. Kalo nonton itu menurut aku bikin otak mikir ke mana-mana kak XD wuehehehehehe

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s