DaeRi’s Daily : Rose

45abc6ef5c033ac72f9b0cdaff08ad00

20160214 © AirlyAeri

Casts : Kim Jongdae [EXO’s Chen] & Song Aeri [OC]

Genre : Marriage Life, Comedy, Fluff | Rated : PG-17 | Length : Ficlet (781 words)

Backsound : Kim Minseung – Thumping [She Was Pretty OST.]

Special Author Point of View

***

Aeri mendorong sisa-sisa print out naskah ke arah sejauh mungkin, kemudian ia meringkuk di atas meja kerjanya dengan wajah memerahnya. Sejatinya, sejak ia berangkat ke kantor sampai saat ini—kini sudah memasuki pukul dua siang, wajahnya sudah memerah. Bayangkan gadis itu nyaris terlambat datang ke kantor hanya karena pakaian.

Selama satu jam sebelum berangkat ke kantor, Aeri disibukan memilih pakaian yang dirasa cocok. Bukan karena ia akan berkecan dengan Jongdae setelah pulang, bukan pula ia melirik cuaca di luar yang masih memancarkan udara dingin tanpa ampun. Yang jelas, Aeri tidak akan pergi ke mana-mana. Hanya ke kantor perusahaan penerbitan.

Lantas, mengapa sibuk sekali?

Ketika manik mata Aeri bersibobok dengan sebuah foto lelaki yang sedang tersenyum ke arahnya, gadis itu terdiam. Bila biasanya Aeri akan tersenyum memandangnya, maka kini malah sukses membuat wajah Aeri semakin memanas.

Segera Aeri menutupi wajahnya sendiri dengan kedua tangannya kala mengingatnya. Astaga, astaga, astaga. Ada apa dengannya?

Penyebabnya hanya satu.

Kim Jongdae.

Aeri mengusap lehernya yang tertutupi oleh rambut yang sengaja ia gerai. Bukan tanpa alasan pula gadis itu sengaja menggerai rambut sebawah bahunya, tetapi setidaknya ia sudah menemukan solusi tepat bagaimana cara mengatasi masalahnya.

Masalah apa sih?

Secepat kilat, Aeri mengambil sebuah cermin dari rak mejanya. Kemudian ia pantulkan ke arah sudut lehernya yang masih memerah.

Ya ampun, ya ampun, ya ampun.

Buru-buru Aeri menelan ludahnya sendiri. Tandanya belum hilang. Tanda pemberian Jongdae semalam belum hilang.

Belum apa-apa wajah Aeri kembali menjalarkan rona merah.

Setelah bersusah ria ia mencari pakaian yang bisa menutupi tanda merahnya, kini malah berakhir dengan sweater garis hitam-merah jambu dan rambut tergerai. Bersyukurlah Jongdae, setidaknya Aeri sudah bisa mengabulkan satu permintaan Jongdae sejak lama untuk sehari saja menggerai rambut Aeri.

Ketika pulang dari kerjanya, begitu keluar dari gedung Aeri sudah disuguhkan Jongdae yang kini berdiri di depan mobil Range Rover putihnya. Rasanya ingin menghindar, tapi akhirnya gadis itu sadar bahwa Jongdae adalah suaminya sekarang.

“Hei, Ae.”

Jongdae melambaikan tangannya pada Aeri yang kini memasang wajah polos lengkap dengan rona merah.

“Kau sakit, Ae?” tanya Jongdae seraya menempelkan telapak tangannya.

Aeri menggeleng seraya berucap, “Ayo pulang.”

Dan hasilnya, Jongdae bingung setengah mati menghadapi sikap Aeri yang kelewat tak biasa ini.

“Kau sakit? Kita bisa ke dokter, Ae.”

“Tidak.”

“Kau lapar?”

“Iya.”

“Mau makan apa?”

“Terserah.”

“Bubur abalone saja ya? Cocok untuk musim dingin begini.”

“Boleh saja.”

Ketika mereka sudah berada di restoran, Jongdae masih belum bisa memahami Aeri. Membuatnya berdeham sebentar. Dan hasilnya sukses membuat Aeri memandang wajah Jongdae.

“Apa?” tanya Aeri.

“Wajahmu kenapa memerah begitu, Ae?” kata Jongdae balik bertanya.

Kontan saja, kedua mata Aeri membulat dan memilih menunduk untuk membaca buku menu. Jongdae mengerutkan keningnya, heran.

Ada apa dengan Aeri sekarang?

“Tumben kau menggerai rambutmu, Ae.”

Aeri mendongak dan refleks memegangi lehernya sendiri. “Hanya ingin saja. Kau sendiri katanya mau memakai kemeja yang kusiapkan, kenapa malah jadi turtleneck begitu?”

Akhirnya Jongdae mengamati penampilannya sendiri. Turtleneck berwarna abu-abu melapisi jas hitamnya dan celana bahan berwarna hitam. Kemudian ia memandang Aeri yang kini sibuk dengan teh gingsengnya.

“Karena untuk menutupi tanda pemberianmu semalam, kalau ditunjukkan pada orang-orang kan malu. Lagipula, untuk beralibi karena digigit nyamuk juga mustahil.  Mana ada gigitan nyamuk sebesar itu?” ungkap Jongdae dengan nada menggoda.

Dan ungkapannya itu sukses membuat Aeri membulatkan kedua matanya disertai wajah memerahnya. “Dae! Jangan keras-keras! Aku malu tahu!”

Mau tak mau, Jongdae terkekeh mendengarnya. “Oh iya, tanda pemberianku di lehermu belum hilang kan?”

“Dae!” teriak Aeri dengan suara kecil.

Bersyukurlah posisi duduk mereka benar-benar jauh dari keramaian, jadi setidaknya tidak ada yang menguping di sekitar mereka.

Jongdae tertawa geli mendengar teriakan istrinya. “Ya ampun, kenapa malu? Posisi kita kan bagian VIP. Dan juga, apa kau tidak ingat apa yang terjadi semalam?”

Aeri memandang Jongdae dengan tatapan kesal bercampur malu.

Ia ingat tentu saja.

Masih teringat jelas dibenaknya kejadian semalam. Ketika kondisi kamar sudah gelap karena ulah Jongdae, dan mata Aeri yang masih belum bisa berkedip melihat Jongdae membuka pakaiannya hingga bertelanjang dada.

Lalu―

“Sedang mengingatnya, ya?” goda Jongdae sukses membuyarkan lamunan Aeri. “Aku tahu, waktu itu aku benar-benar tampan.”

Orang gila. Masih berani-beraninya Jongdae membahas masalah ini. “Kalau masih membahasnya―”

“―kau mau apa?” tukas Jongdae dengan nada menantang.

Akhirnya dengan berani, Aeri berpindah bangku untuk duduk di samping Jongdae dan mengalungkan lengannya di tengkuk Jongdae. Kemudian, tanpa perlu izin lelaki itu Aeri memejamkan kedua matanya dan melumat bibir Jongdae.

Begitu terlepas, buru-buru Aeri membuat jarak lagi. Dan, Jongdae benar-benar terpana. Dapat ia lihat wajah gadis itu benar-benar memerah seperti mawar merah.

Oke, sekarang tingkah istrinya sudah agresif ya?

“Jadi, bagaimana kondisi tubuhmu saat ini? Masih remuk?” tanya Jongdae dengan nada masih menggoda Aeri. “Lain kali kita akan lakukan lagi. Bagus juga untuk menambah sifat agresifmu.”

“Dae!!”

Ya ampun, kalau begini siap-siap saja Jongdae semakin menggodanya.

-fin.

Hiyah, ini apaan? XD Dibikin mendadak. Saking ngebetnya sama series yang satu ini. Huhuhu, khusus YiHwa’s Cut entar ya plis. Aku lagi kesemsem sama pasangan ini gatau kenapa ;;_;; Maafkan bila hambar, abisnya capek ngetik tapi dipaksain. Wkwkw XD

Yaudah ya, ini karena abis kelar baca novel Pilate’s Wife. Ada yang tau novelnya? Kisah tentang wanita Romawi kuno yang menjadi istri visioner Pontius Pilatus. Belakangan emang lagi nemu di rak buku rumah setelah sibuk bebersih dan penasaran. Hiehehehe 😀

Selamat baca dan semoga suka. Kritik dan saran amat dinanti.

Sekian dan terima kasih. 🙂

p.s. Aku sedang nyari visual anaknya Jongdae-Aeri loh XD wkwk

-Airly.

cd1e87cfaa0de7f11c76a450b6b75d1e
Special pict calon jodoh maksudnya calon Papah ganteng yah. Sekian.
Iklan

8 thoughts on “DaeRi’s Daily : Rose

  1. Uwoooooo baru nemu blog kamu nih, gilak! Suka banget sama jongdae kalau udah goda menggoda.

    Okay mungkin aku bakal sering wara wiri menjelajah di blog kamu izin ya…..

    1. halo, selamat datang~!! ^^
      duh aku juga suka kalo jongdae tukang ngegodain duh hehehe 😀
      silahkan wara-wairi di blog ini hehe, maaf ya tampilan blognya lagi berantakan. semoga betah ya hihih ><

  2. YAAAAAAAA AIRLYYYYY
    AKHIRNYA!
    maksudku akhirnya kamu berani munculin detilnya di sini hahahahahaha *ketawa evil* duh panas nih tanda2an hm…
    sbnernya aku mau reread buat cari kesalahan, tapi rasanya kalo mau reread pun percuma krn aku gagal fokus di bagian range rover putih dan turtleneck abu2. ganteng banget itu ganteng bangetttt *dan akhirnya gagal menemukan typo
    jadi sudahlah, maafkan aku setiap nemu daeri selalu gagal membenahi ffmu. cuman tadi aku ingetnya nemu kata ‘bersibobok’ itu harusnya ‘bersirobok’ bukan? aku bahkan ga ngecek kbbi TT
    keep writing!

    1. Hai kak Liana! ><
      Sebenernya aku mau munculin yang lebih detil, tapi bayangan jongdae ganteng kadang bikin ga sanggup kak ;;_;; wkwkwk
      Cari aja kak padahal, aku ikhlas direview kakak soalnya XD wuehehehe
      Oh, kata 'bersibobok' dan 'bersirobok' keduanya pernah kujumpain di beberapa buku dan di kbbiku tidak tercantum, jadinya aku bingung kak ._.
      Makasih ya kak udah baca dan memberikan review! 😀 Keep writing juga ya buat kakak! 🙂

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s