YiHwa’s Cut : Planning

0621408f5318af2867603460639364d3

20160717 © AirlyAeri

Main Casts : Zhang Yixing [EXO’s Lay] x Lee Rihwa [OC-Riri]

Genre : AU, marriage life, fluff | Rated : PG-17 | Length : ficlet (676 words)

Backsound : Kyuhyun – The Time We Were In Love

***

“Riri~!!”

“Iya, Ge!!!”

Rihwa segera berlari menuju kamarnya setelah mendengar penuturan Yixing. Tangan wanita itu siaga membawa semangkuk keripik kentang menuju ranjang setelah mematikan televisinya. Kentara sekali ia sudah siap mendengar ocehan suaminya begitu tahu Yixing sudah selesai membersihkan diri setelah pulang bekerja.

“Lusa aku ada jadwal ke New York, Ri.”

“Oh ya?”

Baru saja Rihwa mendaratkan bokongnya di atas ranjang sembari memakan keripik kentang, tahu-tahu tubuhnya mendadak membeku dan mulutnya dibiarkan setengah terbuka. Kedua maniknya bahkan sampai berkedip berkali-kali lantaran terkejut.

Yeah.” Yixing mengangguk sambil ikut duduk di ranjang mengikuti Rihwa. “Rencananya, setelah pulang dari Amerika aku berencana membeli sebuah rumah yang letak tak jauh dari rumah Jongdae dan Aeri. Bagaimana menurutmu?”

“Tunggu, Ge,” sela Rihwa sambil mengangkat tangannya. “Kau bilang itu rencana setelah pulang, memang akan berapa lama Gege di sana?”

“Satu bulan,” jawab Yixing dengan nada agak berat sambil menghelakan napas panjang.

Lalu, tangannya mengambil beberapa keripik keripik kentang yang dibawa Rihwa dan hendak memakannya. “Aku tahu kau kan pasti tak bisa meninggalkan Korea, jadi―”

“―aku mau ikut denganmu, Ge.”

Segera Yixing memandang Rihwa yang kini memasang wajah cemberut bercampur sedih. Tak ada suara yang mendominasi selain suara renyahnya potongan keripik kentang yang tergigit dalam mulut lelaki itu.

“Riri, dengar, aku akan pulang setiap seminggu sekali―”

“―jadi Gege tidak ingin aku ikut? Atau di sana Gege ingin berselingkuh?”

Siapa yang mau selingkuh? Pikir Yixing dengan dahi berkerut. Ya ampun, sekarang Riri sudah bertindak terlalu terbuka mengenai perasaannya.

“Aku tidak bilang kalau kau tidak boleh ikut. Apalagi bilang kalau aku ingin selingkuh.”

“Ya, mana ada laki-laki yang mau mengaku ingin selingkuh pada istrinya.”

Seketika manik Yixing menyipit memandangi Rihwa. “Hei, aku tidak seperti laki-laki di luar sana, Ri.”

“Jadi, kau mau bawa-bawa Baekhyun ke dalam masalah ini?”

Nah, mengapa sekarang jadi rumit begini? Pakai bawa-bawa nama Baekhyun segala, pikir Yixing lagi. Segera ia berdeham seraya memakan keripik kentang lagi. Lalu berkata, “Aku tidak bilang itu Baekhyun, Ri.”

“Jadi, intinya kau tidak ingin aku melepaskan pekerjaanku dan ikut denganmu ke Amerika?”

“Lho, kau ingin mengundurkan diri menjadi wartawan?”

Rihwa segera meletakkan mangkuk isi keripik kentang dengan agak kasar sambil menghelakan napas panjang. Entah mengapa sepanjang hari ini juga ia sedang banyak pikiran, hingga akhirnya ia malah menumpahkan segalanya pada Yixing. Mendadak wanita itu merasa bersalah.

Di sisi lain, Yixing masih digantungkan oleh Rihwa dengan pertanyaan yang sama sekali belum terjawab. Lengkap dengan kerutan di dahi yang semakin banyak.

“Riri, tolong katakan sesuatu,” tuntut Yixing dengan nada bingung.

Tepat setelahnya, Rihwa mengeruk mangkuk keripik kentangnya dan memakannya. Kemudian memandang Yixing seraya membuka mulutnya.

“Aku berencana untuk mengundurkan diri dari perusahaan, Ge. Awalnya aku ingin meminta pendapatmu mengenai ini,” jelas Rihwa sambil menunduk disela mengunyah. “Tapi, setelah mendengar Yixing Ge mau ke Amerika selama sebulan membuatku harus berpikir cepat.”

“Lagipula, aku juga tak mau membiarkan Gege sendirian lagi setelah kemarin aku tinggal ke Jepang selama dua bulan terakhir.”

Kini, Yixing memandang Rihwa dengan senyum penuh arti setelah mendengar penjelasan Rihwa yang masih menunduk. Membuat lelakiitu merasa semakin gemas.

“Lalu bagaimana dengan pekerjaan impianmu, Ri? Bukankah kau pernah berkata, bahwa selamanya kau akan menjadi seorang wartawan?” ungkap Yixing. Lalu, ia juga menghelakan napas panjang. “Baiklah, atau aku tidak akan pergi ke New York. Aku akan membatalkan kerja samaku dan tetap di sini bersamamu. Kau tidak perlu mengundurkan diri dari perusahaan.”

“Jangan, Ge,” tahan Rihwa sambil mendongak. “Kau tahu betul itu bagian dari pekerjaanmu, jadi jangan lakukan itu. Dan aku juga akan baik-baik saja bila keluar dari perusahaan.”

“Lho, mengapa? Itu hakku sebagai komposer dan suamimu,” balasnya sembari mengambil sisa keripik kentang.

Rihwa segera menggeleng cepat sambil memegang kedua tangan Yixing. “Pokoknya jangan. Ini keputusan akhirnya. Mulai besok, aku akan memberikan surat pengunduran diriku dan lusanya aku akan ikut denganmu.”

Keputusannya sudah bulat akhirnya, begitu pikir keduanya.

Jadi, Yixing kembali mengulas senyum seraya meraih tubuh Rihwa yang ternyata sudah mulai berisi. “Kemari, dasar wanita ini!”

“Apa maumu sekarang, Ge? Haha!”

Ketika kedua wajah sudah saling berhadapan, Yixing segera mencuri start dan mencium bibir ceri milik Rihwa seraya memeluknya. Lengkap dengan bisikan kecil dari keduanya saat ciumannya terlepas.

“Aku mencintaimu.”

-fin.


Tidak dapat berkata-kata kak. Sekian.

-Airly.

Iklan

4 thoughts on “YiHwa’s Cut : Planning

  1. Tidak dapat berkata-kata kak. Sekian. (2)
    Riri pakabar hati riiii :’) yawala kangen Yihwa, kangen Daeri, kangen Chan…young /plak ditimpuk/ weheeew beberapa deadline sedang memenuhi kepalaku kak. lol. ditambah kena jebakan betmen kemaren kan air tau sendiri :’) /lah malah curhat/ yodak kak, kutidak bisa berkata apa-apa, hidup tiga couple itu ❤

    1. Lah berlian nongol wkwk /dibalang/
      Diantara yihwa, daeri, dan chanyoung tinggal chanyoung doang belom merambah ke permukaan. Segerakan kak segerakaaaaannnn /dibalang bikos bikin makin pusiang/ XD
      Mangats kak buat deadlinenya aku padamu aku bantu doa dari gang warisan ke kamurank kak :”””))))
      Makasih kak udah baca. Hidup tiga couple kyaaaaa :3

  2. iyooot akhirnya yihwa comeback tapi kok rada2 bittersweet yaapa gitu ya? padahal ini kan fluff murni
    koreksi dikit, tadi kyknya ada dua paragraf yg isinya dialog riri semua, nah maka itu di akhir paragraf dialog yg pertama ga usah ditutup tanda petik.
    keep writing!

    1. Halo kak liiiii~!! >_<
      maapin kak biar ada konflik dikit /ga/ wkwk XD
      maapin ya kak komen kepotong soalnya koneksiku sedang perang /gelinding/ eheheheh 😀
      oke kak akan segera diperbaiki, makasih ya kak udah baca dan ninggalin review kyaaaa 🙂

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s