DaeRi’s Daily : Winter Night #2

c23wgmsukaaeok_

“Katakan kalau kau mencintaiku, Dae.”

.

Written by AirlyAeri © 20170126

Starring by Kim Jongdae [EXO’s Chen] & Song Aeri [OC]

Marriage life; romance; fluff | PG-15 | Vignette

***

Seharusnya malam ini Jongdae akan pergi berjalan-jalan malam bersama Aeri setelah menghadiri undangan pernikahan kliennya. Maksud hati sih ingin pergi sambil menikmati jalanan yang penuh dengan salju serta hawa dinginnya, belum pula dengan hujan salju yang tak terlalu deras. Tetapi—

“Dae, aku mau mual lagi―”

“―eh?”

―kenyataan memang tak seindah ekspektasi yang diinginkan sih.

Mau bagaimana lagi, Aeri kembali mual tanpa sebab yang jelas ketika mobil siap melaju menuju lokasi yang diinginkan, Sungai Cheonggyecheon. Kalau sudah begini, berarti ‘kan si calon bayi lebih ingin calon ibunya duduk diam di rumah dan mulai melaksanakan kesibukan mengeluarkan semua isi perutnya.

Dan, Jongdae juga harus memakluminya.

Jadi, buru-buru lelaki itu melajukan Range Rover putih miliknya. Berusaha melalui jalan tikus demi menghindari macet dengan dua macam alasan; ingin segera sampai rumah dan Aeri benci macet. Kalau Aeri benci macet, gadisnya bisa muntah di dalam mobil tanpa aba-aba lantaran terlalu pusing melihat banyak mobil berjejeran seraya bunyi klakson tanpa ampun. Jongdae juga tak mau itu terjadi dan memilih jalan alternatif dari pada repot-repot melihat jalanan macet dengan suara latar klakson yang berisik serta Aeri yang sudah lemas.

Ketika mobilnya telah memasuki garasi, Aeri segera keluar dari mobil tanpa repot-repot minta dibukakan pintu mobil oleh Jongdae. Langkahnya terbirit-birit menuju pintu rumah dan dengan cepat menekan tombol kunci kombinasi untuk segera pergi ke toilet. Rupanya wanita itu sudah tidak sanggup.

“Hoek~”

Jongdae mengernyitkan keningnya kala mendengar Aeri yang tak kunjung selesai dengan mualnya. Jadi, pria itu segera melangkah menuju toilet dan mendapati Aeri yang melemas di depan wastafel.

“Masih parah ya, sayang?”

Aeri mengangguk lemah pada Jongdae sebelum kembali memuntahkan isi perutnya. Perut wanita itu seperti dikocok-kocok oleh angin malam, padahal rasanya ia hanya pergi sebentar dan sedikit mengenai angin malam lantaran separuh aktivitasnya tadi dilakukan di dalam ruangan. Jongdae juga melihatnya tak tega, jadi hanya bisa memijat tengkuk Aeri seraya mengelus punggungnya.

“Aku akan segera kembali, Dae. Lebih baik cepat ganti baju, lalu nyalakan saja penghangat ruangannya dan kunci pintu rumah. Tolong ya.”

Jongdae mengangguk paham. Lalu, meninggalkan Aeri yang masih muntah untuk segera mengganti pakaian dan pergi mengunci pintu seraya menyalakan penghangat ruangan. Udara di dalam rumah perlahan memancarkan kehangatan, membuat Jongdae setelah melakukannya memilih duduk di sofa ruangan bersantai seraya merenggangkan tubuhnya.

Udara di luar tadi ternyata amat dingin setelah merasakan kehangatan di rumah, membuat lelaki itu bergidik ngeri kala memikirkan apa yang akan terjadi bila ia dan Aeri benar-benar pergi berjalan-jalan malam di Sungai Cheonggyecheon.

“Haahh~”

Aeri ternyata sudah keluar dari toilet dan berganti pakaian, lalu berakhir duduk di sofa dengan tubuh yang terkulai lemas tepat di samping Jongdae. Membuat lelaki itu segera menoleh ke arah Aeri yang sudah penuh dengan keringat.

“Sudah lebih baik?”

“Hmm.”

Hening sejenak. Membiarkan Aeri merasakan udara hangat dan jemari Jongdae mengusap keringat di sekitar kening istrinya.

“Maaf ya malam ini gagal lagi pergi jalan-jalannya, Dae.”

Aeri menoleh ke arah Jongdae dengan wajah lesu penuh rasa bersalah, membuat suaminya tersenyum menenangkan.

“Tidak apa-apa, Ae. Lagi pula, udaranya malam ini begitu dingin. Kita bisa mati membeku kalau tadi benar-benar pergi. Calon bayi kita ternyata pintar membaca situasi ya. Apa calon replika kita akan menjadi cenayang?”

Aeri terkikik geli kala mendengar Jongdae berkata mengenai calon bayi mereka. Sekarang gadis itu tak bisa malu lagi bila Jongdae sudah membicarakan calon bayi, calon replika suaminya, dan sebagainya. Ini kenyataan yang paling indah, baik Jongdae maupun Aeri juga tak bisa menampiknya bahwa mereka bahagia atas kehadiran calon anggota keluarga baru di antara mereka. Refleks ia mengusap perutnya yang sudah mulai memperlihatkan perkembangan kecil.

“Dia bukan cenayang dan aku tak mau dia menjadi cenayang,” sahut Aeri seraya mengubah posisinya menjadi menghadap Jongdae.

“Mengapa? Dia bahkan pintar sekali menyelamatkan ibunya dengan cara mengingatkan ayahnya untuk membawa ibunya pulang ketimbang berjalan-jalan.” Jongdae berujar seraya ikut menghadapkan tubuhnya pada Aeri. Wajah lelaki itu bahkan masih setia menampilkan senyum menenangkannya lengkap dengan tatapan kehangatannya.

“Mungkin dia tahu ibunya ingin tidur saja di rumah,” cetus Aeri sambil tertawa kecil.

“Oh, jadi kau sejak awal memang tak ingin pergi jalan-jalan denganku ya?” deduksi Jongdae dengan nada merajuk. Membuat Aeri segera meraih tangan kokoh Jongdae sambil tersenyum.

“Aku tidak bilang begitu!” kelakar Aeri.

“Benarkah? Kemari kau, gadis nakal!”

“Kyaaa, ampun Tuan Kim!”

Jongdae dan Aeri mulai bercanda dengan cara saling menggelitik tubuh masing-masing di atas sofa. Lalu lelah sendiri dengan saling memeluk tubuh hangat mereka dan membiarkan Aeri duduk di atas Jongdae dengan senyum bahagianya.

“Kapan kau memeriksakan kandunganmu?” tanya Jongdae seraya mengusap perut Aeri.

“Setiap Jumat. Seingatku, kau yang selalu mengingatkanku untuk pergi ke dokter jauh-jauh hari bahkan rela meluangkan waktu menemaniku ke rumah sakit di sela kesibukanmu,” ucap Aeri. Lalu, matanya langsung menyipit penuh selidik ke arah Jongdae. “Apa-apaan ini, Dae? Kenapa kau mendadak lupa? Apa kau sekarang sedang berselingkuh di belakangku? Ayo, jujur padaku!”

Kali ini Jongdae yang tertawa mendengar tuduhan lucu Aeri. Baginya itu jelas tidak mungkin dan Aeri juga bermaksud bercanda. “Ya ampun Ae, kalau begitu katakan kalau kau cemburu pada semua gadis yang ada di dekatku.”

“Kalau iya, kenapa?”

Senyum Jongdae semakin lebar setelah mendengar jawaban terakhir Aeri, jadi ia meraih tubuh mungil yang rentan ini ke dalam rengkuhannya. Menciumi aroma jambu dalam diri gadisnya. “Kemari sayangku Ae. Aduh, sekarang kau pintar sekali mengeluarkan seluruh perasaanmu.”

Aeri juga refleks segera membalas rengkuhan Jongdae yang hangat ditambah dengan aroma wangi Jongdae dengan jeruk segarnya seraya tertawa kecil. “Biar saja, agar aku bisa selalu memelukmu. Hmm, wanginya~”

Setelah sibuk berpelukan, Aeri mengangkat wajahnya dan menatap Jongdae lekat. Lelaki itu juga segera menajamkan pandangannya pada si gadis. Mereka melakukannya tanpa saling melepaskan rengkuhannya.

“Katakan kalau kau mencintaiku, Dae,” pinta Aeri.

“Aku selalu mengatakannya, kau yang malah tak pernah mengatakan hal itu padaku, Ae,” ungkap Jongdae dengan nada tak terima.

“Aku akan mengatakan hal itu setelah kau,” sahut Aeri lagi.

“Aku mencintaimu, Song Aeri. Sangat mencintaimu.”

Perlahan pipi gadisnya bersemu merah seraya mengalihkan pandangannya ke arah lain lantaran kepalang  malu. Membuat Jongdae segera gantian mendesak.

“Sedang giliranmu, Ae. Ayo.”

“Aku malu, Dae.”

“Ae~”

Aeri menarik napas panjang dengan ekspresi lucu, membuat lelaki itu terkikik geli melihatnya.

“Aku juga mencintaimu, Kim Jongdae. Sangat mencintaimu, Dae.”

Wajah Aeri kembali memerah, membuat Jongdae memilih meraih tengkuk gadisnya dan memberikan ciuman paling hangat yang bisa ia berikan tepat di bibir. Aeri juga refleks memejamkan kedua matanya kala mendapatkan ciuman dari suaminya dan membiarkan tangannya semakin erat merengkuh tubuh Jongdae.

Kim Jongdae mencintai Song Aeri, sebuah kenyataan lain yang paling indah selama hidup Aeri. Dan juga bagi Jongdae.

-fin.


/lalu Airly berpikir kapan Airly mendapatkan jodoh seperti Kim Jongdae sambil meratapi hidup di pojokan/ga/

YHA KATAKAN SIAPA YANG IRI BACANYA. KALAU AIRLY SIH YESH. /plak/ YAUDAHLAH KALAU ADA SONG AERI VERSI NYATA ATAU RL TERUS JADIAN SAMA KIM JONGDAE, JANGAN SAMPE KETAHUAN ROMANTISNYA YHA KASIAN YANG JOMBLO NGILER. /digebuk/lu doang Ai/pulang sana Ai/.

Yaudah kak, ini akunya lagi uas emang nakal. Ampuni orang ini ya kak. Saya mau balik lagi menuju hidup dan menyelesaikan ujian saya tinggal sehari lagi. HEHE. Selamat baca dan semoga suka, review dinanti yha! HEHE. (2)

Sekian dan terima kasih!

-Airly.

Iklan

2 thoughts on “DaeRi’s Daily : Winter Night #2

  1. Airlyyyyyyyy
    Salah aku baca ini salahhhh
    Ba to the ver pingin nikah otokeee
    Gatau aku menyerah ini terlalu fluffy biarpun ada kata2 yg naruhnya agak gak pas dikit *coba dirasakan sendiri, kata ‘mengenai’ dan ‘tatapan kehangatannya’ tadi di paragraf berapa itu*
    Keep writing anyway!

    1. YA KAN KAK MAU NIKAH TAPI SAMA JONGDAE BISA GA /lalu nyebut istighfar sebelum nyebut jongdae/plak/
      Huhehehehehe jongdae lama lama kok nyebelin gemesnya ya kak fluff nya. Jadi mau bikin lagi /plak
      Oke kak bagian itu akan segera dikoreksi. Makasih ya kak udah mampir ehehehehehe

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s