DaeRi’s Daily : Chatting

c3oz7odueaalqln

Baiklah, misi menggoda Aeri berjalan sukses.

.

Written by AirlyAeri © 20170126

Starring by Kim Jongdae [EXO’s Chen] & Song Aeri [OC]

marriage life; romance; fluff | PG-15 | ficlet

***

“Sampai nanti, Dae.”

“Hati-hati dan jangan terlalu lelah, Ae.”

Aeri mengangguk paham pada Jongdae yang kini melambaikan tangannya sambil tersenyum dari dalam mobil. “Kau juga, Dae. Cepat pergi ke kantor, klien sudah menunggumu.”

“Nanti aku akan menghubungimu via line saat lampu merah,” kata Jongdae. “Jadi, aktifkan ponselmu.”

“Ponselku selalu aktif,” ujar Aeri. “Sudah sana pergi.”

Baru saja Aeri hendak berbalik pergi masuk ke kantornya, tetapi suara Jongdae dari dalam mobil kembali membuatnya terinterupsi.

“Tidak ingin cium suamimu ini?”

Jongdae bertanya tanpa dosa pada Aeri seraya mengerucutkan bibirnya, dan ternyata berhasil mencuri perhatian orang-orang sekitar yang melewatinya. Membuat pipi gadisnya menjalarkan warna merah padam.

“Kim Jongdae!” seru Aeri pelan seraya mencubit lengan Jongdae dan berhasil membuat Jongdae meringis kesakitan.

“Auw, sakit, Ae,” keluh Jongdae sambil mengusap lengannya.

“Cepat pergi karena aku harus masuk kantor,” suruh Aeri dengan nada galak.

“Baik, Nyonya Kim. Kalau urusanmu sudah selesai segera pulang dan hubungi aku.”

“Terserah.”

Jongdae terkikik geli melihat Aeri yang buru-buru pergi dengan diiringi tatapan menggoda dari orang-orang kantor. Jongdae yakin sekali, selama di kantor Aeri akan digoda habis-habisan oleh seluruh karyawan. Membuat lelaki itu merasa menang atas Aeri dan segera tancap gas meninggalkan kantor tempat bekerja gadisnya.

Sepanjang perjalanan menuju kantor, Jongdae berulang kali dihubungi oleh klien, pegawai bawahannya, dan yang paling sering adalah Sekretaris Jang.

“Anda di mana, Tuan Kim? Rapat proyek terbaru akan dimulai jam 9.”

Jongdae melirik arlojinya yang kini menunjukkan pukul 08.15 KST. Lalu berujar, “Tolong siapkan semuanya. Aku akan segera datang, Sekretaris Jang.”

“Baik, Tuan.”

“Oh iya, kalau saat rapat Aeri menghubungiku melalui kantor beritahu aku.”

“Siap, Tuan.”

Segera Jongdae memutuskan sambungannya tepat pemberhentian lampu merah, dan dari sini perjalanan menuju kantornya tinggal sekitar 15 menit lagi.

Jongdae melirik ponselnya sebentar sebelum meraihnya. Sesuai ucapannya tadi pada Aeri, maka ia membuka papan obrolan via line dengan Aeri dan menyapa istrinya tersebut.

Jongdae :

Aeeee~

Apa urusanmu sudah selesai?

Nanti makan siang bersamaku ya sayang ♥

Baru saja Jongdae hendak meletakkan ponselnya kembali ke dashboard mobilnya, dering notifikasi langsung datang. Membuat Jongdae segera membukanya.

Aeri :

Aku bahkan baru masuk kantor, Dae -_-

Sudah sampai kantor? Atau masih di pemberhentian lampu merah?

Jongdae :

Aku masih di pemberhentian lampu merah

Kenapa? Mengkhawatirkanku ya?

Manis sekali

Aeri :

Hehehehe, percaya dirimu bagus juga ya, Dae. Untung suamiku.

Kalau bukan mungkin sudah aku block kontakmu dari dulu. Hehehehe

Jongdae :

Kalau kontakku di-block nanti kau tak bisa menghubungi suamimu yang tampan ini, Ae

Omong-omong, bagaimana kondisi kantor?

Aeri :

Oh iya -_-

Lain kali, jangan menggodaku di depan kantor, Dae -_-

Semua orang sibuk menatapku sekarang -_-

AH, INI GARA-GARA KAU!

Mau tak mau, Jongdae langsung tertawa terbahak-bahak hingga baru sadar lampu merah telah berganti menjadi lampu hijau. Membuat lelaki itu buru-buru membawa Range Rover putihnya segera meninggalkan jalan tersebut.

photogrid_1461846213154

Jongdae :

Eh tapi aku serius lho -_-

Jadi nanti saat jam makan siang beri aku ciuman ya, di pipi juga tidak apa-apa. Tapi aku lebih suka di bibir sih.

Bibir saja deh, aku ingin menyesap rasa manis dari bibirmu.

Atau di leher?

Waktu itu lehermu wangi stroberi.

Aeri :

JONGDAE!

Jongdae :

HAHAHAHA!

Kenyataannya Jongdae benar-benar tertawa seperti orang gila dan segera menaruh ponselnya di dashboard mobil. Ia bahkan baru sadar bila mobilnya sudah mencapai belokan menuju gendung kantornya, membuat ia segera berbelok menuju tempat parkir. Bayangan wajah Aeri dengan pipi memerah langsung diterka oleh Jongdae. Gadisnya pasti sekarang sedang kesal bercampur malu atas kelakukan suaminya ini.

Ketika ia keluar dari mobil sambil membawa ponselnya, bibirnya bahkan tak bisa untuk berhenti tersenyum geli membayangkan Aeri yang berteriak kesal dengan ekspresi lucunya.

Baiklah, misi menggoda Aeri berjalan sukses.[]

-fin.


Jongdae emang kadang kurang ajar bikin orang deg-degan sendiri. WKWKWKWK. INI BAHKAN LEBIH KURANG AJAR DARI WINTER NIGHT PART 2. UGH SEBAL, KOK MENGGODA AMAT SIH JONGDAE, HUH!

Tidak dapat berkata-kata. Selamat baca dan semoga suka, review dinanti.

Sekian dan terima kasih!

-Airly.

Iklan

3 thoughts on “DaeRi’s Daily : Chatting

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s