YiHwa’s Cut : The Answer

1464050118977

Written by AirlyAeri/AirlyAi © 20170131

Starring by Zhang Yixing [EXO’s Lay] & Lee Rihwa [OC]

fluff, hurt/comfort | general | ficlet (480+ words)

***

Harusnya Rihwa bahagia bahwa sebentar lagi ia dan Yixing akan bersiap pergi ke New York terhitung tinggal lima hari lagi. Tetapi sampai hari ini meski seluruh administrasi paspor dan visa telah selasai prosesnya, baik Yixing dan Rihwa masih tidak saling bicara. Kejadian kemarin sama-sama masih membekas dalam diri masing-masing.

“Lee Rihwa, kau tidak bertugas meliput?”

“Tidak.”

“Oh, begitu.”

Rihwa termenung di meja kerjanya, menatap amplop putih yang bertuliskan surat pengunduran diri. Pekerjaannya semua telah ia bereskan, mulai dari tugas meliput tadi pagi—bahkan ia sampai diomeli kameramen lantaran tak fokus—sampai tugas laporan artikelnya, lalu setelahnya rencananya Rihwa akan menyerahkan surat pengunduran dirinya pada atasan. Padahal Rihwa sengaja menyiapkan surat tersebut jauh-jauh hari, tetapi kalau mengingat kejadian kemarin rasanya ia benci pada dirinya sendiri.

Ia baru tahu kalau ia begitu menyakiti hati Yixing kemarin. Padahal sejak awal Rihwa sudah berusaha melupakan masa lalunya dan mencintai Yixing, tetapi sekarang rasanya wanita itu sudah tidak pantas lagi untuk bersanding dengan seseorang yang begitu tulus sampai tak sengaja ia sakiti seperti Yixing.

Bagaimana ini? Ia bahkan terlalu malu untuk muncul di hadapan suaminya sendiri.

Tiba-tiba ponselnya berdering, membuat Rihwa buru-buru mengambil ponselnya dan menatap nama kontak si penelepon.

Byun Baekhyun.

Mendadak jemari Rihwa terasa gemetar. Ingatan sekelebat bagaimana Yixing menatapnya penuh luka kembali terbayang membuat wanita itu ikut terasa perih.

“Ha-halo?”

Tanpa sadar bahkan suara Rihwa jadi ikut gemetar.

“Riri, aku sekarang ada di sekitar dekat kantormu. Apa kau sibuk? Aku hanya ingin bersapa ria denganmu.”

Terdengar suara serak khas yang amat Rihwa kenal, membuat wanita itu segera membayangkan bagaimana ekspresi wajah si penelepon saat ini. Namun, kala mendengar cara memanggil pria itu membuat Rihwa seketika membayangkan sosok Yixing yang begitu hangat.

“Jam makan siang belum mulai, Baekhyun,” ujar Rihwa sengaja mencari alasan.

“Sebentar lagi ‘kan? Aku akan menunggumu, kira-kira di mana tempat yang cocok untuk bertemu?” tanya Baekhyun lagi membuat jantung wanita itu kembali terasa bergemuruh.

“Aku tidak janji bisa ke sana,” ujar Rihwa lagi.

“Aku akan menjadi keras kepala, Ri. Baiklah, kita akan bertemu di kafe dekat kantormu dan aku akan terus menunggumu.”

Tanpa menyahut, Rihwa segera mematikan sambungan teleponnya. Pikirannya mulai bercabang ke mana-mana dan itu membuatnya tersiksa.

“Rihwa, ada seseorang yang mencarimu di resepsionis.”

Secepat kilat, Rihwa menoleh ke salah satu pegawai yang memberitahunya. “Siapa?” tanyanya sangsi. Byun Baekhyun?

Kali ini, pegawai itu mengulas senyum pada Rihwa seraya berkata, “Kau tahu dia.”

Karena tidak mendapat jawaban pasti, akhirnya Rihwa melangkahkan kakinya dengan berat. Pikiran bahwa yang datang adalah Byun Baekhyun membuatnya cemas. Byun Baekhyun sebenarnya bukan monster, tetapi Rihwa jelas tahu bahwa kedatangan Baekhyun kembali ke kehidupannya akan membuatnya merasa semakin jauh dari Yixing.

Rihwa menatap monitor LED lift yang terus berganti—menunjukkan bahwa lift terus melewati berbagai lantai untuk mencapai lantai dasar. Jantung Rihwa menjadi semakin tak menentu saat terdengar denting lift yang memberitahu bahwa ia sudah sampai.

Ia semakin takut bahwa yang datang kali ini―

“Riri.”

―ternyata Zhang Yixing.

Lelaki itu berdiri tak jauh dari tempat Rihwa, membuat lelaki itu mengulas senyum manisnya. Lalu ia segera menghampiri Rihwa dan menatap Rihwa lega. “Aku pikir kau tidak mau bertemu denganku.”

Bolehkah Rihwa menangis sekarang? Seseorang yang kemarin memberikan pilihan yang paling tidak Rihwa inginkan lantaran mengetahui fakta yang membuatnya terluka, kini berdiri di depannya dengan ekspresi wajah terbaik yang ingin wanita itu lihat. “K-kau di sini, Ge?”

“Sebenarnya, aku ingin mendengar jawabanmu mengenai pilihan yang telah kuberikan kemarin,” ucap Yixing dengan nada parau. “Tapi, aku harus siap mendengarnya.”

“Hei, Riri, aku sudah menunggumu di kafe dekat kantormu dan kau tidak mengangkat teleponmu. Apa yang―”

Suara itu. Dengan takut, Rihwa melirik ke sumber suara dan mendapati sosok lelaki berkemeja putih dibalik jas hitamnya berdiri membeku. Yixing juga seketika menoleh ke sumber suara dan tatapan matanya seketika berubah.

“Hai, Byun Baekhyun.”

Kedua mata Rihwa bahkan membulat kala mendengar kalimat sapaan yang terucap dari bibir Yixing. Tampak suaminya begitu tenang melihat seseorang yang hendak merebut sesuatu yang berarti darinya. Membuat Rihwa buru-buru berdiri di balik tubuh Yixing.

“Hai, Xing. Lama tak bertemu denganmu. Aku ingin bertemu Riri, boleh?” tanya Baekhyun tanpa ragu.

Yixing menoleh dan menatap lama ke arah Rihwa yang kini menundukkan kepalanya, membuat lelaki itu memilih untuk menyerah sebentar di depan Baekhyun dan kembali menatap lawan bicaranya. “Kalau memang penting, silakan―”

“―Gege, jangan pergi.”

Rihwa memotong ucapan Yixing seraya menggenggam tangan lelaki itu. Membuat lelaki itu mau tak mau tersenyum melihatnya.

“Baekhyun, kurasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan di antara kita. Kupikir pembicaraan di telepon beberapa hari lalu sudah jelas semua,” ungkap Rihwa kemudian. “Jadi, jangan harapkan aku kembali.”

Tampak, rahang si pria Byun tampak mengeras sebentar sebelum seulas senyum miring kembali menghias wajahnya. “Baiklah, Ri. Tapi satu hal yang pasti, aku akan tetap merindukanmu.”

Baekhyun tersenyum lagi sebelum ia berbalik pergi, meninggalkan Yixing dan Rihwa yang kini saling terdiam.

Gege, apa kau ingin―”

“―Ri, apa kau sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada atasanmu? Lebih baik serahkan sekarang, hari ini aku ingin segera pulang bersamamu.”

Ucapan Yixing kini terdengar ringan, bahkan senyum terpantri jelas di wajah kala Rihwa melihatnya. Membuat beban perasaan takut dalam diri Rihwa memudar menjadi rasa bahagia yang sulit untuk dijelaskan.[]

-fin.


Katakanlah ini apaan hambar ini mah wkwkwk. Maapin ya Baekhyun karaktermu di sini kok agak jahat dan makin gatau malu mau godain istri orang /plak/. Ini juga masih abu-abu Yixing ke Rihwa gimana abis liat Baekhyun tingkah begitu. Wkwkwk

Yaudah, aku ini kebanyakan bacot jadi buru-buru pergi aja deh. Selamat baca dan semoga suka. Review dinanti.

Sekian dan terima kasih!

-Airly.

Iklan

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s