Lee Times : Lee’s Three Kids

b378b705a092a9818d1132ebaa1c08da

Lee’s Time : Lee’s Three Kids

Written by AirlyAeri © 20170321

Starring by Lee Family;

Lee Donghae [SJ’s] – Marthalicia – Emerald Lee – Mackenzie Lee – Mark Lee [NCT’s]

(1116 words)

***

“Mommy, Mommy! Daddy sudah pulang belum?”

.

Langkah kaki seorang anak perempuan semakin cepat. Hari ini les lukisnya sudah selesai lebih cepat, membuat si gadis kecil harus segera sampai rumah demi menagih janji. Kemarin ada seseorang yang memberi janji padanya dan akan ditepati janjinya hari ini.

Bahkan ia tak peduli kalau sepatunya kotor dan bajunya kotor lantaran tubuhnya sempat tersangkut di semak-semak demi menembus jalan cepat. Oh, itu sih tak usah dihiraukan. Langit ‘kan sudah sore, dan kamus abadi si gadis kecil adalah; baju kotor tidak apa, asal belum mandi sore.

“Mommy, Mommy! Daddy sudah pulang belum?”

Gadis itu teriak-teriak di depan rumah ketika kakinya sudah memasuki pintu pagar keluarga Lee. Membuat seorang wanita muda berlabel Nyonya Lee menilik sebentar ke arah taman rumahnya, dan mendapati anak gadis sulungnya telah pulang dengan pakaian lusuh.

“Ada apa dengan bajumu, Emma sayang?” tanya beliau sebentar. “Daddy ‘kan hari ini pulang malam.”

“Katanya hari ini Daddy mau pulang sore,” ungkap Emma dengan nada lesu.

“Mommy! Daddy mana?”

Tahu-tahu, anak perempuan kecil muncul di samping Emma. Bajunya juga tak kalah lusuh, tetapi wajah anak perempuan itu bahkan lebih kotor. Emma terka, anak perempuan berlabel adik tengahnya—Mackenzie pasti habis bermain lumpur.

“Kenzie, sudah berapa kali Mommy bilang—jangan main lumpur. Ayo segara mandi, kids. Mark mana? Dia juga belum pulang dari rumah keluarga Seo.”

“Daddy di mana dulu?” tanya Kenzie.

“Iya, Mommy. Daddy masa belum pulang?” Emma kembali ikut-ikutan.

Lee bersaudara, Emma dan Kenzie kembali berkeluh kesah. Mereka sudah tidak peduli dengan si bungsu—Mark yang belum kunjung pulang bermain. Mereka hanya ingin menagih janji ayahnya.

Pun sang Ibu amat mengerti permintaan anak-anaknya. Jadi, Martha hanya menghelakan napas panjang sambil tersenyum maklum. “Ayo mandi dulu dan jadi anak baik. Nanti Daddy juga pulang.”

“’Nanti’nya kapan? Malam lagi? Ah, Mommy~” keluh Emma.

“Nah, siapa sedang kalian cari, sayang?”

Emma dan Kenzie terkesiap sebentar, lalu berbalik dan wajah mereka seketika merekah seraya tersenyum senang.

“Daddy!!”

Kenzie lebih dulu berlari ke arah seorang lelaki gagah dengan senyum manisnya. Lelaki berlabel Lee Donghae itu buru-buru berjongkok kala si anak tengah sudah siap menghamburkan pelukannya. “Waahh, kecepatan pesawat kecil Mackenzie Lee melaju kencang!”

“Daddy sudah pulang, yeay!” seru Kenzie senang.

Di belakang Donghae, ada dua lelaki dewasa yang amat bocah-bocah kecil Lee kenali sedang terkekeh melihat tingkah anak-anak sobatnya. Marthalicia, selaku si mitra hidup Lee Donghae segera menyambut mereka dengan hangat.

“Hai, Siwon, Hyukjae!” sapa Martha. “Sudah lama sekali kalian tidak datang ke sini.”

Choi Siwon dan Lee Hyukjae tertawa mendengar perkataan Martha, jadi mereka berusaha menjelaskan.

“Si Bodoh Hae tadi memohon-mohon pada kami agar berkunjung ke mari dan berbincang panjang di Led Zeppoli,” ujar Hyukjae enteng sambil memandang Donghae yang bertingkah sok lucu di depan anaknya. “Lihatlah, sobat kita jadi tambah bodoh kalau di depan anak-anaknya.”

“Bahkan katanya dia mau bunuh diri saja dengan terjun ke rumput taman rumah sambil terkena tembakan air maut Mark Lee kalau kami tidak datang. Padahal, akhirnya juga nanti ia akan melakukannya,” timpal Siwon. “Oh ya, bagaimana bisnis barumu, Martha? Kemarin Donghae berkoar-koar di kantor mengenai bisnis toko roti merangkap kafe milikmu. Promosi katanya.”

Mau tak mau, Martha tertawa kecil sambil tersipu malu. Baiklah, ia amat memahami tingkah suaminya yang konyol begitu. “Led Zeppoli sedang mengalami perkembangan, meski ini baru dibuka beberapa bulan lalu. Pelanggan tetap sudah mulai ramai. Ah, kalian ingin minum apa? Duduklah dulu di sofa beranda.”

Siwon dan Hyukjae pun memutuskan pada Martha untuk duduk di sofa saja sementara, karena katanya mereka akan segera menyantap roti hangat dan secangkir kopi panas di Led Zeppoli. Sesuai janji yang diumbar oleh sobatnya, Lee Donghae.

Sedangkan Donghae sibuk tersenyum gemas pada Kenzie sebelum ia menoleh ke arah Emma yang masih terpana. “Anak Daddy yang manis Emerald Lee, tidak senang lihat Daddy pulang ya?”

Gadis kecil bertubuh jangkung itu terdiam sejenak. “Tadi kata Mommy, Daddy pulang malam?” ungkap Emma dengan nada tedengar ambigu. Membuat Donghae kembali terkekeh.

“Daddy ‘kan sudah janji pada Emma. Daddy benar ‘kan?” Donghae berkata riang. “Kemari, Emma sayang!”

Buru-buru Emma berlari cepat menuju ayahnya yang sudah merentangkan tangannya. Tetapi, terdengar seruan yang mengagetkan dan Ayah Donghae tiba-tiba jatuh tersungkur. Membuat Emma berjengit kaget kala menyadari ayahnya sudah berguling-guling di atas rumput hijau yang basah oleh air.

“Daddy, dor!”

“Akh!”

Tak lama, anak lelaki bungsunya berlari menghampiri si ayah seraya menodongkan pistol airnya. Siapa lagi kalau bukan Mark Lee. Kenzie yang berada di dekat sang ayah, buru-buru berbalik pergi menuju beranda. Siwon dan Hyukjae yang melihatnya pun hanya bisa tertawa terpingkal-pingkal.

“Daddy ditangkap atas mencuri Kak Kenzie!” seru Mark. “Kak Emma jangan dekati Daddy!”

“Kenapa?!” teriak Emma tak terima pada Mark yang masih sibuk menembakkan tembakan air pada Donghae dengan membabi buta.

Lalu, dibuanglah tembakan air dari genggaman Mark dan berlari menghamburkan diri ke Donghae seraya memeluk ayahnya erat di atas rumput penuh air. “Karena Mark ingin memeluk Daddy lebih dulu.”

Seketika wajah Emma kembali cemberut, kali ini benar-benar cemberut lantaran kedua bibirnya mencebik kesal. Membuat Siwon dan Hyukjae tak bisa menahan tawanya.

“Ya ampun, Emma sayang. Sini sama Uncle,” tawar Siwon sambil melambaikan tangannya.

“Daddy harus memeluk Mark dulu, jadi Emma lebih baik dipeluk dulu sama Uncle Hyukjae. Kemari,” timpal Hyukjae sambil tersenyum.

Donghae yang mendengar hal itu buru-buru bangkit dari berbaringnya sambil menggendong Mark kecil. “Hei, hei, enak saja peluk Emma-ku. Aku dulu yang harus memeluknya pertama kali,” ucapnya. Lalu, diturunkanlah Mark dari gendongannya sambil berkata, “Jagoan Daddy yang ini harus mandi dulu ya. Nanti kita bermain lagi di Led Zeppoli kalau Mark sudah tampan.”

Ketika Mark mulai berlari kecil, Donghae mulai menghampiri Emma yang sedang bersedekap sambil berpaling dari ayahnya. Membuat sobat-sobatnya terkikik geli melihat tingkah anak sulungnya.

“Nah, Emma tidak rindu Daddy?” Donghae berjongkok menghadap Emma. Tak berhasil menghilangkan cebikan bibir gadis kecilnya, membuat Donghae segera mencium pipi gembilnya. “Jangan marah dong sayang, ‘kan Daddy sudah pulang.”

Perlahan Emma mengenyir dan memeluk ayahnya kuat-kuat. “Daddy benar-benar pulang cepat!”

“’Kan sudah janji,” ujar Donghae.

“Daddy hari ini bawa apa?” tanya Kenzie sambil mendongak ke arah ayahnya dan menarik celana bahan si ayah.

“Kenzie suka apa?” tanya Donghae sambil memangku Kenzie. “Daddy bawa ciuman. Sini Daddy cium,” ungkap Donghae gemas sambil mengecup pipi gembil Kenzie.

“Kalau untuk Mark apa, Dad?” tanya Mark sambil berjalan menghampiri Donghae. “Aku tidak mau ciuman di pipi.”

Donghae segera melepaskan Kenzie dan gantian Mark yang dipangku. “Mark ‘kan jagoan, Daddy makan saja ya pipi Mark ini. Hap!” Donghae mulai melumat pipi Mark, membuat si empunya tertawa geli.

Kemudian, terdengar tepukan kecil dari beranda rumah yang berasal dari Martha. “Kids, waktunya mandi. Emma, Kenzie, Mark, ayo mandi semuanya, nanti kita makan malam di Led Zeppoli kalau sudah mandi semua! Ayo, ayo!”

Dalam sedetik, tiga anak Lee segera berhambur masuk ke dalam rumah dan sibuk berdesakan di depan pintu yang padahal sudah lebar. Membuat para orang dewasa tertawa melihatnya.[]

-fin.


iseng ajha, ehe

-Airly. 

0b21dc5fbbeb9cb0d0528aea58ad09ba
spesial foto ayah hae sama temen-temen, om siwon sama om changmin. om hyukjaenya ga ada soalnya dia yang fotoin. okesip. tq.
Iklan

2 thoughts on “Lee Times : Lee’s Three Kids

  1. YHA AING GEMASSS HEUUU!!! OM OM GANTENG DAN PAPAH GANTENG HEHEHEHE, MACKENZIE SAMA EMERALD SENENG MAIN LUMPUR ATAU KOTOR-KOTORAN SOALNYA CAPER SAMA OM OM GANTENG /G
    Kebayang lucunya kaya gimana itu pipi Mark dilahap sama Donghae AIIIIH SUPER DUPER GEMAS!!! KELUARGA CEMARA YANG BAHAGIA DAN SENTOSA WKWKW ❤ ❤ ❤ KUSAYANG SEKALI LEE FAMS! (kalo ada kepslock yang lebih gede lagi, mungkin bakalan gw pake itu kepslock di sini) Keep writing Ai ❤ :3

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s