YiHwa’s Cut : Forgive

1d475f084385d5aede7e964758063512

Written by AirlyAeri/AirlyAi © 20170414

Starring by Zhang Yixing [EXO’s Lay] & Lee Rihwa [OC]

marriage life, hurt/comfort | general | ficlet (530+ words)

***

“Untuk semua yang terjadi di antara kita, aku minta maaf, Ri.”

.

Suasana canggung sejak berada di kantor Rihwa sampai di apartemen masih saja menyeruak. Baik Rihwa maupun Yixing sama-sama tidak bisa untuk memulai pembicaraan akibat pertemuan alot dengan sosok yang begitu mereka hindari. Surat pengunduran diri Rihwa juga sudah diserahkan pada sang atasan yang direspon dengan rasa tidak rela lantaran akan merasa kehilangan mitra kerja yang begitu berpengaruh dalam perusahaannya.

Meski Yixing yang memintanya untuk menyerahkan surat pengunduran diri, tetapi bagi Rihwa sosok Zhang Yixing masih belum bisa memaafkannya dan Rihwa merasa malu pada diri sendiri. Oh, tentu saja kenyataan bahwa wanita itu menyakiti Yixing masih diingat jelas.

Tubuh Rihwa mendadak tersentak kala merasakan telapak tangan kokoh menyentuh keningnya, membuat wanita itu mendongak dan mendapati Yixing dengan raut wajah kaget.

“Riri, kau sakit?” ungkap Yixing. Membuat lelaki itu duduk di tepi ranjang mereka di sisi kiri Rihwa.

“Aku baik, Ge,” jawab Rihwa pelan.

“Wajahmu pucat sekali,” sahut Yixing lagi. “Apa perlu kita ke dokter?”

Rihwa menggeleng pelan sambil mengulas senyum kecil. “Tidak apa-apa.”

“Aku akan membuatkan bubur dan mengambil obat untukmu.”

Sebelum Rihwa mencegah, lelaki itu sudah beranjak pergi dari kamar. Bahkan rasanya Rihwa juga kehilangan tenaga untuk berkata sepatah saja.

Entah waktu yang berlalu begitu cepat sampai Rihwa baru sadar bahwa Yixing telah kembali dengan semangkuk bubur, segelas air, dan sekaplet obat. Wanita itu juga tidak ada keinginan untuk menolak kala Yixing menyuruhnya untuk beristirahat di ranjang, lalu menyuapkan buburnya sampai habis dan menyuruhnya meminum obat, jadi ia hanya menurutinya dalam diam.

Ketika Rihwa selesai menandaskan minumnya, tampak lelaki itu menghelakan napas kasar sebelum berpaling dari Rihwa. “Apa kau terlalu memikirkan mengenai kejadian beberapa waktu lalu? Tentang pernyataanku di Istana Gyeongbokgung itu….”

Hening sejenak.

“Apa kau memang berniat untuk berpisah dariku, Ge?” cicit Rihwa kemudian sambil tertunduk. “Jika itu keinginanmu, aku akan menerimanya. Tolong jaga dirimu.”

“Apa kau pikir aku akan seperti itu?” tanya Yixing.

“Mungkin saja, siapa tahu….”

Lalu hening lagi dan membiarkan suasana canggung kembali menguar. Membuat Yixing menoleh ke arah Rihwa dan memandangnya penuh rasa sesal.

“Untuk semua yang terjadi di antara kita, aku minta maaf, Ri,” ucap Yixing akhirnya. “Maaf karena tidak mau mendengarkanmu, maaf karena telah membuatmu sulit, dan maaf karena aku telah tidak percaya padamu sepenuhnya, Ri. Tapi, harus kau ketahui bahwa aku tidak pernah ingin berpisah denganmu kecuali kau yang memintanya.”

Kedua mata Rihwa terasa memanas dan airmatanya siap menggenang di pelupuk kala menatap manik tersirat rasa bersalah milik suaminya. Yixing seharusnya tidak perlu meminta maaf karena ini bukan kesalahannya.

“Kenapa harus minta maaf, Ge? Aku yang bersalah, Ge. Aku yang membuat hatimu terluka dan tidak pernah mengatakan kebenarannya sejak awal. Tetapi kau juga harus tahu bahwa lamaranmu dulu adalah lamaran yang paling indah dan aku tidak punya alasan untuk menolaknya karena aku mencintaimu―”

Rihwa tercekat kala Yixing merengkuh tengkuknya dan mengecup bibir pucatnya, sukses membuat gadis itu meluruhkan airmata yang siap mengalir dari pelupuknya.

“Aku juga mencintaimu, Riri,” ujar Yixing setelah melepaskan kecupannya dan beralih menghapus titik airmata yang mengalir seraya merengkuh tubuh ringkih Rihwa. “Terima kasih karena kau memilih bertahan bersamaku untuk seumur hidup.”

Rihwa juga refleks membalas pelukan Yixing, membuat lelaki itu perlahan membimbing gadisnya untuk berbaring agar istirahat. Yixing membiarkan tubuh Rihwa merengkuhnya dan mengelus puncak kepalanya dengan sayang seraya mengecup kening si gadis.

“Istirahatlah, Ri. Aku mencintaimu.”[]

-fin.


Bapernya ga kelar-kelar kayanya.

-Airly.

Iklan

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s