Lee Times : QTime With Daddy Hae

d476f3062678670a26118938cf4f770b

Written by AirlyAeri © 20170417

Starring by Lee Family;

Lee Donghae [SJ’s] – Marthalicia – Emerald Lee – Mackenzie Lee – Mark Lee [NCT’s]

(814 words)

***

“Di mana kau menanam, di sanalah kau menuai.”

.

Sabtu sore tepat di Led Zeppoli, merupakan waktu yang selalu menyenangkan bagi Lee bersaudara. Mereka selalu dijanjikan oleh Martha, jika mereka sudah mandi dan berpakaian bersih maka Donghae akan segera muncul di Led Zeppoli ditemani dengan cangkir-cangkir berisi cokelat panas dan kue-kue yang baru saja keluar dari pemanggang kue.

Hari ini kebetulan hujan sedang mengguyur kota dengan deras, jadi tak heran bila Led Zeppoli begitu sepi. Tetapi itu tak menurunkan semangat bagi Emma, Kenzie, dan Mark yang kini sibuk duduk di karpet bersama Donghae dengan meja kecil yang di atasnya terdapat banyak jenis kue dan lima cangkir cokelat panas serta sekotak tisu.

“Daddy! Daddy! Apakah paman penjahatnya langsung kabur?” tanya Mark.

Tampak bola mata Donghae membesar seraya mengangguk cepat. “Benar, dan kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya? Uncle Siwon dan Uncle Changmin berlari mengejar paman penjahat yang kabur, sementara Daddy langsung mengunci tangan salah satu paman penjahat yang tertangkap dengan borgol.”

“Daddy, apa paman penjahat itu membawa sesuatu?” tanya Emma pelan kala Kenzie dan Mark sudah memasang wajah ngeri.

Lagi, Donghae mengangguk pasti. “Tentu saja. Paman penjahat itu membawa sesuatu, yaitu pistol. Dor! Dor! Dor!” Si Ayah langsung memperagakan tangannya membentuk menyerupai pistol diikuti ilustrasi suara pistol yang berbunyi, membuat Emma, Kenzie dan Mark segera memundurkan posisi tubuhnya. “Kemudian, Uncle Siwon dan Uncle Changmin telah kembali dengan dua paman penjahat yang telah tertangkap. Kalian tahu, wajah paman-paman itu tampak lesu sekali.”

“Setelah itu, Uncle Hyukjae berusaha mengintrogasi mereka dengan menanyakan banyak hal dan alasan mengapa mereka mencuri di bank,” jelas Donghae lagi.

“Daddy, apa paman penjahat juga makan kue?” tanya Kenzie sambil mengacungkan kue brownies cokelat selai mint tinggi-tinggi lalu langsung melahapnya dalam sekali lahapan besar.

“Kak Kenz, paman penjahat itu makan nasi, bukan makan kue,” ucap Mark berusaha meluruskan dengan teorinya.

Kenzie segera menoleh ke arah Mark yang kini sibuk melahap kue cokelatnya dan berkata, “Memangnya paman penjahat tidak suka kue?”

“Paman penjahat itu sukanya makan nasi. Benar ‘kan, Kak Emma?” Mark memastikan seraya menoleh ke arah Emma yang sibuk berpikir keras seraya memakan donat rasa selai stroberi.

Kids, kue, nasi, dan semua yang bisa kita makan adalah makanan. Tidak semua orang bisa menikmati makanan dengan mudah lantaran kondisi yang tidak memadai. Oleh sebab itu, paman-paman penjahat mencuri uang di bank. Mereka jelas mencuri bukan tanpa alasan, tetapi mereka ingin memenuhi kebutuhan mereka dengan menikmati makanan.”

Lalu diam sebentar, sebelum Donghae kembali menarik napas panjang.

“Nah, sekarang coba Daddy tanya. Bagaimana Emma, Kenzie, dan Mark dapat banyak kue dan cokelat panas ini?”

“Muncul di sini dengan ajaib. Cling!” seru Mark.

“Janji Mommy,” ucap Kenzie. “Karena tadi Mommy sudah berjanji untuk memberikan kami kue.”

“Mommy meminta kami untuk mandi dan berpakaian bersih agar bisa mendapat kue sesuai janji Mommy,” jawab Emma.

Beragam jawaban yang diberikan sukses membuat Donghae mau tak mau harus setuju. Jadi ia langsung mengangguk sambil tertawa geli. “Kalian memang mendapatkannya dengan mudah, tetapi membutuhkan usaha juga ‘kan? Coba kalau kalian tidak mandi dan ganti pakaian, apa kalian mendapatkan kue?”

Emma, Kenzie, dan Mark kembali berpikir sebentar.

“Tidak,” ucap Mark dengan nada lesu. “Yah, aku tidak mau kalau tidak dapat kue, Dad.”

“Apa paman penjahat itu memiliki keluarga? Apa paman penjahat tidak memikirkan keluarganya dan memilih mencuri, Dad?” tanya Emma.

“Paman penjahat itu justru memikirkan keluarganya. Mereka akan melakukan apapun demi kebutuhan keluarga, maka dari itu mereka terpaksa mencuri,” jelas Donghae.

“Kalau paman penjahat itu baik dan memikirkan keluarganya, kenapa Daddy sebagai polisi tidak membebaskan paman itu?” tanya Kenzie.

Donghae tersenyum sebentar, lalu menghelakan napas panjang. “Karena apapun alasannya, apa yang dilakukan paman penjahat itu tetap salah dan harus dihukum. Itulah dunia, sayang. Di mana kau menanam, di sanalah kau menuai. Apapun yang kalian lakukan, akan menjadi dampak di masa depan kalian. Maka dari itu, Daddy senang sekali duduk seperti ini bersama kalian agar Daddy bisa selalu memantau apa telah kalian perbuat dan akan selalu menunjukkan jalan yang lurus untuk kalian demi masa depan kalian.”

“Daddy, Daddy, kalau begitu, tidak ada larangan untuk menganggu Daddy ‘kan?” tanya Mark sambil hendak menyuapkan kue pada Donghae yang disambut dengan mulut Donghae yang terbuka.

Baru saja Donghae mengunyah sedikit kue, tiba-tiba di belakang bocah-bocah kecil kesayangannya ada sosok sang partner hidupnya yang sedang menatap anak-anaknya horror, terutama Kenzie dan Mark.

“Kenzie! Mark! Ada apa dengan pakaian kalian, kids?”

Ups.

Donghae juga lupa, harusnya ia tidak hanya menjaga ketiga anaknya secara logika demi masa depan, tapi ia juga harus menjaga anak-anaknya secara fisik agar tidak kena omel Martha.

“Hei, Hae. Kenapa kau membiarkan anak-anak memakan kue dengan bar-bar sampai bajunya penuh noda manisan begitu?” tanya Martha sambil berkacak pinggang.

Donghae mengamati anak-anaknya. Si sulung Emma sekarang ikut sibuk membersihkan noda pakaian kedua adiknya dengan tisu secara bergantian, sementara Kenzie membersihkan pakaian Mark yang paling kotor terkena noda cokelat dan selai mint dan Mark yang masih menikmati kuenya.

Darling, jangan marahi anak-anak ya sayang. Ini salahku yang terlalu asyik mendongeng pada mereka. Pokoknya ini salahku. Sungguh.”[]

fin.

Iklan

One thought on “Lee Times : QTime With Daddy Hae

  1. Kusayang Lee Family to the moon and not comeback /g
    Manisnya ❤ hehehehe, tapi bolehlahyaaa sekali-kali buat Lee Family yang gloomy konflik gitu, sepertinya seruu, tapi jangan sampai memecahbelahkan mereka wkwk :') Dan wataknya Marhalicia kok beneran sama banget yha kaya Emma, galak dan cerewet gituuu, sukaaaa! Keepwriting mwaah, semangat juga ya UTS-nya ayangku! -Berlian a.k.a #KekasihJohnnySeodiMasaDepan /digebuk

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s