YiHwa’s Cut : Shorty Honey

2329f60812f371cb641a4f28845ffc9f

Written by AirlyAeri/AirlyAi © 20170420

Starring by Zhang Yixing [EXO’s Lay] & Lee Rihwa [OC]

fluff, romance, marriage life | PG-15 | ficlet (690+ words)

***

“Coba ambil, Ri. Kau ‘kan tinggi.”

.

Setelah kejadian kemarin, Rihwa akhirnya menyadari perubahan signifikan dalam diri Yixing hanya dalam semalam. Gadis itu yakin sekali jika suaminya bersikap seolah masalah besar sebelumnya tidak pernah terjadi, makanya Rihwa juga tidak berani untuk membahas.

Semua ini diawali dengan bangun pagi Rihwa setelah pulih dari kelelahannya yang agak membuatnya heran, lantaran ia terbangun dengan tangan Yixing yang begitu merengkuh tubuhnya tanpa pakaian atas. Sungguh, ia tidak mempermasalahkan dengan kondisi Yixing saat itu. Tetapi yang membuatnya semakin heran adalah ketika ia tak sengaja membangunkan suaminya, lelaki itu segera menatap Rihwa sambil tersenyum dan kemudian mengecup bibirnya.

Oke, itu yang pertama.

Lalu yang kedua, lusa akan menjadi hari keberangkatan Yixing ke New York, jadi Rihwa—yang tidak yakin apakah ia masih diizinkan ikut dengannya atau tidak setelah insiden itu―membereskan semua pakaian yang dibutuhkan Yixing ke dalam koper beserta perlengkapannya dan paspor.

“Mana pakaianmu, Ri? Apa milikmu sudah dibereskan?”

Rihwa buru-buru menoleh ke arah Yixing yang tiba-tiba berada di dalam kamar dan bertanya padanya. Pandangan gadis itu membelalak sebentar sebelum berpikir cepat.

“A-aku akan membereskannya kok, setelah ini, Ge.” Rihwa berujar sambil tersenyum kikuk sebelum segera kembali fokus dengan aktivitasnya.

Bagi Rihwa, semua sikap Yixing memang kembali ke semula, namun membuat hati gadis itu masih terasa ganjil meski seluruh ungkapan perasaannya telah diluapkan pada Yixing semalam. Salah satu sisi hatinya masih terasa tak yakin apakah Yixing sungguhan memaafkannya atau bagaimana, padahal bagi sisi hati Rihwa yang lain masih ingat betul bagaimana Yixing meminta maaf padanya.

Rihwa hanya menghelakan napas panjang seraya membuka rak dapur atas untuk mengambil gula kala hendak membuat kopi, tetapi entah ada apa dengan hari ini tumitnya sulit untuk berjingkat sehingga sulit untuk meraih kaleng gulanya.

“Nah, tidak ingin meminta bantuan padaku?”

Terdengar suara Yixing diikuti oleh pintu rak dapur yang menutup dan kaleng gula yang melayang akibat diambil oleh tangan panjang milik lelaki itu. Sontak Rihwa berbalik dan terkejut melihat Yixing tepat di belakangnya.

Gege!” seru Rihwa.

“Mau buat apa?” tanya Yixing.

“Kopi. Kemarikan gulanya!”

“Coba ambil, Ri. Kau ‘kan tinggi.”

“Yixing Ge ingin mengejekku? Astaga, tubuhku pendek, Ge.”

“Kalau Riri pendek, kenapa tidak meminta bantuanku untuk mengambil gula ini? Kalau tidak meminta bantuan harusnya kau bisa meraih ini.”

Yixing mengangkat tinggi-tinggi kaleng gula ke atas, membuat Rihwa akhirnya dengan sekuat tenaga berusaha berjingkat diikuti oleh tangannya yang ikut terangkat tinggi demi meraihnya. Mau tak mau, Yixing yang melihatnya tertawa senang.

Gege ‘kan tinggi sekali, aku tak bisa meraihnya.” Rihwa akhirnya mengeluh sambil mengangkat tangannya yang gemetar.

Akhirnya dengan gerakan cepat, Yixing segera menaruh kaleng gulanya dan menekuk lututnya seraya memeluk pinggang Rihwa. Membuat istrinya seketika terperanjat kaget.

Gege! Apa yang kau lakukan―”

―cup.

Kali ini tubuh Rihwa langsung membeku setelah Yixing tiba-tiba memagut bibirnya lembut, tangan wanita itu dibiarkan bertumpu pada pundak Yixing yang kini menatapnya tepat pada bola mata Rihwa. Membuat wanita itu juga tak bisa berkutik lagi dan mendadak seluruh isi pikirannya menghilang entah ke mana.

“Apa kau masih belum bisa menerima permintaan maafku semalam, Ri?” tanya Yixing lembut.

“Bukankah kau tahu bahwa aku akan selalu memaafkanmu, Ge?” Rihwa balik bertanya. “Tetapi, apa yang telah terjadi pada kita sebelumnya adalah kesalahanku, jadi seharusnya aku yang―”

―cup.

Lagi, Yixing mencium bibirnya tanpa membiarkan Rihwa berbicara. “Bukan kau yang salah dan jangan membebani pikiranmu mengenai hal yang bukan kesalahanmu, Ri.”

“Apa kau mau memaafkanku, Ge?” tanya Rihwa.

“Kau tidak pernah salah dalam hal ini, Ri,” ungkap Yixing gemas, membuatnya segera bergerak cepat untuk membungkam bibir Rihwa yang hendak bicara lagi. Lalu kembali berkata, “Besok-besok, aku tidak ingin berhadapan dengan Zhang Rihwa yang kaku begini. Aku tidak suka. Kembalikan Zhang Rihwa yang cuek.”

Setelah bibirnya dicium untuk yang kesekian kalinya oleh Yixing, membuat Rihwa mau tak mau menutup wajahnya dengan kedua tangannya lantaran sudah memerah benar seperti tomat rebus. “Yixing Ge!”

Yixing yang melihatnya hanya tertawa geli. “Aku serius.”

Sekarang Rihwa jadi tidak peduli dengan posisinya yang mendekap erat pada Yixing, dan juga kedua kakinya yang benar-benar melayang sehingga ia bisa bertatap muka langsung dengan suaminya. Jadi, ia segera meraih tengkuk Yixing dan gantian memagut bibir lelaki itu lamat.

Gege cerewet sekali. Lihat, aku sudah kembali ‘kan?” ungkap Rihwa setelahnya sambil tersenyum. Rasa lega terpancar jelas di wajahnya.

Yixing yang awalnya terpana, akhirnya kembali mempertemukan bibirnya dengan bibir Rihwa sambil berkata, “Dasar Riri.”[]

-fin.


Lah kena baper sendiri saya.

-Airly.

12828488_857260044386205_2563090455190230666_o-58f0b0feb8270__880
idea story cr. tunadunn
Iklan

2 thoughts on “YiHwa’s Cut : Shorty Honey

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s