YiHwa’s Cut : Night Talk

3a8483683b42d0a2882356e5c7d3fcab

Sekarang Rihwa merasakan tangan kokoh merengkuh tubuhnya erat, diikuti dengan suhu punggung wanita itu mulai menghangat dan deru napas yang menggelitik telinga Rihwa.

.

Written by AirlyAeri/AirlyAi © 20170829

Starring by Zhang Yixing [EXO’s Lay] & Lee Rihwa [OC]

fluff, romance, marriage life | PG-17 | ficlet (880+ words)

***

Rihwa merebahkan dirinya di atas ranjang besar, lalu melirik ke arah jam meja yang kini menunjukkan pukul 22.00. Refleks otaknya mulai berputar dengan perlahan, mencoba mengingat sudah berapa lama ia tidak bersantai seharian ini sejak menginjakkan kakinya di tanah kelahiran suaminya, Changsa.

Sejak pagi begitu sampai di rumah mertuanya, Rihwa bergerak lincah ke sana ke mari dari membantu memasak bersama ibu mertuanya, membuat minum untuk seluruh anggota keluarga, membersihkan rumah, mencuci seprei ranjang untuk dipakai di kamarnya, dan terakhir membereskan isi koper. Padahal ibu mertuanya terus melarangnya untuk melakukan ini dan itu, tetapi memang Rihwa yang tetap bersikeras ingin melakukannya.

“Seingatku pekerjaan sebagai reporter lebih berat dari ini,” gumam Rihwa sambil menghelakan napas panjang.

Perjalanan ke New York rupanya terpaksa dibatalkan oleh Yixing sendiri, lantaran pria itu lupa—dan baru diingatkan istrinya—jika ia perlu restu orangtuanya demi perjalanan panjang ke negeri orang yang letaknya jauh sekali. Sebelum itu, Yixing sudah meminta restu pada mertuanya melalui telepon karena saat ini Ayah dan Ibu Lee sedang berada di Jepang untuk liburan. Dan juga, ternyata jadwal untuk memulai diskusi mengenai komposisi lagu di New York diundur. Jadi tidak masalah.

Lagi, pikiran Rihwa mencoba berputar untuk mengingat apa lagi yang harus ia lakukan. Ia sudah mandi, sudah makan malam, sudah memasang seprei, sudah membereskan isi koper, sudah mengunci pintu kamar, dan―

―grep

Sekarang Rihwa merasakan tangan kokoh merengkuh tubuhnya erat, diikuti dengan suhu punggung wanita itu mulai menghangat dan deru napas yang menggelitik telinga Rihwa. Tetapi entah mengapa Rihwa merasa nyaman sekali dengan hal itu.

“Sudah tidur?” Sosok yang berada di belakang Rihwa mulai bersuara, membuat Rihwa kontan mendengus dan tersenyum.

“Belum, kalau Gege mengendap-endap memelukku begini.” Rihwa menjawabnya ringan.

Yixing tertawa sebentar, lalu makin mengeratkan pelukannya. “Kau pasti lelah ya, Ri,” ucap Yixing sambil menyandarkan kepalanya ke punggung istrinya yang masih memunggunginya. “Sekarang lebih lelah mana; menjadi reporter handal atau ibu rumah tangga idaman?”

Gege!”

Rihwa segera berbalik begitu mendengar pertanyaan Yixing yang terkesan menggodanya. Lalu memandang Yixing yang kini memakai kaus santai dan sedang memandangnya lembut, dan perlahan wanita itu merasa detak jantungnya mulai berdebar-debar kala maniknya benar-benar bersirobok dengan suaminya.

“Hei, jawab pertanyaanku, Ri.” Yixing menyadarkan Rihwa dengan menyentuh hidung mungilnya, seketika Rihwa mengerjapkan kedua matanya sebentar.

“Keduanya melelahkan, tetapi aku menyukainya,” jawab Rihwa setelah terdiam sebentar, “reporter dan ibu rumah tangga memiliki kesulitannya masing-masing.”

“Dan kau masih tidak menyesal, telah melepaskan pekerjaan impianmu sejak awal—bahkan sebelum bertemu denganku—hanya karena aku?” tanya Yixing lagi. Kali ini tangannya makin mengeratkan rengkuhan pinggang Rihwa agar bisa merapat padanya.

“Apa yang harus disesalkan,” ujar Rihwa sebentar lalu melanjutkan, “tidak ada yang bisa kusesalkan. Wartawan bukan lagi bagian penting dari hidupku sejak aku menikah denganmu. Aku tahu kau memang tidak melarangku untuk melakukan apa yang aku suka, tetapi memangnya mau sampai kapan aku masih berkutat dengan hal yang tidak penting seperti itu? Perjalanan hidupku sekarang tidak sama lagi, aku memilikimu, Ge. Ada seseorang yang harus selalu kudampingi menapaki setiap alur baru bersama-sama, hal itu sudah menjadi komitmenku sejak aku menerima lamaranmu.”

Ketika Rihwa mendongak ingin memandang Yixing, tampak pria itu menatapnya dengan perasaan tak menentu. Wanita itu ingin bertanya, tetapi ia urungkan sebentar.

“Sekarang malah aku yang merasakan artinya penyesalan, Ri,” ungkap Yixing. “Aku menyesal telah meragukanmu. Tolong maafkan aku….”

“Tidak ada yang salah, Ge. Ini hanya sebuah kesalahpahaman yang akan segera membaik,” balas Rihwa.

“Oh, memangnya kita mau punya berapa anak?”

“Apa?”

Dahi Rihwa berkerut, berusaha mengerti maksud ucapan Yixing yang tiba-tiba melenceng jauh.

“Katanya kesalahpahaman ini akan segera membaik, biasanya solusinya adalah menculnya anggota keluarga baru. Kira-kira kita mau punya anak laki-laki atau perempuan, Ri?” tutur Yixing dengan nada menggebu-gebu, membuat Rihwa langsung terdiam.

“Aku lelah, Ge,” ucap Rihwa kemudian sambil ingin menarik selimutnya dan hendak berbalik. Tetapi, Yixing lebih cepat tanggap dengan mengeratkan pelukannya.

“Riri, kau tidak bisa lari dari pertanyaan ini. Katanya kau ingin jalan bersamaku~” rengek Yixing.

Gege! Kita akan bahas itu besok! Dan lepaskan pelukanmu! Duh!”

“Tidak mau! Harus sekarang! Besok itu lama sekali, sayang~”

Akhirnya, kesabaran Rihwa mulai mencapai puncak. Jadi ia berusaha lepas dari pelukan Yixing sambil mendongak ke arah suaminya dengan setengah kesal. “Ya ampun, Gege―”

―cup.

Lalu gerakannya terhenti lantaran Yixing segera bergerak bangun untuk membungkam bibir Rihwa yang ingin cerewet dan melumatnya.

“Jangan berisik, Ri. Nanti Mama dengar dan menguping,” gumam Yixing sebentar sebelum kembali mencium bibir Rihwa.[]

-fin.

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA NULISNYA KAKU BANGET YA HUHUHUHU MAKLUM AKU LIBURAN SAMA SEKALI TIDAK BERFAEDAH DENGAN MENGGALAUI SEMUA OPPA YANG DATANG KE INDONESIA. Btw, aku mau nonton music bank awalnya udah siap uangnya tinggal beli tiket. Tapi mikir kalo ga boleh sama ibu-bapak mubazir tiketnya, kalo mau kabur dari rumah demi nonton oppa-yang-bukan-siapa-siapa-dalam-hidup-ku nanti ngeri didoain yang jelek sama ibu. Serba salah 😦 /plak

TERUS AKU KANGEN ZHANG YIXING YA ALLAH HUHUHU, SAKING PENINGNYA KANGEN YIXING SEMUA FOLLOWING IG ISINYA ZHANG YIXING SEMUA BIAR TAU DIA DI MANA DENGAN SIAPA SEMALAM BERBUAT APA ((semalem main monopoli sama aku)) /plakplak

Yaudahlah ya kepanjangan isinya ga mutu gini. Selamat baca dan review selalu dinanti!

Terima kasih!

-Airly.

Iklan

Mind to Review? ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s